JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tekanan ekonomi global dan memanasnya situasi geopolitik mulai menjadi perhatian serius kalangan dunia usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan ekonomi yang seimbang agar aktivitas bisnis dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani menilai respons kebijakan tidak cukup hanya fokus pada satu sisi. Pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara penguatan sektor produksi dan peningkatan permintaan domestik.
“Dari sisi supply, dunia usaha membutuhkan kebijakan yang mampu menjaga biaya usaha tetap terkendali, arus kas tetap sehat, dan kepastian usaha tetap terjaga,” ujarnya, Ahad (5/4).
Di sisi lain, penguatan konsumsi rumah tangga juga menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Pertamina Genjot Energi Terbarukan Demi Ketahanan Nasional
Stabilitas Makroekonomi
Apindo menilai prioritas pemerintah dalam jangka pendek adalah menjaga stabilitas makroekonomi agar gejolak global tidak menekan aktivitas ekonomi domestik secara signifikan. Langkah tersebut antara lain menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan harga energi, serta memastikan distribusi barang dan kelancaran rantai pasok tetap terjaga.
“Kebijakan perlu bersifat adaptif, terukur, berbasis pemetaan sektor, serta disertai komunikasi yang jelas kepada dunia usaha,” kata Shinta.
Selain stabilitas ekonomi, Apindo menilai peningkatan konsumsi domestik perlu diperkuat melalui stimulus yang lebih terarah. Dukungan itu dinilai penting terutama bagi sektor industri padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.
Pada saat yang sama, dunia usaha juga membutuhkan kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing. Misalnya dukungan likuiditas, penyederhanaan regulasi, serta pengurangan berbagai biaya ekonomi tinggi.
Ketahanan Energi-Hulu
Dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, Apindo memandang perlu langkah strategis yang lebih mendasar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Di antaranya percepatan penguatan ketahanan energi, pengembangan energi alternatif, serta penyesuaian bauran energi nasional dengan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan industri.
Baca Juga: Menkeu Proyeksikan Defisit APBN 2,9 Persen
Penguatan sektor hulu di dalam negeri juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor. Apindo mendorong reformasi subsidi energi dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat serta efisiensi biaya logistik bagi dunia usaha.
“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi global saat ini,” ujarnya.(bry/dio/jpg)
Editor : Arif Oktafian