Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ini Sosok Pilot Senior dan Kopilot Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung

Redaksi • Minggu, 18 Januari 2026 | 16:35 WIB

Pilot Andy Dahananto
Pilot Andy Dahananto


RIAUPOS.CO - Peristiwa kecelakaan Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulsel meninggalkan duka mendalam.

Sosok pilot pesawat tersebut bernama Andy Dahananto. Ia pilot senior yang sudah berprofesi sebagai penerbang pesawat sejak tahun 1988 atau sejak 38 tahun lalu.

Lulusan dari Juanda Flying School tahun 1987 itu memulai karirnya pada tahun 1988 di perusahaan sebagai Pilot Fix Wing.

Dilansir dari laman resmi Indonesia Air Transportasi (IAT), Andy Dahananto saat ini menjabat sebagai Direktur Operasi sejak Juni 2019.

Tercatat, pesawat dengan nomor lambung PK-THT ini sudah dipiloti sejak 2016 atau sejak 10 tahun lalu. Capt Andy Dahananto saat ini berumur 52 tahun.

Andy tercatat sebagai kapten surveilans Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sedangkan Co-Pilot pesawat ATR 42‑500 milik IAT yang mendampingi Andy Dahananto adalah Muhammad Farhan Gunawan.

Ia merupakan alumni berprestasi dari Sekolah Islam Athirah Makassar. Farhan menamatkan pendidikan SMP pada tahun 2016, kemudian melanjutkan ke SMA Athirah.

Setelah lulus, ia menempuh pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia dan tercatat sebagai alumni Taruna.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Di dalam pesawat nahas ini tercatat 11 orang terdiri dari 8 kru pesawat dan 3 penumpang pesawat.

Nama-nama kru yang beredar antara lain pilot Andy Dahananto, kopilot Farhan, dan kru yang lain seperti Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita dan Ester Aprilita.

Sementara tiga nama penumpang pesawat ini adalah Deden, Ferry dan Yoga.

Tim SAR gabungan dilaporkan menemukan sejumlah serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat tersebut di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) pagi.

Penemuan ini terjadi dalam rangka operasi SAR lanjutan pascahilangnya kontak pesawat.

Serpihan yang ditemukan terdiri dari beberapa bagian penting pesawat, mulai dari potongan pintu berukuran kecil, badan pesawat berukuran besar, hingga bagian ekor.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, membenarkan temuan tersebut.

Editor : M. Erizal
#pilot pesawat jatuh #Pesawat ATR 42 500 #Andy Dahananto #Pesawat ATR 42 500 Jatuh di Bulusaraung