Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Emas Terus "Meroket", IHSG Makin Merosot

Redaksi • Rabu, 10 September 2025 | 10:23 WIB
Seorang pegawai memperlihatkan kepingan emas Antam yang dijual di Galeri Emas Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (9/9/2025).
Seorang pegawai memperlihatkan kepingan emas Antam yang dijual di Galeri Emas Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (9/9/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan rekor tertingginya sepanjang sejarah pada perdagangan, Selasa (9/9). Dari daftar harga situs Logam Mulia Antam, tercatat harga 1 gram dibanderol Rp2.086.000 per gram atau naik sebesar Rp26.000 per gram.

Ini merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah emas Antam dan memecahkan rekor sebelumnya yang dibanderol seharga Rp2.060.000 per gram.

Jevrie Randi GN selaku Sales Manager Butik Emas Antam menjelaskan, meski tinggi, minat beli masyarakat juga tinggi. Kondisi ini membuat emas Antam dari ukuran 1 gram hingga 1.000 gram tidak tersedia. Jikapun ada stoknya, langsung habis di hari yang sama. ‘’Untuk daya beli masyarakat sekarang ini cukup banyak walaupun ada kenaikan harga. Biasanya yang banyak di cari masyarakat itu Antam 5 gram-10 gram,” ucapnya.

Dikatakannya, banyak masyarakat yang masih mempercayai emas dalam menginvestasikan uangnya. 

‘’Sehingga pembelian emas di butik Antam mengalami kenaikan sekitar 5-10 persen,’’ ujarnya.

Dijelaskannya, menabung emas dapat berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, memiliki likuiditas tinggi sehingga mudah dicairkan, menawarkan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko, dan dapat diakses dengan modal terjangkau melalui berbagai bentuk seperti digital atau fisik.

Ditambahkannya, buyback Antam juga ikut naik tinggi Rp26.000 per gram menjadi Rp1.933.000 per gram. Harga buyback adalah jika ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.

Perombakan kabinet masih memicu sentimen negatif di pasar keuangan Indonesia. Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa dinilai menjadi pemicu utama. Karena itu, Menkeu Purbaya dituntut mampu meredam gejolak pasar dan memulihkan kepercayaan investor.

Hingga perdagangan ditutup pukul 16.00 WIB kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 138 poin atau 1,78 persen menjadi 7.628,6. Pelemahan ini melanjutkan hari sebelumnya, Senin (8/9) yang merosot 100,5 poin atau 1,28 persen ke posisi 7.766,85. “Saham-saham perbankan besar menjadi penekan utama,” ungkap Chief Economist Permata Bank Josua Pardede kepada JPG, kemarin (9/9).

Dia menjelaskan, reaksi pasar merupakan respons wajar atas hilangnya jangkar kepercayaan yang selama ini dipegang oleh Sri Mulyani. Sebab, Ani --sapannya -- menjadi rujukan utama investor terhadap disiplin fiskal, mutu pengelolaan utang, dan komunikasi kebijakan.

Baca Juga: Bingung Belanja Saat Promo 9.9? Investasi Emas di IndoGold Saja Yuk

Untuk meredam gejolak yang lebih dalam, perlu langkah cepat dan terukur dari pemerintah. Josua menekankan, penting melakukan penjelasan fiskal yang tegas tentang batas defisit, peta pembiayaan, serta prioritas belanja yang terukur. Juga menegaskan kembali peran dan kemandirian bank sentral agar pasar yakin penopang nilai tukar dan inflasi tidak berubah.

“Perbaiki komunikasi publik dan transparansi data sehingga pelaku pasar dapat mengambil keputusan dengan dasar yang jelas,” tegas alumnus University of Amsterdam itu.

Pengusaha Berharap Konsistensi Kebijakan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia maupun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, Purbaya memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya stabilitas sebagai landasan pertumbuhan. ”Dengan kestabilan ekonomi itu, pertumbuhan bisa tercapai. Kita kasih kesempatan dulu beliau tentunya untuk masuk kantor, menganalisa,” ujarnya di Jakarta, kemarin (9/9).

Menurut Anindya, dunia usaha berharap Kemenkeu dapat mendorong pertumbuhan lebih baik, seiring program pemerintah yang tengah dijalankan. “Kami juga mendukung program pemerintah supaya pertumbuhan ekonomi bisa bangkit kembali,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menegaskan, bagi pengusaha, yang terpenting adalah konsistensi arah kebijakan, komitmen pada keberlanjutan reformasi struktural, koordinasi lintas kementerian, dan komunikasi yang terbuka dengan pelaku usaha.

Menurut Shinta, stabilitas pasar dan kepercayaan investor harus terus dijaga. “Dengan itu, stabilitas pasar dan kepercayaan investor dapat terus terjaga. Sehingga perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang sehat dan berdaya saing,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas peran Sri Mulyani dalam menjaga kredibilitas fiskal. “Dunia usaha juga menyambut baik penunjukan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan,” ungkapnya.

Serah Terima Jabatan
Serah terima jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa sudah dilaksanakan pukul 10.00, Senin (9/9).

“Ini merupakan suatu kehormatan dan juga privilege atau keistimewaan bagi saya. Yang diberikan kepercayaan, tugas, mengabdi, dan berbakti untuk bangsa dan negara. Membantu Presiden terpilih untuk mencapai cita-cita Republik Indonesia,” kata Ani di Gedung Juanda I, Kemenkeu.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu meminta publik menghormati ruang pribadi kehidupannya. Sebab, kini jabatan negara sudah lepas dari pundaknya. “Mohon mulai saat ini untuk menghormati ruang privasi atau ruang pribadi kami sebagai warga negara biasa. Salam sehat untuk seluruhnya dan sukses untuk semuanya yang hadir. Dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujar Ani.

Purbaya Siap Teruskan Program Sri Mulyani
Menkeu Purbaya memandang Ani berprestasi luar biasa. Berhasil membangun pondasi yang kokoh untuk fiskal Indonesia selama menjabat sejak 2016 hingga 2025. Bahkan pada periode pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di 2005-2010. “Mudah-mudahan saya bisa meneruskan,” ujarnya.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu membandingkan suasana kerja di institusi sebelumnya dengan Kemenkeu. Yang ternyata sangat berbeda. “Salah ngomong sedikit, sudah dipelintir sana-sini,” ujarnya.

Purbaya meminta publik untuk memberi kesempatan menunjukkan kinerjanya. Sebelum menghakimi terlalu cepat. “Jadi ke depan, tolong beri saya waktu untuk bekerja dengan baik. Nanti kalau udah berapa bulan, baru Anda kritik,” tandasnya.(ayi/han/agf/oni/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#harga emas #ihsg #Merosot #meroket #menkeu #update