JAKARTA (RRIAUPOS.O) -- Namanya es gabus. Biasa juga orang menyebutnya es kue jadul. Jajanan ini kembali ramai diperbincangkan publik.
Walaupun namanya es gabus, jajanan jadul ini bukan terbuat dari gabus atau pun spon. Dikutip dari Pojoksatu.id, es gabus terbuat dari tepung hunkwe, merupakan pati yang diekstraksi dari kacang hijau. Bahan ini sudah lama digunakan dalam berbagai kuliner nusantara dan dikenal aman dikonsumsi.
Walau sudah jadul, jajanan ini kembali menyita perhatian masyarakat. Perhatian muncul setelah seorang pedagang es di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, sempat dituding menggunakan spons sebagai bahan dagangannya.
Tuduhan itu muncul karena tekstur es gabus yang empuk, berpori, dan tampak berbeda dari es krim modern. Padahal, karakter tersebut justru menjadi ciri khas jajanan tradisional ini sejak puluhan tahun lalu.
Dari hasil uji laboratorium, es yang dituding berbahaya tersebut dipastikan tidak mengandung spons, melainkan hanya terbuat dari tepung hunkwe.
Kuliner ini dipercaya sudah hadir sejak masa kolonial Belanda dan berkembang melalui proses akulturasi budaya, termasuk pengaruh kuliner Cina yang memperkenalkan penggunaan pati kacang hijau. Di era 1980-an hingga 1990-an, es gabus menjadi primadona di kantin sekolah dasar. Warnanya berlapis menyerupai pelangi dengan rasa manis lembut membuatnya mudah dikenali dan dirindukan hingga kini.
Tekstur khas es gabus berasal dari sifat alami tepung hunkwe yang berbeda dengan terigu maupun tapioka. Bahan ini tidak memerlukan pengawet tambahan dan relatif mudah dicerna.
Selain itu, pati kacang hijau menghasilkan adonan yang kokoh saat dingin namun tetap lembut. Inilah yang sering disalahpahami sebagai bahan asing, padahal justru menjadi identitas utama es gabus.
Penamaan gabus sendiri merujuk pada teksturnya yang kenyal, padat, dan sedikit berpori, mirip serat spons saat digigit, namun langsung lumer di mulut ketika dingin.
Anda tentu bisa membuat es gabus di rumah, karena bahan-bahan yang diperlukan sangat gampang didapat. Adapun bahannya yaitu: tepung hunkwe 200 gram, gula pasir 350 gram, air matang 750 ml, santan instan 2 bungkus, susu kental manis 3 saset, vanili dan pewarna makanan secukupnya.
Cara membuatnya. Campurkan tepung hunkwe, air, gula pasir, santan, susu kental manis, dan vanili ke dalam wadah. Aduk hingga benar-benar rata tanpa gumpalan. Bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai jumlah warna yang diinginkan. Tambahkan pewarna pada masing-masing adonan.
Masak adonan satu per satu di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup. Tuang adonan pertama ke dalam loyang yang telah dialasi plastik, tunggu hingga agak mengeras, lalu tuang lapisan berikutnya. Setelah semua lapisan selesai, diamkan adonan di suhu ruang selama kurang lebih dua jam. Potong-potong sesuai selera, bungkus kecil, lalu simpan di dalam freezer hingga beku sempurna.
Ingatya, sepotong es dingin ini bukan sekadar jajanan, tetapi juga pengingat bahwa warisan kuliner tradisional pantas dijaga dan dilestarikan.
Kejadian viral di Kemayoran menjadi pelajaran agar publik tidak mudah memberi stigma negatif pada pedagang kecil. Tekstur es gabus yang menyerupai spons bukanlah tanda bahaya, melainkan ciri alami dari tepung hunkwe yang sudah digunakan lintas generasi. Dengan bahan yang aman dan proses yang higienis, es gabus tetap layak dinikmati sebagai camilan nostalgia.
Sumber: Pojoksatu.id
Editor : Rinaldi