Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dua Malam Negosiasi dengan Tokoh Adat Suku Anak Dalam, Kisah Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Jemput Bilqis di Pelosok Jambi

Redaksi • Selasa, 11 November 2025 | 13:05 WIB
Bilqis, balita berumur 4 tahun kembali ke pelukan orangtuanya setelah diculik.
Bilqis, balita berumur 4 tahun kembali ke pelukan orangtuanya setelah diculik.

RIAUPOS.CO - Kisah dramatis penculikan Bilqis, balita berumur 4 tahun dari Makassar yang dijual hingga kepada Suku Anak Dalam di Jambi masih jadi perbincangan.

Bilqis ditemukan tidak sampai seminggu pascapenculikan pada 2 November lalu, Bilqis sempat dijual hingga ke Suku Anak Dalam jambi. Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Nasrullah menceritakan proses panjang penjemputan Bilqis.

Dikutip dari pemberitaan Fajar (Jawa Pos Group) pada Selasa (11/11/2025), Iptu Nasrullah menyampaikan bahwa pencarian Bilqis berlangsung dramatis. Sebab, dia sudah dianggap keluarga oleh Suku Anak Dalam yang membeli Bilqis. Selain itu, Bilqis juga sudah berbaur dengan keluarga yang membelinya dari penculik.

”Awalnya kami melakukan penyelidikan di Taman Pakui. Dari situ kami mendapatkan informasi lewat CCTV, lalu kami telusuri,” ungkap Nasrullah saat diwawancarai di Makassar.

Menurut Nasrullah, petunjuk dari rekaman CCTV sangat penting dalam proses pencarian Bilqis. Dari CCTV itu, aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi penculik berinisial SY dan mengejarnya sampai ke Jawa Tengah (Jateng).

”Akhirnya kami temukan pelaku pertama itu, terus kami kembangkan lagi. Ternyata anak itu dijemput oleh seorang wanita dari Jakarta,” kata dia.

Berdasar pengakuan SY, terungkap jejak yang mengarah ke wilayah Sukoharjo, Jateng. Tanpa menunda waktu, Nasrullah bersama 3 rekannya, termasuk Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Supriadi Gaffar langsung terbang ke Jateng dan mengamankan pelaku.

”Kami akhirnya ke Sukoharjo dan langsung bisa amankan. Setelah ditanyakan, ternyata anak itu sudah dibawa ke Jambi,” kata dia.

Dari Sukoharjo, perjalanan panjang tim Polrestabes Makassar berlanjut ke Jambi. Mereka menempuh perjalanan selama 12 jam sampai wilayah Kerinci di Jambi. Nasrullah mengakui bahwa bantuan dari aparat kepolisian setempat juga sangat berarti. Sebab, posisi Bilqis berada di pedalaman dan pelosok Jambi.

”Di sana luar biasa bantuannya. Kami kemudian berangkat ke Kerinci, dan mengamankan dua pelaku lainnya, MA dan AS,” ungkap dia Nasrullah.

Dari penuturan para pelaku yang sudah diamankan, Bilqis dijual kepada Suku Anak Dalam di wilayah Merangin. Karena itu, perjalanan berlanjut kembali dari Kerinci ke Merangin. Kurang lebih perjalanan selama 4 jam ditempuh oleh para polisi tersebut.

Setelah sampai, proses negosiasi dengan warga Suku Anak Dalam tidak berjalan mudah. Polisi harus berdialog selama 2 malam penuh bersama tokoh adat setempat agar Bilqis bisa dikembalikan. Sebab, Bilqis sudah berbaur dan dianggap keluarga oleh suku tersebut.

”Setelah dialog selama 2 malam dibantu Polda Jambi, akhirnya kami bisa membawa pulang Bilqis,” jelas Nasrullah.

Editor : M. Erizal
#Bilqis dijual ke Suku Anak Dalam #Bilqis diculik #makasar #penculikan anak #Bilqis ditemukan