Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Begini Hasil Analisis Badan Geologi atas Gempa Bumi 4,7M yang Mengguncang Bekasi

Redaksi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 08:16 WIB
Gempa berkekuatan 4,9 Skala Richter mengguncang Jabodetabek, dan berpusat di Kabupaten Bekasi.
Gempa berkekuatan 4,9 Skala Richter mengguncang Jabodetabek, dan berpusat di Kabupaten Bekasi.

JAKARTA (RIAUPOS.CO - Masyarakat di Jakarta dan sekitarnya dikagetkan dengan gempa bumi pada Rabu (20/8/2025) malam. Gempa berkekuatan M4,7 berada pada kedalaman 10 kilometer di sebelah tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) . Berdasarkan hasil analisis dari Badan Geologi, gempa bumi itu terjadi akibat aktivitas Sesar Baribis yang membentang dari Timur sampai Barat, Pulau Jawa.

Kepala Badan Geologi M. Wafid menyampaikan hal itu kepada awak media. Dikutip pada Kamis (20/8/2025) pagi, Wafid menyampaikan rujukan informasi gempa dari tiga sumber sekaligus. Yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), The United States Geological Survey (USGS)  Amerika Serikat, dan GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman.

”Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis,” kata dia.

 Baca Juga: Tak Menyangka Jadi Orang Pertama Menyambut Wapres Gibran di Pancang Start

Wafid pun menyampaikan bahwa lokasi pusat gempa bumi berada di darat dengan morfologi wilayah terdekat didominasi oleh dataran, berombak, bergelombang, hingga pegunungan. Litologi penyusun wilayah tersebut terdiri atas batuan sedimen berumur tersier, batuan gunungapi berumur kuarter, serta endapan aluvium berumur resen.

”Batuan yang telah mengalami pelapukan dan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi,” ujarnya.

Secara umum, lanjut Wafid, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan punya kekerasan lebih rendah, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan data tapak lokal, wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C.

 Baca Juga: BMKG Pekanbaru Sebut Tiga Wilayah Riau Terdeteksi Titik Panas, Ini Sebarannya

Kelas tanah C yang dia maksud adalah tanah sangat padat dan batuan lunak, kelas tanah D atau tanah sedang, dan kelas tanah E atau tanah lunak). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak menunjukkan bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.

”Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.***

 

 

 

Editor : Edwar Yaman
#gempa bumi #badan geologi #gempa bekasi