PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) digelar serentak se-Indonesia, termasuk di Riau, Senin (6/4). Meski berjalan lancar, ada beberapa sekolah di Riau yang terkendala teknis, mulai dari gangguan listrik hingga masalah jaringan internet.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti Erwanto SE mengungkapkan, pada hari pertama pelaksanaan, beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik berulang. Selain itu, sempat terjadi eror pada aplikasi di sesi awal.
“Gangguan listrik terjadi di beberapa daerah, kemudian pada sesi pertama juga ada kendala pada aplikasi proktor. Ini cukup mempengaruhi kelancaran pelaksanaan,” ujarnya. Ia menegaskan, pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan di lapangan.
“Kami sudah melakukan mitigasi, termasuk berkoordinasi dengan PLN terkait pasokan listrik serta dengan pihak provider untuk memastikan jaringan internet. Namun di lapangan tetap saja masih ada kendala yang terjadi, meskipun hanya dialami satu sekolah,” jelasnya.
Kendala paling serius terjadi di SMP Negeri 2 Tebingtinggi. Gangguan jaringan internet menyebabkan proses ujian tidak berjalan maksimal, sehingga sebagian pelajar tidak dapat menyelesaikan soal. “Di SMPN 2 Tebingtinggi, jaringan internet sempat mandek. Sekitar 50 persen peserta tidak bisa menuntaskan pengisian jawaban karena waktu tidak mencukupi,” tambahnya.
Baca Juga: Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik
Akibat kondisi tersebut, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti akan mengusulkan pelaksanaan TKA ulang khusus untuk sekolah tersebut kepada pemerintah pusat. “Kami akan mengajukan TKA ulang agar siswa tetap mendapatkan kesempatan yang adil,” tegas Khusni.
Secara keseluruhan, TKA di daerah ini diikuti oleh 50 SMP dari total 51 sekolah yang ada, dengan jumlah peserta mencapai 1.974 siswa. Ujian dilaksanakan dalam empat gelombang. Dari total tersebut, sebanyak 48 sekolah melaksanakan ujian secara online penuh, sementara dua sekolah yakni SMP Negeri 1 Merbau dan SMP Negeri 2 Tebingtinggi Timur menerapkan sistem semi online. Meski dihadapkan pada berbagai kendala, pelaksanaan TKA di Kepulauan Meranti secara umum tetap berjalan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Di Kabupaten Bengkalis, sebanyak 8.712 siswa juga mengalami kendala teknis. “Ya, hari pertama TKA, para peserta mengalami kendala teknis. Baik server rusak, masalah token listrik yang kosong serta jaringan internet yang bermasalah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo didampingi Sekretaris Disdik Mutu Saily, Senin (6/4).
Ia menyebutkan, server terkadang eror, token atau kode masuk lama dari pusat. Juga ada keterlambatan masuk siswa ke sekolah. Namun secara keseluruhan pelaksanaan TKA tetap bisa dilaksanakan. ‘’Sejauh ini proses TKA berjalan lancar dan aman. Meski ada laporan terkendala pelaksaannya secara teknis dari masing-masong sekolah yang bersangkutan,’’ ujarnya.
Demikian juga di Indragiri Hulu (Inhu). Kendala teknis juga terjadi. Dari 6.395 pelajar yang ikut, beberapa di antaranya mengalami kendala, meski tak begitu berarti. “Alhamdulillah, pelaksanaan TKA pada hari pertama berjalan lancar,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Disdikbud Kabupaten Inhu Dedi Junaedi SPd, Senin (6/4).
Memang sebutnya, pada pelaksanaan TKA biasanya terkendala jaringan. Seperti pada sesi pertama, beberapa sekolah ada sedikit gangguan server dari pusat. Namun beberapa saat kemudian kembali normal. “Artinya, pelaksanaan TKA tetap berjalan, tetapi agak molor dari jadwal. Salah satu penyebabnya gangguan server,” ungkapnya.
Begitu juga di Rokan Hilir (Rohil). Dari 7.696 pelajar 122 SMP negeri dan swasta di daerah ini, juga ada yang mengalami kendala. ‘’Masih dihadapkan dengan masih adanya jaringan internet di daerah yang masih terbatas. Sehingga solusinya diarahkan untuk mengunakan jaringan cadangan dan hotspot handphone sesuai penyedia jaringan yang tersedia di daerah masing-masing,” jelas Kepala Disdikbud Rohil HM Nurhidayat SH MH melalui Koordinator Teknis TKA Rohil Abu Bakar Siddik.
Berbeda dengan empat kabupaten tersebut, di Kota Pekanbaru, pelaksanaan TKA berjalan lancar. Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho langsung meninjau pelaksnaan di SMP Negeri 21 Pekanbaru, Senin (6/4). Sejak pagi, aktivitas ujian berlangsung tertib. Para siswa mengikuti rangkaian tes dalam beberapa sesi, dengan pengawasan ketat guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai aturan yang ditetapkan secara nasional.
Baca Juga: Apindo Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Seimbang
Kehadiran Wako Agung tidak hanya untuk memantau jalannya ujian, tetapi juga memastikan kondisi sekolah mendukung pelaksanaan TKA, termasuk mengantisipasi dampak cuaca. “Kami khawatir bangunan sekolah tergenang air karena hujan cukup deras tadi malam (Ahad, red),” kata Agung.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi fasilitas sekolah yang masih perlu perhatian. “Memang masih ada kekurangan dengan peralatan-peralatan sekolah yang perlu diperbaharui. Termasuk beberapa unit komputer yang sudah rusak, termakan umur. Mudah-mudahan Pemerintah Kota Pekanbaru bisa mengalokasikan anggaran untuk itu,” jelas Agung.
Demikian juga di Kuantan Singingi (Kuansing), TKA yang diikuti 4.058 pelajar di daerahini tak mengalami kendala. “Dan sejauh ini berjalan lancar dan aman. Belum ada laporan kendala pelaksaan dari guru sekolah yang bersangkutan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing H Herizon SPd SD MM didampingi Sekretaris Zulmaswan SPd MM.
TKA di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga berjalan lancar. Kepala Dinas Pendidikan Inhil Abdul Rasyid melalui Kabid SMP Ayong Rizal menyebutkan total peserta yang ikuti gelombang pertama mencapai 3.589 orang. “Pelaksanaan hari pertama berjalan lancar. Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia mengaku telah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelumnya, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, distribusi soal, hingga penunjukan pengawas ujian. Langkah tersebut dilakukan guna meminimalisir kendala selama pelaksanaan.
Tak berbeda di Rokan Hulu (Rohul). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak menyampaikan secara umum pelaksanaan TKA di daerahnya tidak ada kendala berarti.
“Alhamdulillah, hari pertama pelaksanaan TKA berjalan lancar. Semua peserta dapat mengikuti ujian dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Alreza Ahyu saat dikonfirmasi Riau Pos, Senin (6/4). ‘’Total peserta di Kabupaten Rohul tahun ini mencapai 7.085 orang,’’ tambahnnya.
Menurut Alreza, seluruh satuan pendidikan telah mempersiapkan pelaksanaan TKA dengan baik, mulai dari sarana prasarana, pengawasan hingga kesiapan peserta. “Kami mengapresiasi seluruh pihak sekolah dan panitia yang telah bekerja maksimal, sehingga pelaksanaan hari pertama berjalan tertib dan lancar,” ujarnya.
Demikian juga di Siak. Ada 6.830 pelajar 111 SMP yang ikut TKA tak mengalami kendala berarti. ‘’Pelaksanaan berjalan lancar, tanpa kendala. Mohon doanya,’’ jelas Kadisdik Siak Romy Lesmana Dermawan AP Msi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Herman SPd.
Sementara itu, meski kehadiran peserta tidak mencapai 100 persen, secara nasional, pelaksanaan TKA pada hari pertama mencapai sekitar 98 persen dari target peserta. Ada sekitar 2 persen siswa belum mengikuti TKA karena berbagai alasan, mulai dari kesiapan psikologis hingga pertimbangan orang tua.
Hal ini sejatinya tak jadi persoalan. Sebab, TKA bukan penentu kelulusan murid. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebutkan, penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan.
Baca Juga: Daikin Resmi Perpanjang Masa Garansi
“Setelah TKA ini masih ada kegiatan pembelajaran sebagaimana biasa. Juga ada tes yang diselenggarakan oleh sekolah untuk semua mata pelajaran,” ujarnya saat meninjau hari pertama TKA di SMP Negeri 2 Curug Kabupaten Tangerang Banten kemarin.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, TKA ini berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi, serta dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar. Sehingga hasil TKA akan melengkapi penilaian prestasi siswa yang selama ini telah mencakup nilai rapor serta capaian nonakademik.
Proteksi Teknis Untuk memastikan pelaksanaan TKA yang kredibel, Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai sistem pencegahan kecurangan. Proteksi teknis telah dirancang sejak awal agar proses asesmen berjalan transparan dan akuntabel.
Untuk satuan pendidikan yang terdampak bencana seperti yang mengalami kebakaran dan banjir, pemerintah telah menyiapkan mekanisme ujian susulan. Ujian akan dilakukan berbasis komputer guna memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan haknya.
TKA tingkat SMP/MTs terdiri dari empat gelombang, dengan dua mata pelajaran yang dites, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Gelombang I berlangsung dua hari, yakni Senin-Selasa (6-7 April 2026). Gelombang II, Rabu-Kamis (8-9 April 2026), Gelombang II pada Senin-Selasa (13-14 April 2026), dan Gelombang IV pada Rabu-Kamis (25-16 April 2026).
Hari pertama TKA jenjang SMP mengujikan mata pelajaran Matematika dan numerasi. Para siswa disuguhkan 30 butir soal untuk diselesaikan dalam waktu 75 menit. Setelahnya, siswa diminta untuk melakukan pengisian survei karakter selama 20 menit.(wir/ksm/kas/fad/ilo/dac/*2/epp/mng/mia/ttg/jpg)
Editor : Arif Oktafian