Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penerima Bansos di Bogor Viral, Punya Rumah Bagus dan Mobil di Garasi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Redaksi • Selasa, 25 November 2025 | 11:19 WIB
Rumah penerima bansos di Bogor yang ditempel stiker keluarga miskin punya mobil hingga videonya viral.
Rumah penerima bansos di Bogor yang ditempel stiker keluarga miskin punya mobil hingga videonya viral.

RIAUPOS.CO - Video terkait penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) viral di media sosial, apa pasal? Di video tersebut memperlihatkan rumah yang dipasangi stiker sebagai warga miskin penerima bansos terlihat bagus dan ada mobil terparkir di garasi.

Terlihat seorang wanita menempel stiker yang bertuliskan: Keluarga Miskin Penerima Bansos, namun pemandangan di sekelilingnya terlihat kontras karena tidak terlihat kemiskinan sama sekali.

Rumah yang berada di Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas itu terlihat bagus, dan di garasinya terlihat satu unit mobil pribadi berwarna putih.

Tak pelak, video itu viral dan langsung memicu perbincangan luas di media sosial, terutama karena warga mempertanyakan ketepatan data penerima bantuan.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Ciomas telah melakukan verifikasi setelah video tersebut ramai diperbincangkan.

Mereka mengonfirmasi bahwa pemilik rumah memang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat sejak tahun 2020.

Selama menjadi penerima, yang bersangkutan memperoleh bantuan PKH, sembako, hingga BLT dari berbagai program pemerintah.

Namun kasus ini menjadi sorotan publik karena kondisi ekonomi keluarga tersebut dinilai tak lagi sesuai dengan kriteria warga miskin.

Mobil yang terparkir di rumah itu dianggap sebagai indikator bahwa kemampuan ekonominya tidak lagi masuk kategori penerima bantuan sosial. Setelah videonya viral, pihak keluarga akhirnya mengundurkan diri dari daftar penerima PKH.

Petugas pendamping menjelaskan bahwa data bansos sebenarnya terus diperbarui, tetapi proses pemutakhiran terkadang membutuhkan waktu.

Akibatnya, beberapa keluarga yang seharusnya sudah tidak masuk kategori miskin masih tercatat sebagai penerima.

Situasi seperti ini, menurut pendamping, sangat mungkin terjadi karena data bersifat dinamis dan dipengaruhi banyak faktor di lapangan. Pemkab Bogor menanggapi kasus tersebut dengan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Pemerintah daerah mengakui adanya ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan, bahkan menemukan beberapa kasus lain di mana penerima bansos ternyata memiliki kendaraan roda dua hingga roda empat.

Kondisi ini membuat Pemkab menegaskan pentingnya verifikasi ulang secara menyeluruh agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Pakar kebijakan publik menilai kasus ini sebagai sinyal kuat perlunya integrasi data penerima bantuan dengan data kepemilikan aset, seperti kendaraan bermotor atau bangunan.

Dengan sistem yang lebih terhubung, pemerintah bisa meminimalkan penyalahgunaan data dan memastikan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Warga sekitar menilai fenomena ini sebagai bentuk ketidakadilan sosial.

Mereka menganggap bahwa bantuan sosial harus diperuntukkan bagi keluarga yang benar-benar berada dalam kondisi sulit, bukan bagi mereka yang sudah memiliki aset bernilai tinggi seperti mobil.

Viral-nya video ini dianggap wajar karena masyarakat ingin memastikan dana negara tidak salah sasaran. Kasus penerima bansos yang memiliki mobil ini kini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan pusat.

Editor : M. Erizal
#penerima bansos punya mobil #bansos #bogor #penerima bansos kaya #video viral