Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lagi, 31 Jenazah Ditemukan, Pemprov Riau Galang Dana Korban Bencana

Redaksi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:38 WIB
Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jumlah korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru pada Jumat (5/12), yang menunjukkan situasi di lapangan masih dalam kondisi darurat.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari, menyebut tim gabungan telah menemukan 31 jenazah tambahan pada proses pencarian hari ini. Penemuan ini membuat total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi mencapai 867 orang. Sementara 521 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian.

“Sumatera Utara ditambah satu jenazah dari Tapanuli Tengah. Jadi total korban meninggal di Sumut menjadi 312 orang dan 133 masih dalam pencarian,” ujarnya dalam konferensi pers di Aceh, kemarin.

Menurut Abdul, penambahan korban paling banyak ditemukan di Aceh, dengan 20 jenazah ditemukan hari ini. Rinciannya, 6 jenazah di Aceh Tamiang, 1 di Aceh Utara, 9 di Aceh Timur, dan 4 di Pidie Jaya. Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal di Aceh kini mencapai 345 orang, sementara 174 orang masih belum ditemukan.

Di Sumatera Barat, petugas gabungan juga menemukan korban baru, 10 jenazah di Kabupaten Agam dan 3 jenazah di Padang Panjang, sehingga jumlah korban meninggal di provinsi tersebut juga bertambah signifikan. Tak hanya memakan korban jiwa, bencana ini juga memaksa lebih dari 849 ribu warga meninggalkan rumah mereka. BNPB mencatat ada 849.133 pengungsi yang tersebar di tempat penampungan sementara.

Angka terbesar berasal dari Aceh, yang mencapai lebih dari 775 ribu orang. Di Sumatera Utara, terdapat lebih dari 51 ribu warga yang terpaksa mengungsi, sedangkan di Sumatera Barat jumlah pengungsi mencapai lebih dari 22 ribu jiwa.

BNPB menjelaskan kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian kini mencakup makanan siap saji, tenda dan selimut darurat, obat-obatan, pakaian layak pakai, layanan MCK, hingga pendampingan trauma healing untuk anak-anak dan lansia.

Di sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi, akses jalan darat yang sempat terputus kini mulai dibuka. Pembukaan jalur dinilai krusial untuk mempercepat distribusi logistik, evakuasi warga yang terjebak, hingga penanganan medis korban luka.

“Prioritas kita bukan hanya pencarian korban, tetapi memastikan seluruh pengungsi menerima perlindungan dan kebutuhan dasar yang layak serta aman,” tegas Abdul.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah di ketiga provinsi terdampak menyatakan status darurat bencana tetap diberlakukan hingga proses evakuasi, pencarian, dan pemulihan akses selesai dilakukan sepenuhnya.

Pemprov Riau Galang Dana Korban Bencana

Pemerintah Provinsi Riau mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Imbauan tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

SF Hariyanto mengatakan, bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak. “Kami mengajak semua pihak ikut membantu,” ujarnya, Jumat (5/12). Ia menegaskan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial menjadi kekuatan penting bagi daerah tetangga yang sedang menghadapi masa sulit.

Dalam surat imbauan resmi, Pemprov Riau meminta bantuan dikumpulkan secara sukarela, terutama berupa pakaian layak untuk anak dan dewasa, beras, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, air mineral, kopi, gula pasir, dan minyak goreng. Kebutuhan lain seperti sabun, sampo, pembalut wanita, popok, hand sanitizer, dan perlengkapan mandi juga sangat diperlukan.

SF Hariyanto menambahkan bahwa Riau selalu siap memberikan dukungan kemanusiaan ketika daerah sekitar dilanda bencana. “Ini bentuk kepedulian kita,” tegasnya.  Ia berharap bantuan masyarakat Riau dapat segera sampai kepada warga yang terdampak. Seluruh bantuan disalurkan langsung ke Posko Satpol PP Provinsi Riau (Gudang Kopan) di Jalan Letkol Hasan Basri No. 04 Pekanbaru. Koordinasi pengantaran bantuan dilakukan melalui Yopi Ariwatama di nomor 0821-7222-6693.

Menurut Pemprov Riau, mekanisme pengumpulan melalui satu pintu akan memudahkan pendataan dan distribusi agar bantuan tepat sasaran. Pemerintah memastikan semua bantuan kemanusiaan akan segera dikirim ke tiga provinsi terdampak setelah masa pengumpulan selesai.

SF Hariyanto mengapresiasi ASN dan masyarakat Riau yang selama ini aktif dalam aksi kemanusiaan. Ia berharap dukungan kali ini kembali menunjukkan kekuatan kebersamaan lintas provinsi. “Semoga bantuan kita bermanfaat,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan bersama forkopimda juga melakukan penggalangan dana serta menyiapkan bantuan kemanusiaan yang akan segera disalurkan ke daerah terdampak. Dalam rangka persiapan penyaluran bantuan tersebut, Bupati Pelalawan H Zukri bersama Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK, Sekda Tengku Zulfan,  unsur TNI dan kepala OPD menggelar rapat koordinasi di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (5/12).

Rapat ini membahas teknis penggalangan dana, pengumpulan bantuan, serta rencana pemberangkatan tim ke lokasi bencana. Hasilnya, disepakati Tim Peduli Bencana Kabupaten Pelalawan akan dilepas secara resmi, Ahad (7/12) mendatang di Taman Bola Pangkalankerinci. Pemkab Pelalawan juga mengajak seluruh kelompok masyarakat dan paguyuban yang ada di Pelalawan untuk bersama-sama berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini.

Mulai hari ini, seluruh OPD di lingkungan telah memulai penggalangan dana secara serentak. Selain ASN, masyarakat umum juga diimbau turut berkontribusi melalui sumbangan dana, sembako, pakaian layak pakai, serta kebutuhan dasar lainnya. Dalam rapat tersebut juga ditetapkan bahwa jumlah relawan yang akan diberangkatkan sebanyak 45 orang yang terdiri dari Polri sebanyak 15 orang, TNI sebanyak 15 orang, dan BPBD sebanyak 15 orang.

“Jadi, relawan akan dibagi menjadi tiga tim dan akan ditempatkan dimasing-masing Provinsi,” terang Bupati Pelalawan H Zukri. Diungkapkannya, adapun bantuan yang akan disalurkan meliputi sembako, obat-obatan, pakaian layak pakai, tenaga relawan, tenaga medis, uang tunai, serta kebutuhan darurat lainnya.

Semntera itu, Dinas PUPR akan mengerahkan 6 unit alat berat untuk membantu proses penanganan bencana. “Kemudian, BPBD akan mendirikan tenda-tenda darurat di lokasi bencana, sementara Dinas Pemadam Kebakaran menurunkan unit mobil pemadam, dan Dinas Kesehatan menyiapkan ambulans serta tenaga kesehatan,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Zumri, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk turut ambil bagian dalam penggalangan bantuan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan. “Bencana ini adalah duka kita bersama. Kita harapkan seluruh elemen masyarakat dapat bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.” tutur Bupati.(yus/sol/amn)

Editor : Bayu Saputra
#bmkg #bnpb #bencana Sumatera #banjir #Bencana Aceh #bencana sumbar