Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sosok Letjen Widi Prasetijono jadi Sorotan Usai Nonjob Stafsus KSAD, Karier Mentereng, Pernah jadi Ajudan Jokowi

Redaksi • Minggu, 28 Desember 2025 | 15:03 WIB

Letjen Widi Prasetijono
Letjen Widi Prasetijono


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Nama Letjen Widi Prasetijono jadi sorotan usai kini nonjob. Kini Letjen Widi Prasetijono nonjob, hanya menjadi Staf Khusus KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak saja.

Sebelumnya dia juga hanya menjadi Dosen di Universitas Pertahanan (Unhan). Sosok Jenderal bintang tiga ini lama di Kopassus dan pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi.

Selama berkarier, Letjen Widi Prasetijono banyak menduduki jabatan strategis. Selama ini dia banyak bertugas di pasukan elit Angkatan Darat, Kopassus.

Bahkan Widi pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus (Danjen) Kopassus tahun 2022 dengan pangkat Mayjen.

Berikut riwayat pekerjaan Widi Prasetijono sebelum nonjob:

Perwira Menengah Pertama Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) tahun 1993

Komandan Unit (Danunit) Grup 2 Kopassus (1995)

Komandan Unit Batalyon (Danunit Yon) 22 Grup 2 Kopassus (1996)

Komandan Sub Tim (Dansubtim Yon) 22 Grup 2 Kopassus (1998)

Komandan Tim (Dantim) Yon 22 Grup 2 Kopassus (2000)

Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Grup 1 Kopassus (2003)

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) 11 Grup 1 Kopassus (2006)

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 400/Raider (2009—2010)

Perwira Pembantu Madya Operasi (Pabandya Ops) Staf Operasi Kodam (Sopsdam) IV/Diponegoro (2010—2011).

Dandim) 0735/Surakarta pada tahun 2011.

Danrem 071/Warastratama 2017.

Danrem 091/Aji Surya Natakesuma 2018-2020

Kasdam Kodam IV/Diponegoro 2020-2022.

Danjen Kopassus 2022.

Pangdam IV Diponegoro 2022-2023.

Komandan Kodiklatad 2023-2024.

Dosen tetap Universitas Pertahanan (Unhan) 2025.

Selain jabatan struktural, Letjen Widi juga tercatat pernah terlibat dalam sejumlah operasi militer penting, di antaranya Operasi Seroja di Timor Timur serta operasi pemulihan keamanan di Papua.

Ia juga kerap dipercaya mengikuti penugasan dan kerja sama militer di berbagai negara, seperti Singapura, China, Myanmar, Australia, Malaysia, Turki, dan Amerika Serikat.

Widi Prasetijono diduga terkait dengan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) BUMD PT Cilacap Segara Artha (CSA). Kini statusnya sebagai saksi.

Sebelumnya, tim gabungan Kejagung dan Kejati Jateng menangkap Gus Yazid di rumahnya di Bekasi, Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kasi Penkum Kejati Jateng, Arfan Triono mengatakan, Gus Yazid menerima aliran dana dari Keluarga Widi Prasetijono.

Kejati Jateng diketahui telah memanggil mantan Pangdam IV/Diponegoro Widi Prasetijono, Senin (1/12/2025) sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) BUMD PT Cilacap Segara Artha (CSA).

Sekadar innformasi, Kejati Jateng, sejauh ini sudah 3 orang diadili yaitu Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Awaluddin Muuri, Mantan Komisaris PT Cilacap Segara Artha Iskandar Zulkarnain, Mantan Direktur PT Rumpun Sari Antan Andhi Nur Huda.

Pada Rabu (24/12/2025) kemarin, Kejati Jateng juga menetapkan Gus Yazid sebagai jadi tersangka dan resmi menahannya dalam kasus ini.

Letjen Widi Prasetijono memiliki total kekayaan sebesar Rp 16,48 miliar. Jumlah itu yang dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2024.

Aset Letjen Widi Prasetijono yang terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp 13,7 miliar yang tersebar di Semarang, Boyolali, Surakarta, dan Tangerang Selatan.

Ia juga memiliki tiga unit mobil, termasuk Toyota Alphard senilai Rp 900 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 1,18 miliar. Dalam laporan tersebut, Widi tercatat tidak memiliki utang.

Editor : M. Erizal
#Gus Yazid #tppu #PT Cilacap Segara Artha #kejati jateng #widi prasetijono #Letjen Widi Prasetijono Kasus