Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berpidato di Sidang Umum PBB: Inilah 8 Momen Menarik Presiden Prabowo Dapat 8 Kali Tepuk Tangan hinga Standing Ovation

Redaksi • Rabu, 24 September 2025 | 09:57 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan solusi dua negara di Markas PBB, New York, Senin (22/9/2025).
Presiden RI Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan solusi dua negara di Markas PBB, New York, Senin (22/9/2025).
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO)  - Dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025), Presiden RI Prabowo Subianto mencuri perhatian.

Dia mendapat sambutan meriah dengan delapan kali tepuk tangan dan standing ovation usai berpidato. Di mana dalam pidatonya dia menekankan perdamaian, solidaritas, dan komitmen Indonesia terhadap isu global.

Prabowo menyinggung isu-isu fundamental dunia mulai dari konflik global, perubahan iklim, hingga keadilan internasional. Berikut delapan momen penting yang memicu tepuk tangan dari para pemimpin dunia dan delegasi yang hadir.

 Baca Juga: Penyerang Real Madrid Vinicius: Gol ke Gawang Levante Salah Satu Gol Terbaik yang Pernah Saya Cetak

Tepuk tangan pertama terdengar saat Prabowo mengingatkan bahaya ketidakadilan dengan mengutip filsuf  Yunani, Thucydides. Prabowo menegaskan, negara-negara di dunia harus berdiri untuk semua kebenaran.

“Yang kuat melakukan apa yang mereka bisa, yang lemah menderita apa yang harus mereka tanggung. Kita harus berdiri untuk semua, baik yang kuat maupun yang lemah. Kekuatan tidak bisa dijadikan kebenaran. Kebenaranlah yang harus menjadi kebenaran," kata Prabowo.

Tepuk tangan kedua muncul ketika Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia mengirim ribuan pasukan penjaga perdamaian ke berbagai wilayah konflik.

 Baca Juga: Penyerang Real Madrid Vinicius: Gol ke Gawang Levante Salah Satu Gol Terbaik yang Pernah Saya Cetak

“Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Majelis ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri bangsa kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza, Ukraina, Sudan, Libya—di mana pun perdamaian perlu ditegakkan dan dijaga,” tutur Prabowo.

Tepuk tangan ketiga terjadi saat Prabowo menyerukan pesan optimisme. Prabowo mengajak aksi PBB harus berdampak nyata bagi dunia internasional.

“Yang Mulia Presiden, Yang Mulia para delegasi, saya mengusulkan kepada Majelis ini sebuah pesan harapan dan optimisme yang berlandaskan pada tindakan nyata dan pelaksanaan,” ucapnya penuh semangat.

Tepuk tangan keempat terdengar saat Prabowo menyinggung tekanan terhadap bumi akibat populasi yang terus meningkat.

“Populasi dunia terus bertambah,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan.

Tepuk tangan kelima mengiringi penegasan Prabowo soal kekuatan solidaritas menghadapi penindasan.

“Kita mungkin lemah secara individu, tetapi rasa tertindas, rasa ketidakadilan, telah terbukti dalam sejarah umat manusia menyatu menjadi sebuah kekuatan besar yang mampu mengatasi penindasan dan ketidakadilan,” jelasnya.

Tepuk tangan keenam muncul saat Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara.

“Untuk menutup, saya ingin kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara di Palestina,” ujarnya.

Sementara, tepuk tangan ketujuh terdengar ketika Prabowo menekankan bahwa perdamaian sejati hanya terwujud jika hak semua pihak dijamin.

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan itu kita dapat memiliki perdamaian sejati, perdamaian tanpa kebencian dan kecurigaan. Dua keturunan Abraham harus hidup dalam rekonsiliasi, damai, dan harmoni,” ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengajak negara-negara di dunia untuk melanjutkan perjalanan kemanusiaan yang telah dirintis para pendiri bangsa, yang memicu standing ovation di ruang sidang.

“Mari kita bekerja menuju tujuan mulia ini. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, sebuah perjalanan yang dimulai oleh para pendahulu kita, sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan. Terima kasih,” pungkas Prabowo.

Secara garis besar, Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif memperjuangkan perdamaian dunia, keadilan, serta solusi konkret atas tantangan global mulai dari perubahan iklim hingga krisis kemanusiaan di Palestina.***

Editor : Edwar Yaman
#tepuk tangan #sidang umum pbb #standing ovation #palestina #Presiden Prabowo #Presiden RI