TANGERANG (RIAUPOS.CO) - Lab Indonesia 2026 kembali digelar pada 15–17 April di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness.”
Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan dan teknologi laboratorium terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur dan berbagai program nasional untuk meningkatkan kualitas produksi, pengendalian mutu, serta kepatuhan terhadap standar industri.
Memasuki edisi ke-8, Lab Indonesia telah berkembang menjadi pameran industri laboratorium di Indonesia yang mencakup sektor produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah.
Saat ini terdapat lebih dari 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia, sementara pasar laboratorium klinis nasional diproyeksikan mencapai lebih dari USD 3,1 miliar pada 2027.
Perkembangan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri teknologi laboratorium global, yang diperkirakan meningkat dari USD 258,71 miliar pada 2023 menjadi sekitar USD 468,15 miliar pada 2032.
Dalam lanskap industri yang semakin kompetitif tersebut, kolaborasi antara industri, regulator, dan institusi akademik menjadi semakin penting dalam mendorong inovasi serta meningkatkan daya saing nasional.
Baca Juga: SMP IT Al-Hafit di Jalan Badak Pekanbaru Terbakar, Satu Ruangan Lantai Bawah Hangus Dilalap Api
Empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia juga dijadwalkan berpartisipasi, diikuti oleh perusahaan-perusahaan ternama dari 16 negara/wilayah – Amerika, China, Finlandia, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Singapura, Swedia, Swiss, dan Taiwan – mencerminkan meningkatnya perhatian global terhadap perkembangan industri laboratorium di Indonesia.
Kristi Wulandari, Deputy Event Director dari PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara Lab Indonesia 2026, menyampaikan optimismenya terhadap penyelenggaraan tahun ini, terutama dengan perpindahan lokasi ke ICE BSD City yang memungkinkan peningkatan skala partisipasi industri.
“Besarnya partisipasi perusahaan internasional yang akan menghadiri Lab Indonesia 2026 menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai pasar yang penting bagi industri teknologi laboratorium. Kami berharap Lab Indonesia dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri dan riset di Indonesia,” tegasnya.
Baca Juga: Puluhan Ton Ikan Keramba di Tapung Hilir Kampar Mati Mendadak, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah
Tingginya minat perusahaan internasional juga tercermin dari tingkat kepuasan peserta pameran pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami meyakini bahwa masa depan laboratorium Indonesia ditentukan oleh kemampuan dalam memberikan hasil yang akurat, andal, dan sesuai standar regulasi, sembari tetap meningkatkan efisiensi dan mengadopsi teknologi analitik mutakhir," ujar Saptogiri, selaku Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo.
Septogiri menambahkan,"Kami sebagai peserta hadir dan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemangku kepentingan untuk turut mendorong standar keunggulan laboratorium yang lebih tinggi di seluruh Indonesia.”
Baca Juga: Baru 25 Koperasi Desa Merah Putih di Inhu Melaksanakan RAT, Ini Penjelasan Disperindagkop UMK Inhu
Komposisi peserta pameran juga menunjukkan dominasi perusahaan yang bergerak di bidang laboratory instruments dan scientific equipment, yang menjadi peran penting dalam teknologi laboratorium modern.
Kehadiran teknologi di bidang bioteknologi, pengujian lingkungan, hingga pengujian farmasi mencerminkan semakin luasnya kebutuhan industri terhadap sistem analisis laboratorium yang lebih presisi, efisien, dan sesuai dengan standar global.
Selain menghadirkan berbagai perusahaan teknologi laboratorium global, Lab Indonesia 2026 juga akan menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan industri, regulator, serta komunitas ilmiah untuk membahas arah perkembangan laboratorium di Indonesia.
Baca Juga: Puluhan Casis Antusias Ikuti Rekrutmen Polri di Kepulauan Meranti, Polres Pastikan Proses Transparan
Lab Indonesia juga menghadirkan kembali program One to One Business Matching untuk membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis antar pelaku industri.
Sejumlah pakar dan perwakilan institusi yang dipastikan akan hadir di Lab Indonesia 2026 turut menegaskan pandangan mereka mengenai peran standar, inovasi, dan riset dalam memperkuat daya saing industri laboratorium Indonesia.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan dari Himpunan Kimia Indonesia (HKI).
Baca Juga: Program Banpang, Bulog Bengkalis Salurkan 230 Ton Beras dan Minyak Makan untuk Kecamatan Bengkalis
Indonesia memiliki potensi besar seperti keanekaragaman hayati, sumber daya mineral, serta SDM muda berbakat, namun masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan impor alat, minimnya hilirisasi riset, fragmentasi antar institusi, dan kurangnya kolaborasi dengan industri.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan alur riset yang terintegrasi dari kampus, laboratorium standar, hingga industri agar menghasilkan pengakuan global, serta peran strategis HKI dalam sertifikasi kompetensi, menjembatani kolaborasi, dan standardisasi metode.
"kolaborasi antara industri dan akademisi serta dukungan media menjadi kunci dalam menjadikan laboratorium kimia sebagai pusat inovasi menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Afrizal, selaku Ketua HKI Jakarta.
Baca Juga: Program Banpang, Bulog Bengkalis Salurkan 230 Ton Beras dan Minyak Makan untuk Kecamatan Bengkalis
Wahyu Purbowasito, Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN) juga turut menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan platform pameran Lab Indonesia sebagai ajang rutin dua tahunan.
“Saat ini, Pameran Lab Indonesia bukan hanya sekadar tempat bertemu para buyer dan klien dalam transaksi seputar peralatan laboratorium dan penunjangnya, tapi juga sudah berperan sebagai tempat update perkembangan teknologi terkini laboratorium, temu pelanggan dan sharing pengalaman terhadap semua hal, termasuk update metode," ujarnya .
"Lab Indonesia bisa menjadi contoh kerja sama G-to-B yang baik untuk mendorong pembangunan bangsa dengan penguatan infrastruktur mutu nasional guna mendorong daya saing produk Indonesia di kancah dunia,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Bergerak Cepat, OPD Diminta Bantu Korban Kebakaran di Sukajadi
Lebih dari sekadar pameran teknologi laboratorium, Lab Indonesia menghadirkan berbagai program yang memberikan insight tren terbaru, perkembangan standar, serta peluang industri.
Laporan : Ari Iswandi
Editor : M. Erizal