Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Aksi Brutal Pacar di Depok yang Viral Membuka Fakta Mencengangkan, Bukan Sekadar Asmara Ternyata...

Redaksi • Minggu, 16 November 2025 | 13:49 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi


RIAUPOS.CO - Polkisi membongkar fakta lain di balik kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial IN di Cimanggis, Depok.

Hubungan keduanya tak hanya soal kekerasan fisik, tetapi ada dugaan pola kejahatan berlapis, manipulasi, pemaksaan, hingga ajakan melakukan tindak kriminal.

Pria berinisial A, pelaku yang juga kekasih korban resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Depok.

Aksi brutal sang pacar viral di media sosial dalam sebuah video yang direkam oleh sang wanita, korban sendiri. Dalam video itu terekam momen ketika korban dipukul, dicekik, dan didorong hingga hampir jatuh dari tangga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan bahwa kasus ini bukan penganiayaan biasa. Ada riwayat kejahatan yang pernah dilakukan pelaku bersama korban.

Menurut Budi, keduanya mereka pernah melakukan aksi kriminal dengan cara si perempuan ini disuruh pacaran dengan orang.

"Setelah itu motornya dilarikan sama si pacar si pelaku. Tapi sudah selesai. Sudah pernah, akhirnya mereka mengembalikan,” jelas Budi, Sabtu 15 November 2025.

Rangkaian informasi ini memperkuat dugaan bahwa korban selama ini berada dalam hubungan yang bersifat mengontrol dan berbahaya.

Ketika korban mencoba menolak keterlibatan dalam tindakan kriminal lain, cekcok pun pecah hingga berujung penganiayaan. Dari keterangan awal kepada penyidik, penganiayaan terbaru dipicu perdebatan soal uang.

Dikatakan Budi, keduanya terlibat percekcokan setelah masalah keuangan keluarga mereka habis dipakai salah satu pihak.

“Kalau yang kejadian sekarang itu, dari hasil keterangan sementara, itu faktor ekonomi,” ujarnya.

Budi juga menegaskan bahwa polisi tengah mendalami narasi lain yang muncul di video viral. Yakni dugaan bahwa penganiayaan terjadi karena korban menolak diajak kembali melakukan kejahatan.

“Tapi masih dikembangkan, benar nggak atas ajakan, karena tidak mau melakukan kriminal,” kata Budi.

Penyidik kini memeriksa kemungkinan adanya lebih dari satu korban. Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa pelaku diduga kerap menjebak perempuan dengan dalih hubungan asmara untuk memuluskan aksi-aksi kriminalnya.

Pelaku A ditangkap di Cilincing, Jakarta Utara, setelah buron beberapa hari. Saat ditangkap, ia mengenakan baju berwarna hitam.

Namun polisi juga menyita baju merah dan celana pendek oranye, pakaian yang dikenakan pelaku saat penganiayaan dan terekam jelas dalam video.

Dalam rekaman viral itu, korban terdengar menangis dan berusaha menjauh dari pelaku.

“Gue udah diem, lu mukul lagi. Gue udah diem, gue mau pergi tadinya, gue mau pesen grab. Ya udah sana jangan dekat-dekat gue,” ucap korban.

Kondisi rambut korban yang acak-acakan serta wajah penuh ketakutan menunjukkan. Bahwa kekerasan tersebut bukan kejadian spontan, tetapi mencerminkan pola relasi yang sudah lama tidak sehat.

Menurut Budi, korban mengalami memar di paha kiri dan kanan akibat kekerasan fisik tersebut.

“Ini tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan IN oleh Saudara A mencekik, memukul, mendorong korban dari tangga,” ujarnya.

Dalam banyak kasus serupa, korban sering tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanfaatkan. Manipulasi emosional, ancaman, dan kedekatan relasi menjadi alat yang dipakai pelaku untuk melakukan kontrol paksa dalam hubungan.

A kini ditahan dan diperiksa intensif. Polisi memastikan kasus ini akan dikembangkan, baik dari sisi kekerasan maupun keterlibatan dalam tindak kriminal lain.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat tentang bahaya hubungan toxic yang tidak hanya menimbulkan luka fisik, tapi bisa menyeret korban ke dalam jeratan aksi kriminal.

Editor : M. Erizal
#penganiayaan #aniaya pacar #depok #video viral