Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perkuat Hubungan Dagang, BKSAP Dorong Kebijakan Bebas Visa Indonesia dan Mongolia

Yusnir. • Kamis, 5 Maret 2026 | 14:48 WIB

Sekretariat Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI
Sekretariat Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Mongolia melalui kerja sama perdagangan serta kebijakan bebas visa bagi kedua negara. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Courtesy Call Ketua dan Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Mongolia dengan Duta Besar Mongolia untuk Indonesia HE Mr Enkhtaivan Dashnyam di Ruang The Lounge BKSAP, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Anggota BKSAP DPR RI Muhammad Hilman Mufidi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Mongolia di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, budaya, hingga diplomasi.

"Pertemuan kali ini dengan Dubes Mongolia membahas banyak peluang besar terkait diplomasi dalam berbagai sektor seperti ekonomi dan kultural," ujar Hilman.

Baca Juga: Komisi II DPR Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera

Menurutnya, kedua negara memiliki potensi besar untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, khususnya dalam sektor ekspor-impor komoditas. Mongolia misalnya, memiliki potensi mengekspor produk daging ke Indonesia dengan mengikuti sertifikasi halal yang berlaku di Indonesia.

"Salah satu hal yang ingin kita buka adalah terkait ekspor-impor daging dari Mongolia, dan mereka juga akan mengikuti sertifikasi halal yang ada di Indonesia terkait produk makanan," jelasnya.

Selain itu, diketahui, Mongolia juga dikenal memiliki produk tekstil berkualitas seperti wol dan kasmir yang berpotensi mendukung industri tekstil di Indonesia. Sementara itu, Indonesia dapat mengekspor sejumlah komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat Mongolia, seperti beras, minyak, serta komoditas pangan lainnya.

Baca Juga: Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional di Riau

Lebih lanjut, Hilman menambahkan bahwa BKSAP juga mendorong kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Mongolia guna memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama 70 tahun. Harapannya, berbagai peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut untuk ditindaklanjuti, sehingga memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan kerja sama strategis di masa mendatang.

"Kita juga mendorong terkait bebas visa antara dua negara supaya koneksi atau hubungan Mongolia dan Indonesia yang sudah berjalan 70 tahun ini akan terus berkembang dan dapat membuka potensi-potensi lainnya ke depan," pungkasnya.

Editor : Rinaldi
#BKSAP DPR RI #Indonesia dan Mongolia #kebijakan bebas visa #hubungan dagang