JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ada kabar menarik seputar Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat bulan Ramadan nanti, pemerintah memastikan program ini tetap berjalan.
Kepastian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dia menyebut hanya dilakukan penyesuaian jenis makanan di bulan Ramadan. Terkhusus bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa di sekolah-sekolah dengan mayoritas peserta didik muslim.
Menurutnya, MBG tetap menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Namun, agar tetap menghormati pelaksanaan ibadah puasa, menu makanan yang dibagikan akan disesuaikan.
Makanan kering jadi pilihan selama bulan Ramadan. Siswa akan menerima makanan kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
"Menunya kita sesuaikan. Bukan makanan berat seperti biasa, tapi makanan kering yang tahan lama dan bisa dibawa pulang," kata Zulkifli Hasan, dikutip pojoksatu.id dari liputan6 (30/1/2026).
Menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, abon, serta beberapa jenis makanan pendamping lain yang tetap memenuhi unsur gizi.
Dengan kebijakan penyesuaian menu selama Ramadan ini, pemerintah berharap manfaat MBG tetap dirasakan secara optimal, sekaligus menjaga toleransi dan kenyamanan seluruh peserta didik dalam menjalankan ibadah.
Pemerintah menilai pilihan tersebut praktis, bernilai nutrisi, dan sesuai dengan kebutuhan siswa yang sedang berpuasa. Untuk sekolah dengan mayoritas siswa non-Muslim, pelaksanaan program MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan menu.
Zulkifli Hasan memastikan program MBG bagi kelompok sasaran lain tetap berjalan tanpa perubahan. Ibu hamil dan balita tetap menerima asupan makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. "Untuk ibu hamil dan balita tidak ada perubahan. Program tetap jalan seperti biasa," tegasnya.
Selama ini, MBG telah menjangkau berbagai daerah dengan skema distribusi yang disesuaikan kondisi lokal.
Sumber: Pojoksatu.id
Editor : Rinaldi