Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Korban Capai 708 Jiwa, Tiga Provinsi di Sumatera Masih Terisolasi

Yusnir. • Selasa, 2 Desember 2025 | 22:32 WIB
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11/2025).
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11/2025).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Skala bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan dampak serius. Hingga Selasa (2/12/2025), jumlah korban meninggal dunia melonjak menjadi 708 jiwa, sementara 499 orang masih dilaporkan hilang.

Data ini disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapuspedatin) BNPB Abdul Muhari dalam jumpa pers daring yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia.

"Sore ini, untuk status hasil pencarian dan pertolongan secara umum, meninggal dunia 708 jiwa, hilang masih dilaporkan 499 jiwa," kata Abdul saat konferensi pers melalui kanal YouTube, Selasa (2/12/2025).

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Hingga laporan diterima, 294 orang meninggal dunia dan 155 jiwa hilang. Sejumlah daerah menjadi titik paling parah terdampak.

"Wilayah yang paling terdampak adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara," ujar Abdul.

Upaya pencarian masih berlangsung, namun medan sulit dan banyaknya titik longsor membuat evakuasi memerlukan waktu lebih lama.

Di Aceh, BNPB mencatat 218 korban meninggal dunia dan 227 masih hilang. Empat kabupaten hingga kini belum bisa diakses sepenuhnya melalui jalur darat.

"Kemudian untuk Provinsi Aceh, per hari ini, meninggal dunia 218 jiwa dan hilang masih ada di data kami itu 227 jiwa," kata Abdul.

Dalam rapat rencana operasi harian, BNPB menegaskan bahwa Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang menjadi daerah yang paling sulit dijangkau. Akses terputus total di beberapa titik membuat bantuan harus dikirim melalui jalur udara dan laut.

Sementara itu, di Sumatera Barat, korban jiwa terus bertambah. Hingga pukul 16.00 WIB, tercatat 196 orang meninggal dunia dan 117 orang masih hilang. Abdul menegaskan bahwa prioritas utama tim gabungan saat ini adalah pemulihan akses di dua wilayah terdampak berat.

"Untuk Provinsi Sumatera Barat, fokus utama untuk pembukaan akses ada di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang yang terdampak banjir longsor di kawasan Gunung Singgalang. Ini menjadi atensi dan fokus untuk bisa dipulihkan secepat mungkin," pungkasnya.

Editor : Rinaldi
#korban hilang #korban jiwa #pulau sumatera #banjir bandang