JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto sejak 16 Februari 2026, Wakil Presiden (Wapres) RI ke-6 Try Sutrisno tutup usia, Senin (2/3). Pria kelahiran Surabaya sekaligus penggagas Masjid Nasional Al Akbar itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Try Sutrisno adalah Wapres di era Presiden RI ke-2 Soeharto. Berpulangnya purnawirawan Jenderal TNI-AD itu juga menjadi penanda seluruh Wapres di masa Soeharto telah meninggal. Mulai dari Hamengkubuwono IX, Adam Malik, Umar Wirahadikusumah, Soedharmono, dan BJ Habibie.
Kabar wafatnya Try Sutrisno disampaikan Ketua Dokter Kepresidenan Albertus Budi Sulistya. ”Wapres RI ke-6 Jenderal TNI Purn Try Sutrisno dirawat sejak 16 Februari 2026 wafat Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 di RSPAD Gatot Soebroto,” katanya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita atas meninggalnya Try Sutrisno. Menurut dia, pria kelahiran 15 November 1935 itu adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara.
Prasetyo mengajak seluruh masyarakat mendoakan almarhum agar diampuni segala dosa dan kesalahannya serta diterima amal perbuatannya. ”Mari kita panjatkan doa supaya beliau diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima segala amal perbuatan,” katanya. Generasi muda, kata Prasetyo, perlu meneladani pengabdian Try Sutrisno kepada bangsa dan negara.
Pelatnas Cipayung
Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Try Sutrisno. Sebab, almarhum berdedikasi pada bidang olahraga dengan menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masa bakti 1985-1993.
Saat menjabat, kata Marciano, Try Sutrisno menginisiasi Pelatnas Cipayung serta meraih prestasi tertinggi. ”Almarhum juga Ketum PBSI yang berhasil mengantar dua atlet Indonesia, Alan Budikusuma dan Susy Susanti mempersembahkan dua medali emas Olimpiade,” paparnya.
Ucapan duka juga disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Menurut Khofifah, Try Sutrisno adalah orang tua, prajurit, sekaligus negarawan yang sejati. ”Bagi kami di Jatim, beliau adalah pendiri Masjid Nasional Al Akbar (Surabaya),” katanya.
Khofifah menambahkan, Masjid Al Akbar Surabaya menjadi pionir pendirian masjid-masjid megah berskala nasional di daerah lainnya. ”Semoga (Masjid Al Akbar Surabaya) jadi amal jariah beliau,” tuturnya.
Prosesi Pemakaman
Upacara pemakaman Try Sutrisno berlangsung khidmat. Upacara dipimpin Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Sekitar pukul 13.40 WIB, jenazah almarhum tiba di TMP Kalibata. (lyn/raf/wan/aph/jpg)
Editor : Arif Oktafian