PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ratusan massa gabungan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan yang menolak direlokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melanjutkan aksi, Selasa (14/4). Mereka masih bertahan di tenda yang didirikan di samping Kantor Gubernur Riau. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah memfasilitasi keinginan mereka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Riau M Job Kurniawan mengatakan, massa aksi minta melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat. Pihaknya sudah berusaha untuk memfasilitasinya, yakni dengan melakukan zoom meeting dengan pihak kementerian kehutanan, tapi akhir mereka yang menolak.
“Masyarakat kan minta pertemuan melalui zoom dengan pemerintah pusat. Sudah kami coba fasilitasi dengan pihak Kementerian Kehutanan, dan pihak Kementerian Kehutanan sudah menyanggupi. Namun massa aksi malah tidak mau,” sebutnya.
Massa hingga saat ini masih menunggu jawaban dari pemerintah terkait penolakan mereka. Selain mendirikan tenda, massa juga membangun dapur umum di sekitar lokasi tenda didirikan. Logistik makanan berupa beras, minyak, gula, telur dan makanan lainnya juga sudah tampak dipersiapkan.
Baca Juga: Gencarkan Razia Pemberantasan Narkoba
Tidak hanya mendiami tenda, massa aksi juga tampak ada yang beristirahat di teras masjid yang ada di halaman Kantor Gubernur Riau. Kondisi massa aksi yang masih bertahan di Jalan Cut Nyak Dien juga membuat suasana jalan yang berada tepat di samping Kantor Gubernur Riau tersebut juga tampak kotor dan mulai menimbulkan bau tak sedap.
Koordinator massa aksi, Wandri Saputra Simbolon menyebutkan, pihaknya mendesak pemerintah segera memberikan kepastian terkait nasib masyarakat yang terdampak kebijakan di TNTN. “Temui kami pak, berikan jawaban untuk kami. Kami menunggu jawaban, kami menunggu kepastian. Sudah satu tahun ini kami menunggu,” katanya.
Ia juga menegaskan, massa tidak akan membubarkan diri sebelum ada jawaban konkret dari pemerintah. Bahkan, ia menyebut kemungkinan akan mengerahkan massa lebih besar jika tuntutan tidak segera direspons. “Kami tidak akan pulang tanpa jawaban. Kalau sampai besok (hari ini, red) tidak ada jawaban, kami akan penuhi kantor gubernur ini,” ujarnya.
Ia menyebut jumlah masyarakat terdampak mencapai puluhan ribu jiwa dan siap turun apabila belum ada kejelasan. “Kami di sana (di Kawasan TNTN, red) ada 45 ribu jiwa. Semua akan turun kalau tidak juga ada jawaban. Termasuk anak-anak juga akan turun,” katanya.
Dalam orasinya, ia juga membantah anggapan bahwa warga yang berada di kawasan tersebut merupakan pemilik lahan besar. “Jangan kami dibilang hanya cukong. Kami banyak, tapi lahan kami kecil-kecil, hanya untuk menyambung hidup,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mereka dalam aksi semata-mata untuk memperjuangkan keberlangsungan hidup keluarga, terutama masa depan anak-anak mereka. “Kami ke sini demi anak-anak kami, demi masa depan mereka,” ucapnya.(sol)
Editor : Arif Oktafian