WASHINGTON (RIAUPOS.CO) - Penyelidik federal menduga kemarahan terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump menjadi motif utama aksi penembakan yang terjadi saat acara White House Correspondents’ Dinner di Washington DC.
Tersangka, Cole Tomas Allen, disebut berupaya menerobos masuk ke lokasi acara di hotel Washington Hilton sambil membawa senjata api dan melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan. Pria berhasil dilumpuhkan dan ditangkap aparat penegak hukum di tempat kejadian.
Pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mengatakan indikasi awal menunjukkan bahwa pelaku menargetkan anggota pemerintahan. “Kami percaya dia menargetkan pejabat pemerintahan berdasarkan pemahaman awal atas insiden ini,” ujarnya dalam wawancara televisi.
Tulis Manifesto
Sejumlah pejabat juga mengungkapkan bahwa pelaku kemungkinan besar bermaksud menyerang Trump dan pejabat senior lainnya yang hadir dalam jamuan tersebut. Saat insiden terjadi, Trump bersama Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta anggota kabinet langsung dievakuasi dari lokasi.
Baca Juga: Basket Pelajar Riau Bertolak ke Jakarta, Kopi Good Day DBL Camp
Penyidik kini mendalami sebuah manifesto yang diduga ditulis Allen. Dokumen tersebut berisi daftar target dengan pejabat pemerintahan berada di urutan teratas, serta sejumlah pernyataan yang mencerminkan sentimen anti-pemerintah. Dalam tulisan itu, pelaku mengaku “marah” atas berbagai kebijakan pemerintahan.
Kirim Pesan ke Keluarga
Selain itu, pelaku juga mengirimkan pesan berisi keluhan terhadap pemerintah kepada keluarganya sekitar 10 menit sebelum penembakan terjadi. Salah satu anggota keluarga kemudian menghubungi polisi di New London, Connecticut, yang diteruskan ke aparat federal.
Allen kini menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk penyerangan terhadap petugas federal, penembakan, dan percobaan pembunuhan terhadap aparat. Otoritas menyatakan tidak menutup kemungkinan dakwaan tambahan berupa percobaan pembunuhan terhadap presiden, tergantung hasil penyelidikan lanjutan.
Dalam wawancara terpisah, Trump menyebut pelaku sebagai “orang sakit” dan menegaskan dirinya tidak merasa panik saat insiden berlangsung. “Saya tidak khawatir. Kita hidup di dunia yang gila,” ujarnya.
Direktur FBI Bukan Target Penembakan
Baca Juga: Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru
Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Kash Patel disebut tidak menjadi target dalam aksi penembakan yang dilakukan Cole Tomas Allen. Hal itu terungkap dari manifesto yang ditulis pelaku sebelum melancarkan aksinya.
Sejumlah media Amerika Serikat, termasuk The Washington Post dan New York Post, melaporkan bahwa dokumen tersebut memuat motif penyerangan yang sarat sentimen anti terhadap Presiden Donald Trump. Isi manifesto juga disebut sejalan dengan tulisan yang sebelumnya dikirimkan tersangka kepada keluarganya.
Dalam laporan tersebut, pelaku mengecualikan Direktur FBI. Selain itu, aparat seperti Secret Service hanya akan menjadi target jika dianggap perlu.
Manifesto itu juga mengklasifikasikan sejumlah pihak sebagai “bukan target jika memungkinkan”, termasuk petugas keamanan hotel, polisi Capitol, dan Garda Nasional, kecuali jika mereka melakukan tindakan yang dianggap mengancam pelaku. Sementara itu, karyawan dan tamu hotel disebut tidak termasuk dalam daftar sasaran.(lyn/gas/jpg)
Editor : Arif Oktafian