RIAUPOS.CO – Guncangan gempa susulan terasa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) di wilayah Loji, tepatnya Kampung Cibereum, Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan, Rabu malam (20/8/2025).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 2,1 dengan titik koordinat 6,48 Lintang Selatan dan 107,22 Bujur Timur. Pusat gempa berada di daratan Pulau Jawa pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Sebelumnya, wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempa tektonik, Rabu (20/8/2025) pukul 19:54:55 WIB. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo (M) 4,7.
Masih dari data BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 6.52 LS dan 107.25 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada kedalaman 10 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).
Dampak gempa berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa ini dirasakan di wilayah Bekasi dengan Skala Intensitas III - IV MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk melintas.
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Di Purwakarta, Cikarang dan Depok dengan Skala Intensitas III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Di Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur dengan Skala Intensitas II - III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Di Tangerang, Pandegalang, Cianjur dan Pelabuhanratu, Lebak dengan Skala Intensitas II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut.
BMKG menegaskan, informasi gempa yang dirilis secara real time ini masih bersifat sementara. Data bisa saja mengalami perubahan setelah dilakukan analisis lebih lengkap.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas sumbernya. Informasi resmi terkait perkembangan gempa bisa diakses langsung melalui laman resmi BMKG: www.bmkg.go.id.
Editor : M. Erizal