Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Periksa 4 Tenaga Pendidik dan Beri Trauma Healing, Kasus di SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak

Tim Redaksi • Jumat, 10 April 2026 | 09:32 WIB
AKP Dr Raja Kosmos SH MH. (JPG)
AKP Dr Raja Kosmos SH MH. (JPG)

 
SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Pihak kepolisian mendalami kasus meninggalnya pelajar SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak Muhammad Aqil Arizal saat mempraktikkan keterampilan kelompok, Rabu (8/4) lalu. Empat tenaga pendidik, di antaranya kepala sekolah diperiksa.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH melalui Kasatreskrim AKP Dr Raja Kosmos SH MH menga­takan, pertanyaan dalam pemeriksaan seputar kejadian saat tragedi berlangsung. “Karena situasi masih berduka, maka pemeriksaan juga dilakukan berproses,” jelas­nya, Kamis (9/4).

Dari pemeriksaan empat tenaga pendidik tersebut, belum ada ke arah tersangka. Disebutkan Kosmos, saat ini penyidik masih mengumpulkan fakta untuk mencari apakah ada peristiwa pidana di kejadian ini.

Kemungkinan ke depan akan diperdalam lagi terkait kegiatan praktik sains ini, kurikulum dan pengawasannya. “Nanti tentu para saksi lainnya akan ikut diperiksa untuk membuat terang peristiwa ini,” ungkap Kasatreskrim Kosmos.

Selain pemeriksaan, Kosmos mengatakan akan memberikan trauma healing kepada para pelajar. “Sekolah hari ini (kemarin, red) diliburkan oleh kepala sekolah dengan koordinasi Dinas Pendidikan,” terang Kasat Kosmos.

Baca Juga: Dalami Aliran Dana ‘’Japrem’’ ke TAPD, JPU Hadirkan Tiga Saksi di Sidang Terdakwa Arief dan Dani Nursalam

Untuk police line sudah dilepas karena keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah selesai. “Kami bersegera melakukan olah TKP, lalu melepas garis polisi karena kami ingin menghindari trauma para siswa,” jelasnya.

Dijadwalkan pada  Jumat (10/4/2026), kegiatan belajar mengajar akan kembali seperti semula. Rencananya Polres dan Pemkab Siak akan memberikan trauma healing bagi para pelajar. “Kapolres Sepuh dan Bupati Afni rencananya akan langsung ikut serta dalam trauma healing,” jelasnya.

‘’Mudah mudahan dengan kedatangan Kapolres Sepuh dan Bupati Afni dalam pemberian trauma healing, rasa trauma pelajar segera pulih, dan semangat belajar generasi penerus itu, terus bertumbuh,’’ tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, tragedi menyayat hati terjadi di SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak, Rabu (8/4). Sekitar pukul 09.30 WIB, senapan rakitan 3D pelurunya meledak, menyasar ke wajah Muhammad Aqil Arizal.

Baca Juga: 79 Rumah Warga di Pulau Kijang Terbakar

Pelajar yang duduk di bangku kelas III ini tumbang, tak bergerak, lalu dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak, nyawanya tak tertolong. Ada luka serius di bagian antara dua alis dan hidung.

Praktik berujung malapetaka. Senjata rakitan 3D hasil karya sains yang diharapkan mendapatkan nilai bagus, justru meledak ketika diperagakan dalam ujian praktik. Suasana panik pun menyelimuti SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak ini. 

Pecahan senapan 3D rakitan tersebut berhamburan mengenai aula sekolah, juga dinding kelas. Tak hanya itu, ledakan juga mengenai kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah.

Setelah dilakukan olah TKP dan temuan penyebab ledakan yaitu hasil karya sain korban berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi, dan bubuk hitam. Bubuk hitam itu dikirim ke Lapfor Polda Riau.(mng)

 

Editor : Arif Oktafian
#RSUD TENGKU RAFIAN #kapolres siak #siak sri indrapura #bupati afni #pemeriksaan