PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ada tujuh perguruan tinggi luar negeri yang telah menerbitkan LoA kepada Mutiara. Yakni, University of Toronto (Kanada), Monash University (Australia), University of Adelaide (Australia), Ritsumeikan Asia Pacific University/APU (Jepang), University of Western Australia (Australia), Victoria University of Wellington (Selandia Baru), serta University of Auckland (Selandia Baru).
Dari salah satu kampus tujuan di Jepang tersebut, Mutiara juga telah memperoleh dukungan beasiswa. Sementara di dalam negeri, Mutiara dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI).
Mutiara merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Lukman dan Reni Yanuarni. Sejak dini, ia telah menunjukkan ketertarikan pada dunia akademik, bahasa, dan literasi. Kemampuannya terus dikembangkan hingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Baca Juga: Panen Raya Jagung 2026, Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan
Kepada Riau Pos, Rabu (8/4), Mutiara mengungkapkan bahwa keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri bukanlah hal yang instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani secara konsisten. “Saya ingin kuliah di luar negeri karena ingin memperluas cara pandang, belajar dari perspektif yang berbeda, dan mempersiapkan diri agar bisa membawa dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Perjalanan tersebut ditempuh melalui berbagai pengalaman. Mutiara aktif mengikuti kompetisi internasional, khususnya di bidang esai dan debat berbahasa Inggris. Ia juga mencatatkan prestasi di bidang penelitian dengan meraih juara dalam lomba penelitian tingkat nasional di Yogyakarta (2025). Selain itu, ia pernah mengikuti program Riset ASEAN Leaders Summit di Jepang yang mempertemukannya dengan peserta dari berbagai negara.
Di luar prestasi akademik, Mutiara juga menunjukkan kepedulian sosial. Ia merupakan pendiri komunitas belajar bahasa Inggris gratis Globe Talk yang ia inisiasi sebagai wadah berbagi ilmu bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya. “Melalui Globe Talk, saya ingin teman-teman punya kesempatan belajar yang sama dan bisa berkembang bersama,” tuturnya.
Di bidang literasi, Mutiara aktif menulis sejak usia dini. Ia telah menerbitkan tiga buku tunggal berjudul Figura yang Hilang (SD), Kenangan Merah Putih (SMP), dan Dreamer (SMA), serta berkontribusi dalam 15 buku antologi berskala nasional dan ASEAN.
Di balik capaian tersebut, dukungan keluarga menjadi fondasi penting. Orang tua Mutiara mengaku selalu mendampingi proses belajar anaknya, mulai dari membangun kebiasaan belajar, baik belajar akademik atau bahasa, membantu mencari informasi kampus dan beasiswa, hingga mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mengikuti program internasional.
“Kami berusaha hadir dalam setiap prosesnya, mulai dari mencari informasi, mendampingi persiapan, hingga memastikan ia siap menjalani setiap kesempatan. Namun yang paling utama, kami selalu mengiringinya dengan doa,” ujar Lukman, orang tua Mutiara.
Dukungan juga datang dari pihak madrasah. Kepala MAN Insan Cendekia Siak Ustaz Cholid SAg SPd MA menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Mutiara. Ia menegaskan bahwa madrasah berkomitmen untuk terus mendukung potensi dan prestasi siswa.
“Kami sangat bangga atas capaian yang diraih oleh Mutiara Faiza Lukman. Prestasi ini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan penuh kedisiplinan, kerja keras, dan komitmen yang tinggi dalam belajar,” ujar Cholid.
“Sejak awal, Mutiara telah menunjukkan karakter sebagai pembelajar sejati. Ia tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai kompetisi dan kegiatan literasi, bahkan hingga ke tingkat internasional,” lanjutnya.
Menurut Cholid, keberhasilan ini juga mencerminkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk bersaing di level global. “Ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, lingkungan yang mendukung, serta sinergi antara madrasah dan orang tua, siswa MAN Insan Cendekia Siak mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia,” tegasnya.
Ia juga berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa. “Kami berharap prestasi Mutiara ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha, tidak mudah menyerah, dan berani bermimpi besar hingga ke tingkat internasional,” tutur Cholid.
Dengan berbagai capaian tersebut, Mutiara Faiza Lukman menjadi potret pelajar yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki arah dan kepedulian. Mutiara diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkembang dan berani meraih peluang hingga ke tingkat internasional.(das)
Laporan HERIANTO BASERAH
Editor : Arif Oktafian