JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peran Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kian besar terhadap petumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut menjadi peluang bagi pemerintah untuk menggenjot peran UMKM terlebih di era digital saat ini.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan, sektor UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari jumlah tersebut, 64 persen pelaku usahanya digerakkan oleh perempuan.
“Jadi tentunya dengan perempuan yang berdaya, harapannya bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” kata Roro dalam acara Waktunya START! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini, di Kemendag, Rabu (22/4).
Guna mempercepat pertumbuhan sektor UMKM, Kemendag menggandeng platform digital untuk mendorong digitalisasi pelaku UMKM dengan fokus pada pemberdayaan perempuan. Kolaborasi ini untuk memperkuat kapasitas UMKM dalam menghadapi perubahan pola pemasaran yang semakin bergeser ke ranah digital.
Baca Juga: Kemenkes Dukung Sosialisasi Pemahaman HPV untuk Kesehatan Generasi Masa Depan
“Kami menghadirkan sebuah kegiatan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dengan Tokopedia dan TikTok Shop untuk tentunya yang pertama kita ingin memberdayakan para pelaku usaha UMKM. Kebetulan menyambut Hari Kartini juga, ternyata mayoritas dari yang ikut serta dalam kegiatan hari ini adalah perempuan,” ujar Dyah.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM diperkenalkan pada mekanisme pemasaran digital, termasuk penjualan secara daring dan real-time. Pemerintah mencatat tingginya partisipasi dan respons pelaku usaha dalam simulasi yang dilakukan. “Dengan berjalannya waktu, dengan berbagai inovasi, tentunya pelaku usaha harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi,” ujarnya.(jpg)
Editor : Arif Oktafian