Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Heboh! Usai Sindir Wakilnya 'Mantan Napi', Hubungan Bupati dan Wabup Lebak Memanas, Sang Wabup Sakit Hati

Redaksi • Selasa, 31 Maret 2026 | 09:24 WIB

Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah.
Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah.

RIAUPOS.CO - Acara Halal Bihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026) yang awalnya berlangsung hangat berubah mencekam saat Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya melontarkan pernyataan kontroversial yang menyinggung masa lalu Wakil Bupati Amir Hamzah.

Tak ayal hal itu membuat hubungan antara bupati dan wakilnya mendadak memanas.

Dalam acara itu, di hadapan para tamu undangan dan ASN Pemkab Lebak Bupati Hasbi secara terbuka menyebut Amir Hamzah sebagai mantan narapidana yang seharusnya bersyukur bisa menjabat sebagai wakil bupati.

Ucapan ini sontak memicu ketegangan. Hal itu berawal saat Bupati Hasbi menyoroti manuver kebijakan Amir Hamzah yang dinilai menabrak aturan birokrasi, terutama terkait pemanggilan kepala dinas ke kediaman pribadi.

Hasbi mengingatkan bahwa tugas wakil bupati telah diatur ketat dalam Undang-Undang. "Wakil Bupati itu dalam Undang-Undang ASN Pasal 66 sudah jelas tugasnya. Tidak boleh memanggil kepala dinas ke rumahnya," ujar Hasbi di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026).

Kemudian, sindiran tajam dalam bahasa Sunda yang diucapkan Hasbi membuat konflik memuncak. Pasalnya ucapan itu mengarah pada serangan personal sang wakil.

"Uyuhan bae mantan narapidana geus jadi wakil bupati, bersyukur," cetus Hasbi di hadapan audiens.

Lalu, Bupati Hasbi mencoba mendinginkan suasana. Ia mengklarifikasi bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyerang secara pribadi, melainkan hanya gaya bicaranya yang memang memiliki intonasi tinggi.

"Jangan salah, itu memang intonasi saya seperti itu. Pak Amir Hamzah juga pernah mendapat penghargaan," kata Hasbi.

Ia bahkan menambahkan bahwa penyebutan status "mantan warga binaan" tersebut adalah bentuk apresiasi atas prestasi Amir yang mampu bangkit. "Kalau tidak salah dari Indoposco, beliau disebut sebagai mantan warga binaan yang menjadi wakil bupati berprestasi. Itu sebuah prestasi," katanya.

Mendengar sindiran tersebut, Amir Hamzah langsung berdiri dari kursinya dan nyaris menghampiri Hasbi sebelum akhirnya dihalangi oleh sejumlah ASN. Amir menilai ucapan tersebut sangat tidak pantas, apalagi disampaikan dalam forum resmi yang seharusnya menjadi momen saling memaafkan.

"Saya saat itu merasa terhina dan sakit hati," ungkap Amir Hamzah.

Ia menekankan bahwa sebagai pejabat publik, etika dan tata krama politik harus tetap dijaga. Menurutnya, seorang bupati seharusnya menjadi sosok yang menyatukan, bukan justru memecah belah dengan kata-kata yang menjatuhkan martabat orang lain.

"Kita berpidato, ini masalah kenegaraan. Ada tata krama, sopan santun politik, dan etika. Kita orang-orang berpendidikan, seharusnya menjaga perkataan," tegas Amir.

Editor : M. Erizal
#sindiran #bupati lebak #mantan napi #Wakil Bupati Lebak