PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jemaah calon haji (JCH) Riau dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji Batam pada 23 April 2026. Kloter pertama yang diberangkatkan berasal dari Kota Pekanbaru. JCH pun kembali diingatkan terkait aturan barang yang akan dibawa masuk pesawat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon menjelaskan, barang bawaan jemaah haji atau koper besar harus sudah diantar ke kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru satu hari sebelum keberangkatan.
Itu berlaku bagi semua kloter JCH. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses distribusi bagasi ke pesawat dan menghindari keterlambatan. Selain itu, Defizon juga mengingatkan jemaah agar memperhatikan ketentuan berat barang bawaan sesuai aturan maskapai dan panitia haji.
Baca Juga: Kepala DLHK Akui Talangi Biaya Wahid ke London
Jemaah diminta tidak membawa barang berlebihan yang dapat menghambat proses check-in dan distribusi bagasi. “Kami juga menegaskan kepada seluruh jemaah agar tidak membawa benda tajam atau barang yang membahayakan, karena itu akan mengganggu keamanan penerbangan. Aturan ini harus dipatuhi demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Mengganggu keamanan penerbangan. Aturan ini harus dipatuhi demi keselamatan bersama,” tegasnya. Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan keberangkatan jemaah haji telah dimaksimalkan. Ia memastikan kesiapan administrasi, kesehatan, hingga teknis pemberangkatan berjalan optimal.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan kelancaran setiap tahapan keberangkatan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh jemaah haji Riau dapat berangkat dengan aman, nyaman, dan lancar menuju Tanah Suci.
Baca Juga: Sabu 21,9 Kg dari Malaysia Diamankan di Kamar Hotel
“Untuk tahap awal, jemaah dari Pekanbaru akan menjadi yang pertama masuk ke Asrama Haji Batam pada 23 April. Secara umum, persiapan kita sudah optimal, baik dari sisi dokumen maupun kesiapan jemaah,” ujar Defizon.
PMA JCH Kampar Sudah Rampung
Persiapan keberangkatan JCH Kabupaten Kampar telah mencapai tahap akhir. Kepala Kantor Kemenhaj Kampar, Dirhamsyah memastikan seluruh Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) JCH telah ditandatangani sebagai bentuk kesiapan administrasi menjelang keberangkatan ke Asrama Haji Batam.
Penandatanganan sebanyak 453 lembar SPMA dilakukan langsung oleh Dirhamsyah di ruang kerjanya, Kamis (16/4). Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen memastikan seluruh JCH siap memasuki asrama tanpa kendala administrasi.
“Seluruh SPMA sudah kita tanda tangani sesuai jumlah JCH Kampar, yakni 453 lembar. Ini kita siapkan lebih awal agar proses masuk asrama berjalan lancar,” ujarnya. Selain kesiapan dokumen, skema keberangkatan jemaah juga telah dipastikan. Dari total 453 JCH Kampar, jemaah terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 5, Kloter 6, dan Kloter 10.
Untuk Kloter 5 merupakan kloter penuh JCH Kampar dengan jumlah 438 orang didampingi 1 orang KBIHU, 2 orang PHD, 1 orang TPHI, 1 orang TPIHI, serta 2 orang TKHI. Kloter ini dijadwalkan berangkat dari titik keberangkatan Bangkinang pada 26 April 2026.
Sementara itu, Kloter 6 terdapat 3 jemaah asal Kampar yang tergabung bersama jemaah dari Dumai, Rokan Hilir, dan Kepulauan Meranti. Kloter ini dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi Batam pada 27 April 2026. Sedangkan pada Kloter 10, sebanyak 12 orang akan bergabung dengan jemaah dari Pekanbaru dan Indragiri Hulu. Keberangkatan kloter ini dijadwalkan pada 2 Mei 2026.
Dirhamsyah juga mengimbau seluruh jamaah agar terus menjaga kesiapan diri menjelang keberangkatan, terutama kesiapan fisik dan mental selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Kami mengingatkan seluruh jamaah untuk meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT serta menjaga kesehatan dengan pola makan yang baik dan bergizi. Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima,” jelasnya.(ilo/kom)
Editor : Arif Oktafian