JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Prabowo Subianto berencana menyediakan layar digital pintar (Smart Digital Screen) untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Tahun ini ditargetkan 330 ribu sekolah akan mendapatkan smart digital screen ini. Satu sekolah akan mendapatkan satu layar digital pintar.
Ditargetkan, pada tahun depan, satu sekolah bisa memperoleh tiga layar. Dengan begitu, kata dia, maka pembelajaran bisa menggunakan konten animasi mendatangi kelas-kelas siswa hingga area makan. Saat masuk di salah satu kelas, ia sempat terdiam menyaksikan anak-anak tengah bernyanyi dan membaca puisi.
Sambil menyusuri ruang kelas, Presiden pun mendatangi salah satu siswa dan membenarkan posisi kabaretnya. Ia lantas berpesan agar siswa tersebut belajar dengan giat. Ditemui usai peninjauan, Presiden menyebut jika penyelenggaraan Sekolah Rakyat sudah cukup baik.
Dari segi fasilitas misalnya, tempat tidur disebutnya sudah nyaman. Di mana, setiap tiga siswa satu kamar, lengkap dengan kamar mandi. “Saya sendiri dulu di akademi militer, 60 orang berbagi kamar mandi sederhana,” kenangnya lantas tersenyum.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, bahwa saat ini sudah 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi. Jumlah tersebut akan bertambah sebanyak 65 pada akhir September 2025 ini. “Sekitar dua sampai tiga minggu lagi, jumlahnya akan menjadi 165. In sya Allah, Oktober saya akan kembali meninjau,” sambungnya.
Dia pun menargetkan, ada penambahan sebanyak 100 Sekolah Rakyat lagi di tiap tahunnya. Sehingga, target 500 Sekolah Rakyat dapat tercapai dalam lima tahun ke depan, khususnya di daerah-daerah kantong masyarakat yang paling tertinggal dan kelompok ekonomi terbawah.
“Secara statistik, itu desil 1 dan 2, tetapi saya juga merencanakan untuk menjangkau desil 3, 4, dan 5. Semua anak-anak kita harus mendapat pendidikan dengan fasilitas yang baik. Kita tidak boleh tertinggal dari bangsa lain,” tegasnya.
Dia meyakini, Sekolah Rakyat merupakan investasi yang cukup baik yang dilakukan oleh Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para guru, dan para wali murid. Keberadaannya memberi kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan.
Anak-anak yang sebelumnya minder karena kondisi ekonomi keluarganya, kini bisa percaya diri dan mendapat pendidikan yang layak. “Kita tidak bisa hanya berharap ada perbaikan alamiah. Kalau perlu, kita intervensi dan bantu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa setiap arahan Presiden akan diterjemahkan secara nyata oleh pihaknya dan kementerian/lembaga terkait. Dalam kunjungannya pun, perhatian Presiden sangat detail, tidak hanya pada aspek kebijakan, tetapi juga pada keseharian siswa.
“Selama berkeliling di sini , beliau minta kebersihan itu benar-benar dijaga. Terutama mulai dari toilet, kemudian tempat asrama, dan juga tempat belajar. Kemudian gizinya juga terus diperhatikan. Makanya beliau tadi ke ruang makan untuk melihat menu hari ini,” paparnya.
Selain aspek keseharian, sarana pembelajaran juga diminta untuk segera dipenuhi. Menurutnya, saat ini semuanya masih dalam proses. Diharapkan, di akhir September semua perlengkapan bisa diterima oleh seluruh siswa Sekolah Rakyat.(mia/das)
Editor : Bayu Saputra