Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan Dari 10 Jenazah, Dua Sudah Teridentifikasi

Redaksi • Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:33 WIB
Tim SAR gabungan bersiap mengangkat jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026).
Tim SAR gabungan bersiap mengangkat jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026).

PANGKAJENE (RIAUPOS.CO) - Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan berakhir, Jumat (23/1).

Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban terakhir. Dengan demikian, total korban yang telah ditemukan sebanyak 10 orang.

”Dengan ditemukannya dua korban terakhir, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup pada hari ini

(kemarin, red),” kata Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Makassar Andi Sultan.

Dalam operasi hari keempat kemarin, korban kesembilan ditemukan oleh tim pada pukul 08.55 WITA. Setelah itu dievakuasi melalui jalur udara. Tak berselang lama, tim kembali menemukan satu korban lainnya di lokasi berbeda di lereng gunung tersebut pada pukul 09.16 WITA.

Seluruh korban dievakuasi menggunakan helikopter menuju Lanud, sebelum selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut.


Baca Juga: Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Kasiops Kansar Makassar Tak Kuasa Tahan Air Mata

Andi Sultan menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat sejak hari pertama. Meliputi unsur TNI/Polri, jajaran pemerintahan, serta BUMN. ”Selain itu, SAR gabungan lainnya juga turut membantu, termasuk Basarnas Mamuju dan Basarnas Palu,” bebernya.

Apresiasi terhadap kinerja tim SAR gabungan disampaikan Asisten Operasi (Asops) Kasdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi. Ia menyebut sinergi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan operasi di medan yang ekstrem.

”Bersama tim SAR gabungan, kita sudah menemukan paket sembilan dan sepuluh di lereng gunung dengan koordinat yang berbeda. Ini melengkapi keseluruhan korban yang berhasil ditemukan, yakni sebanyak 10 korban jatuhnya pesawat ATR 42-500,” paparnya.

Di bagian lain, dari 10 korban kecelakaan yang telah dievakuasi, hingga berita ini diturunkan sebanyak dua korban telah teridentifikasi. Mereka adalah Florencia Lolita Wibisono (pramugari pesawat), serta Deden Maulana.(fit/ris/jpg)

Editor : Bayu Saputra
#pesawat hilang #ATR 42 500 hilang #pesawat ATR #jenazah