JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta operator angkutan mematuhi standar keselamatan untuk menekan angka fatalitas atau kematian akibat kecelakaan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemantauan udara serta tilang berbasis drone juga digunakan guna melihat serta menindak pelanggar lalu lintas (lalin).
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya telah meminta Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk bertemu seluruh pemangku kepentingan. Khususnya operator bus. ”Mengingatkan ulang standar keselamatan di moda darat,” tegasnya.
Dia juga melihat kesiapan perangkat pendukung. Termasuk, pemantauan udara dan tilang elektronik berbasis drone. Kendaraan penyelamatan kecelakaan yang dilengkapi peralatan evakuasi juga disediakan.
Menurut Dudy, penggunaan teknologi membantu mengantisipasi kejadian di lintasan perjalanan. ”Sehingga, kemacetan atau kondisi darurat bisa termonitor lebih awal dan ditangani lebih cepat,” ucapnya.
Ketika terjadi kecelakaan, kata Dudy, Kemenhub akan meninjau dan mengevaluasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Itu untuk memastikan penyebab dan langkah perbaikan.
Selain itu, untuk menjaga kelancaran arus lalin, skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way disiapkan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
Pergerakan Penumpang
H-3 Natal, sebanyak 32.533 orang meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Puncak arus Nataru pada moda penyebrangan diperkirakan terjadi Selasa (23/12) dan Rabu (24/12).
Data Posko Merak periode 22 Desember 2025 pukul 00.00-23.59 WIB atau H-3, tercatat 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang menuju Sumatera. Ada 117 perjalanan kapal dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.
Kendaraan roda dua tercatat 799 unit (turun 48,9 persen), kendaraan roda empat 3.745 unit (turun 27,8 persen), truk 2.197 unit (turun 30,9 persen), dan bus 390 unit (turun 12,6 persen). ”Secara kumulatif sejak H-10 sampai H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera 271.994 orang atau turun 0,4 persen dan kendaraan 64.360 unit, turun 3,5 persen,” jelas Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo.
Heru memastikan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung siap mendukung kelancaran Nataru. Pihaknya telah merancang skenario saat kepadatan meningkat. Itu untuk menekan potensi antrean di pelabuhan.
Puncak penerbangan Nataru di bandara terjadi pada 20-21 Desember 2025. Pada hari pertama, pergerakan pesawat mencapai 3.738 penerbangan dengan 517 ribu penumpang. Sedangkan, hari kedua terdapat 3.695 penerbangan dan 512 ribu penumpang pesawat.
Dishub Bengkalis Siapkan Empat Armada Ro-Ro
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis mulai memastikan kesiapan pelayanan transportasi laut dengan menyiagakan empat armada kapal di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih Bengkalis dan lintasan Sungai Selari.
“Nataru tinggal sehari lagi. Makanya kami memastikan kesiapan masing-masing instansi yang terlibat dalam pengamanan, khususnya di bidang transportasi darat dan laut,” ujar Sekretaris Dishub Kabupaten Bengkalis, Al Hamidi, Selasa (23/12).
Ia menyebutkan, untuk perlengkapan sarana sudah disiapkan baik dari peralatan teknis maupun non teknis seperti anggaran dan lainnya. “Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru, kami menyiapkan lima armada kapal yang standby melayani penyeberangan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Dishub Bengkalis juga telah menyiapkan sembilan posko pelayanan yang tersebar di pelabuhan penyeberangan dan terminal darat. “Posko ini berfungsi untuk memberikan pelayanan terpadu, mulai dari pengawasan penyeberangan, pengaturan lalu lintas, hingga layanan kesehatan bagi pengguna jasa,” ungkapnya.
Untuk armada kapal kata Hamidi, Dishub Bengkalis memastikan sejumlah kapal siap melayani penumpang, di antaranya KMP Swarna Putri, KMP Mutiara Pertiwi, dan KMP Bahari Nusantara yang sudah beroperasi dan dua kapal lainnya dalam proses yakni Permata Lestari 3, dan KMP Sereia Domar.
“Ya, apabila KMP Permata Lestari 3 telah selesai menjalani docking, kapal tersebut juga akan segera diturunkan ke lintasan untuk membantu pelayanan diperkirakan pada Januari 2026,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Bengkalis, Ardiansyah juga menegaskan, pihaknya terus berupaya maksimal dalam menambah dan menyiapkan armada demi kenyamanan masyarakat. “Alhamdulillah, hingga saat ini penyeberangan Ro-Ro Air Putih menuju Sungai Selari berjalan lancar dan tidak terjadi antrean,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga dirasakan Junaedi, salah seorang warga Bengkalis. “Alhamdulillah sekarang penyeberangan sudah aman dan lancar. Semoga kapal-kapal yang beroperasi tetap dalam kondisi baik dan layak jalan, sehingga tidak terjadi antrean panjang, khususnya bagi kendaraan roda empat,” ungkapnya.
Aktivitas Pelabuhan Sungai Duku Meningkat
Suasana Pelabuhan Sungai Duku Pekanbarutampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi hingga sore hari, penumpang terlihat silih berganti datang dengan membawa tas dan koper, bersiap menyeberang menuju daerah tujuan. Peningkatan aktivitas penumpang cukup terasa jika dibandingkan dengan hari biasa.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Sungai Duku, Etria Idrusalam mengungkapkan, terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. “Namun kalau dibandingkan dari tahun ke tahun, jumlah penumpang justru mengalami penurunan,” ujarnya, Selasa (23/12).
Menurutnya, meski terjadi peningkatan aktivitas, operasional pelabuhan saat ini masih tidak terlalu signifikan. Hanya satu kapal yang beroperasi, yakni KM Jelatik, dengan kapasitas maksimal 186 penumpang. Dalam kondisi libur panjang ini, hampir setiap keberangkatan kapal terisi penuh. “Rata-rata jumlah penumpang penuh,” jelasnya.
Sementara itu untuk harga tiket, Etria memastikan harga tiket masih normal dan tidak mengalami kenaikan yakni sebesar Rp165 ribu per orang. Ia menambahkan, peningkatan aktivitas penumpang mulai terlihat sejak Kamis (18/12) lalu. “Walaupun Natal, kapal tetap beroperasi. Tidak ada libur,” katanya.
Antisipasi Cuaca Ekstrem
Menko PMK Pratikno menyampaikan, seluruh aspek pelayanan Nataru sudah siap. Langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem juga telah disusun. Petugas terus memantau Nataru di sejumlah titik. Pada Senin (22/12), misalnya. Dia bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kemenhub sidak di Pelabuhan Merak, Banten.
Lintas sektor, kata dia, sudah siap menghadapi cuaca buruk. Penyelenggara transportasi, kepolisian, dan TNI memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan, saat ini, ada 50 posko di Banten. Posko ini terdiri atas pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu. ”Posko tersebut difokuskan untuk mengamankan empat objek utama, yakni arus penyeberangan di Pelabuhan Merak, kegiatan ibadah Natal, aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun, serta destinasi wisata,” jelasnya.(ksm/dof/raf/mia/jpg)
Editor : Bayu Saputra