Pertemuan antara Dahlan Iskan dan Goenawan Mohamad pada Rabu, 11 Maret 2026, menjadi momen yang penuh makna. Silaturahmi yang berlangsung di restoran Xiang Fu Hai lantai 6 Hotel Vasa Surabaya itu menghadirkan suasana hangat setelah keduanya lama tidak berjumpa.
Acara buka puasa yang berlangsung pada 21 Ramadan 1447 Hijriah tersebut terasa sangat berkesan bagi para tamu yang hadir. Bagi penulis, Suhendro Boroma, pertemuan itu menjadi salah satu momen paling membahagiakan yang pernah ia alami.
Hotel Vasa Surabaya sendiri memiliki kenangan tersendiri bagi Dahlan Iskan. Pada 2016, tempat yang sama pernah menjadi lokasi rapat evaluasi tahunan Jawa Pos Group yang mempertemukan para pimpinan perusahaan media tersebut dari berbagai daerah.
Dalam rapat itu, Dahlan Iskan memberikan amanah penting kepada Suhendro Boroma. Ia diminta memimpin Riau Pos Group sebagai CEO.
Sepuluh tahun kemudian, lokasi yang sama kembali menjadi tempat pertemuan yang sarat makna. Namun kali ini suasananya berbeda, karena pertemuan berlangsung dalam suasana buka puasa bersama.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari lingkungan Jawa Pos Group. Hadir di antaranya Komisaris Utama Jawa Pos Holding Ratna Dewi Wonoatmodjo serta jajaran direksi seperti Paul Tehusijarana, Hidayat Jati, Maesa Samola, dan Leak Kustiyo.
Beberapa pimpinan perusahaan lain juga turut hadir. Di antaranya Yushe Marleyna, Sri Mulat Chichi, Suhendro Boroma, serta Ira Nihrawati.
Selain itu, hadir pula Guru Besar Hukum Universitas Airlangga Prof Iman Prihandono. Pertemuan tersebut digagas oleh pengacara Eleazar Leslie Sajogo bersama timnya.
Tokoh utama dalam pertemuan tersebut adalah Goenawan Mohamad dan Dahlan Iskan. Goenawan hadir bersama istrinya, Widarti Goenawan, yang dikenal sebagai pimpinan Femina Group.
Sementara Dahlan Iskan datang bersama Any Wong dan Tirtohardjo Rukmono. Keduanya disebut setia mendampingi Dahlan Iskan dalam berbagai aktivitas selama beberapa tahun terakhir.
Saat para tamu menunggu kedatangan dua tokoh tersebut, suasana dipenuhi berbagai perasaan. Ada rasa harap, cemas, sekaligus antusias menyambut pertemuan yang telah lama dinantikan.
Goenawan Mohamad dan Dahlan Iskan akhirnya tiba hampir bersamaan di lobi hotel. Keduanya kemudian naik bersama menuju lokasi acara di lantai enam.
Ketika memasuki ruangan, para tamu berdiri menyambut kedatangan mereka. Jabat tangan dan sapaan hangat pun terjadi di antara para undangan.
Momen yang paling dinanti adalah pertemuan langsung antara Dahlan Iskan dan Goenawan Mohamad. Setelah sekian lama tidak bertemu, keduanya akhirnya berjabat tangan dan berpelukan.
Suasana hangat langsung terasa ketika keduanya duduk di meja makan. Goenawan Mohamad duduk di sebelah kanan Dahlan Iskan, sementara Widarti Goenawan berada di sisi lainnya.
Tanpa pengaturan protokoler khusus, mereka duduk melingkari meja bundar bersama para tamu lain. Percakapan mengalir dengan santai dan penuh keakraban.
Berbagai topik dibicarakan sepanjang acara buka puasa tersebut. Goenawan Mohamad beberapa kali menyelipkan humor yang disambut tawa para tamu.
Dahlan Iskan juga menimpali dengan cerita dan komentar yang membuat suasana semakin cair. Widarti Goenawan sesekali menyela dengan celetukan yang menambah kehangatan percakapan.
Sepanjang makan malam, suasana kangen-kangenan terasa sangat kuat. Sepuluh tahun jarak pertemuan seolah mencair dalam waktu singkat.
Percakapan berlangsung tanpa jeda hingga hampir pukul 21.00. Setelah makanan penutup disajikan, pertemuan mulai berakhir.
Dahlan Iskan menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan bertemu kembali. Goenawan Mohamad juga menyampaikan hal serupa.
Setelah itu, para tamu berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. Namun percakapan antara Dahlan Iskan, Goenawan Mohamad, dan Widarti Goenawan masih terus berlanjut.
Perjalanan dari ruang makan menuju lift bahkan berlangsung cukup lama karena mereka terus berbincang. Suasana keakraban semakin terasa ketika mereka tiba di lobi hotel.
Di lobi, percakapan kembali berlanjut sambil berdiri. Momen tersebut berlangsung lebih dari setengah jam sebelum akhirnya mereka benar-benar berpisah.
Goenawan Mohamad dan istrinya kemudian meninggalkan hotel lebih dahulu. Dahlan Iskan sempat menawarkan agar mereka menginap di Hotel Vasa.
Namun tawaran itu ditanggapi dengan candaan ringan. Goenawan Mohamad menyebut dirinya sudah memilih hotel lain sesuai pilihan istrinya.
Setelah mobil Goenawan Mohamad meninggalkan lokasi, Dahlan Iskan bersiap menuju mobilnya. Beberapa rekan menyempatkan diri berpamitan dan berjabat tangan.
Suhendro Boroma juga kembali menjabat tangan Dahlan Iskan di depan mobil. Dalam momen singkat itu, ia mengucapkan terima kasih kepada sosok yang pernah menjadi atasannya tersebut.
Pertemuan tersebut menjadi momen penuh kenangan. Bagi mereka yang hadir, silaturahmi itu bukan sekadar acara buka puasa, melainkan juga perjumpaan yang mempertemukan kembali dua tokoh penting setelah sepuluh tahun berjarak.
Oleh Suhendro Boroma, Direktur Utama Jawa Pos Jaringan Media Nusantara (JJMN)
Editor : Rinaldi