Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

7 Korban Terjepit Badan Heli, 1 Tersangkut di Pohon Jatuh setelah Hantam Bukit di Kalbar, Pilot dan Semua Penumpang Meninggal

Redaksi • Sabtu, 18 April 2026 | 09:26 WIB
Tim gabungan menurunkan jenazah korban kecelakaan helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang dievakuasi di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, Jumat (17/4/2026). MEIDY KHADAFI/jpg
Tim gabungan menurunkan jenazah korban kecelakaan helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang dievakuasi di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, Jumat (17/4/2026). MEIDY KHADAFI/jpg

 

SEKADAU (RIAUPOS.CO) - Helikopter nahas itu ditemukan di lereng bukit di Sekadau, Kalimantan Barat, dengan tingkat kemiringan lokasi mencapai 65 derajat. Dari delapan korban meninggal, tujuh di antara­nya berada di dalam badan helikopter dalam kondisi terjepit.

Sedangkan satu korban lainnya ditemukan terlempar dan tersangkut di pohon. Ja­raknya sekitar satu meter dari 

badan pesawat. Kedelapan korban telah berhasil dievakuasi, kemarin (17/4) dan dibawa menuju RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, Kalbar.

Salah seorang korban merupakan warga Malaysia bernama Patrick K. Helikopter tersebut dipiloti Marindra Wibowo serta membawa seorang engineer Harun Arasyid. Lima penumpang lainnya adalah Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Baca Juga: Atasi Karhutla, Riau Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menceritakan pesawat dengan registrasi PK-CFX itu dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara pada rute helipad PT Cipta Mahkota (CMA). Helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, Kalbar, pukul 07.34 WIB, Kamis (16/4). 

Tujuannya helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya di provinsi yang sama. “Satu jam lebih lima menit kemudian heli dinyatakan hilang kontak,” kata Lukman dalam keterangan resmi yang diterima JPG, kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menambahkan, melalui pencarian dari udara, tim berhasil menemukan lokasi helikopter di area Bukit Puntak, Sekadau. “Kemiringan lokasi ditemukannya helikopter 65 derajat dan ini menjadi tantangan dalam proses evakuasi,” kata Nyoman.

Baca Juga: Tim DVI Polri Selesai Mengidentifikasi 8 Jasad Korban Helikopter BK117 D3 yang Jatuh di Kalsel: Dua Orang Warga Riau

Berdasarkan hasil pengamatan awal tim darat, ditemukan jejak sapuan baling-baling helikopter sepanjang kurang lebih 500 meter. Arahnya dari bawah ke atas sebelum akhirnya menghantam dinding Bukit Puntak, Sekadau.

Terkait penyebab kecelakaan, Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menyebut investigasi sepenuhnya berada di bawah Komite Nasional Keselamatan Transportasi. “Untuk penyebab kecelakaan akan didalami oleh pihak berwenang,” jelasnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, kemarin bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan, sebagaimana dilansir Pontianak Post (JPG).

Ia menambahkan, kepolisian saat ini fokus pada proses identifikasi korban melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI), serta penanganan pascakejadian. “Kami menurunkan beberapa tim, Polri menurunkan tim DVI, dokter forensik, kemudian sarana prasarana untuk kesehatan, kemudian untuk membantu melakukan identifikasi,” ungkapnya.

Bertahap dan Hati-Hati

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak Made Junetra selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menuturkan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian karena kondisi medan yang terjal. Dalam proses evakuasi, seluruh korban dibawa dari Kabupaten Sekadau menuju Bandara Supadio, Pontianak, menggunakan Heli Caracal.

“Sesuai tugas kami, proses evakuasi harus dilaksanakan secara maksimal dengan tetap memerhatikan situasi dan kondisi cuaca yang kadang-kadang berubah dengan cepat,” sebutnya.

Gubernur Kalbar Ria Norsan juga mengapresiasi kerja cepat tim SAR gabungan dalam proses pencarian dan evakuasi korban. “Saya menyampaikan terima kasih kepada tim SAR, TNI-Polri, dan masyarakat yang telah bergerak cepat melakukan pencarian hingga seluruh korban dapat dievakuasi ke rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah sakit tempat para korban dievakuasi di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak. Sejumlah keluarga korban tampak hadir menunggu informasi. Tangisan keluarga sempat pecah, sementara petugas melakukan proses antemortem untuk memastikan identitas korban secara akurat. Gubernur dan Kapolda Kalbar langsung menemui keluarga korban setelah konferensi pers untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

Rencana Pemakaman

Di kediaman Kapten Pilot Marindra Wibowo di Perumahan Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Surabaya, kemarin, tampak sejumlah karangan bunga. Ketua RT 02 RW 07 Perumahan Grand Surya Muhammad Akhwan mengatakan dia kali pertama menerima kabar duka tersebut sekitar pukul 12.00 kemarin. Pihak keluarga inti masih berada di Kalbar kemarin untuk mengurus proses penanganan jenazah, termasuk administrasi dan kemungkinan identifikasi lanjutan.

“Istri almarhum juga turut mendampingi proses tersebut sebelum jenazah dipulangkan ke Sidoarjo melalui Bandara Juanda,” katanya.

Jenazah rencananya akan dimakamkan di Makam Warga TNI Angkatan Laut Wilayah Timur di Dusun Gisik Gebang, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Jenazah tidak akan dibawa ke rumah duka, melainkan langsung menuju lokasi pemakaman setibanya di Surabaya.

Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki yang masih duduk di bangku SMP. Almarhum dikenal aktif di lingkungan sebelum kesibukannya sebagai pilot membuatnya lebih sering berada di luar kota.(raf/mdy/bar/mse/eza/ttg/jpg)

 

Editor : Bayu Saputra
#sekadau #AirbusH130 #helikopter jatuh #knkt #kalimantan barat