Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Biro Pers Istana Cabut ID Card Reporter CNN Indonesia yang Liputan di Istana Kepresidenan, Dewan Pers Ingatkan Semua Pihak Hormati Kebebasan Pers

Redaksi • Minggu, 28 September 2025 | 20:51 WIB
Ilustrasi, ID Card Jurnalis.
Ilustrasi, ID Card Jurnalis.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dewan Pers menerima pengaduan terkait pencabutan ID Card reporter CNN Indonesia yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pers, Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan bahwa pihaknya kembali mengingatkan semua pihak untuk menjunjung tinggi pelaksanaan kemerdekaan pers yang dijalankan oleh wartawan atau jurnalis di mana pun bertugas.

"Karena itu kami menyampaikan pernyataan sikap terkait aduan tersebut," ujarnya.

Adapun pernyataan sikap tersebut ialah, pertama Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan mengenai pencabutan ID
Card wartawan CNN Indonesia agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana.

Kedua, Dewan Pers menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati tugas dan fungsi pers yang mengemban amanah publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ketiga, Dewan Pers mengharapkan agar kasus ini maupun kasus serupa tidak terulang di masa mendatang demi terjaganya iklim kebebasan pers di Indonesia.

Keempat, Dewan Pers meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia yang dicabut segera dipulihkan sehingga yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana.

"Demikian seruan Dewan Pers ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian semua pihak," tutupnya.(rls/azr).

Editor : Eka G Putra
#kebebasan pers #Biro pers istana cabut id card wartawan #Jurnalis cnn indonesia #liputan istana #Liputan istana kepresidenan #dewan pers #biro pers istana #Id card reporter