Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pertamina Diminta Transparan dan Ambil Langkah Cepat, Antrean Masih Panjang, Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi

Tim Redaksi • Selasa, 5 Mei 2026 | 09:42 WIB
Pengendara roda dua antre saat akan mengisi  BBM jenis pertalite di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Senin (4/5/2026).  (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
Pengendara roda dua antre saat akan mengisi BBM jenis pertalite di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Senin (4/5/2026). (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean panjang ken­daraan masih terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Riau, terutama Pekanbaru, Senin (4/5). Pertamina diminta transpa­ran dan mengambil langkah cepat untuk mengatasi situasi saat ini.

Ketua DPRD Riau Kaderismanto menyebutkan, sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan meminta Pertamina melalui unit terkait untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya secara terbuka kepada publik.

“Pertamina harus transparan kepada masyarakat mengenai apa yang sesungguhnya terjadi. Jangan sampai publik hanya menerima informasi yang tidak utuh,” ujarnya, Senin (4/5).

Menurut dia, alasan adanya peningkatan konsumsi masyarakat seharusnya tidak menjadi kendala besar, selama kuota BBM bersubsidi masih tersedia. “Kalau memang kuota masih ada, peningkatan konsumsi tidak seharusnya menimbulkan antrean panjang seperti ini,” tegasnya.

Ia juga mendesak Pertamina untuk segera mengambil langkah cepat dalam mengatasi persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut. “Kami minta ini segera diatasi, sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan akibat antrean panjang yang sudah berlangsung selama tiga hari ini,” tambahnya.

Ya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan ketersediaan BBM di wilayah Riau dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun terjadi peningkatan kebutuhan di sejumlah SPBU.

Peningkatan konsumsi BBM disebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode long weekend pada 1-3 Mei 2026. Kondisi ini menyebabkan kepadatan di beberapa SPBU, terutama pada jam-jam tertentu.

Sabtu (2/5), Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipatif dengan meningkatkan penyaluran BBM.

“Selain itu, Pertamina juga menambah mobil tangki dan menyalurkan BBM lebih awal ke SPBU untuk mempercepat proses distribusi BBM kepada masyarakat,” tuturnya saat itu.

Ia menambahkan, Pertamina juga melakukan pemantauan intensif serta koordinasi dengan seluruh lembaga penyalur guna memastikan distribusi berjalan optimal. “Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan dan distribusi energi demi mendukung aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga: Riau Pos-HSBL KembaliDigelar, Rengat Jadi Pembuka 

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan agar distribusi energi dapat berjalan merata dan tepat sasaran,” ajaknya.

Sementara itu, Section Head Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Romi mengungkapkan, salah satu faktor utama terjadi antrean adalah peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi.

“Sepertinya kalua kita cermati, banyak konsumen beralih dari pertamax ke pertalite. Kami terus berkoordinasi dengan tim terkait agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” jelas Romi.

Untuk menjaga keandalan pasokan, pengiriman BBM ke SPBU dilakukan lebih awal dari jadwal normal. Sejumlah SPBU juga didorong untuk beroperasi selama 24 jam agar penyaluran BBM kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Wako Pekanbaru Sebut Sudah Ajukan Penambahan

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan ketersediaan BBM masih mencukupi. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut, pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan ke Pertamina untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

“Kami bersama Wakil Wali Kota sudah berkoordinasi dengan Forkopimda dan melakukan pengecekan ke Pertamina pusat. Dari hasil itu, stok BBM di Pekanbaru dipastikan masih ada,” ujar Agung, Senin (4/5).

Menurutnya, antrean panjang yang terjadi bukan semata karena kelangkaan, melainkan dipicu kepanikan masyarakat. Kekhawatiran akan kemungkinan kenaikan harga atau stok yang menipis mendorong warga datang bersamaan ke SPBU.

“Adanya kekhawatiran harga akan naik atau stok akan habis membuat masyarakat berbondong-bondong mengisi BBM, sehingga antrean jadi panjang,” jelasnya.

Untuk meredam kepanikan tersebut, Pemko Pekanbaru bergerak cepat dengan mengajukan tambahan pasokan BBM ke Pertamina. Upaya ini telah mendapat persetujuan dan diharapkan segera terealisasi di lapangan.

“Kami sudah mengajukan penambahan alokasi BBM dan itu telah disetujui oleh Pertamina. Kita harapkan segera terealisasi,” katanya.

Polsek Bangko Gelar Patroli di SPBU

Polisi meningkatkan pemantauan di SPBU yang ada di Bagansiapiapi, Rokan Hilir guna mendapati secara langsung kondisi yang terjadi seiring dengan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi. Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Lantas Ipda Azwar bersama sejumlah personil gabungan, yang digelar  pada Ahad (3/5) kemarin. 

Patroli difokuskan pada dua titik SPBU yang kerap menjadi pusat aktivitas pengisian BBM masyarakat, yakni SPBU 14.289.137 RJM Perkasa Bagansiapiapi dan SPBU PT SPRH di Jalan Batu Empat. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas serta penertiban kendaraan yang antre guna memastikan proses pengisian BBM berjalan tertib dan lancar. 

“Selain itu, personel juga melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM untuk mencegah adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan oleh oknum tertentu,” kata Kapolsek Bangko Kompol Buyung Kardinal SH MH melalui Humas Polsek Bangko Aipda Syahbuna.

“Hasil kegiatan menunjukkan bahwa situasi di lapangan berjalan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan signifikan, baik dari segi lalu lintas maupun proses distribusi BBM,”ujar Syahbuna, Senin (4/5).

Antre sejak Pukul 06.30 WIB

Seorang warga Pekanbaru Sherly mengaku harus datang lebih awal ke SPBU Jalan Soebrantas demi mendapatkan pertalite. Ia sudah berada di lokasi sejak pukul 06.30 WIB  dan langsung bergabung dalam antrean yang sudah cukup panjang. Ia mengaku baru mengalami kondisi ini karena saat libur panjang lalu dirinya tidak banyak beraktivitas keluar rumah.

Sherly menuturkan dirinya telah menunggu lebih dari 30 menit, tetapi antrean masih bergerak cukup lambat. Ia berharap distribusi BBM bisa lebih lancar agar masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama hanya untuk mengisi bahan bakar. “Kalau seperti ini terus, tentu sangat mengganggu aktivitas harian, apalagi bagi yang harus bekerja pagi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa situasi antrean sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama jika stok BBM tiba-tiba habis sebelum gilirannya tiba. Hal ini membuat banyak warga memilih datang lebih pagi untuk menghindari kehabisan. Namun, kondisi tersebut justru menyebabkan antrean mengular sejak subuh.

Sherly berharap adanya solusi dari pihak terkait agar distribusi pertalite bisa lebih merata dan antrean dapat diminimalisir. Ia menilai, ketersediaan BBM yang stabil akan sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus terbebani oleh waktu tunggu yang panjang di SPBU.

Baca Juga: Rencana Potongan Aplikator Ojol 8 Persen Perlu Kajian

Antrean di 4 SPBU di Pulau Bengkalis 

Antrean pada SPBU di Pulau Bengkalis terus berlangsung. Bahkan, Senin (4/5), sejak pagi hari sampai sore  ratusan masyarakat yang menggunakan sepeda motor dan mobil sudah antre di 4 SPBU, yakni SPBU Jalan Sudirman  Selatbaru, SPBU Jalan Bantan, Jalan Lembaga dan di SPBU Teluklatak, Kecamatan Bengkalis.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah ASN yang mengenakan pakaian dinas yang ingin bergegas ke kantor malah terhenti di SPBU untuk antre mendapatkan pertalitei. “Ya, ini harus antre panjang dulu. Kalau tidak, maka tak sampai ke kantor karena khawatir motor mogok di tengah jalan kehabisan BBM,” ujar Yudi, salah seorang pegawai di  salah satu kantor  di kecamatan Bantan, Senin (4/5).

Ia mengaku, sejak Ahad (3/5) ingin mengisi pertalite, namun karena belum masuk sampai menjelang sore, makanya dilanjutkan pagi. Malah kondisinya makin parah antreannya.  “Sudah disampaikan oleh Menteri Bahlil tidak ada kenaikan BBM subsidi dan stok aman. Tapi kenyataannya sudah satu pekan BBM langka dan susah didapat,” jelasnya.

Menanggapi itu, Kadis Dagprin Bengkalis Zulpan mengaku, kondisi BBM di pulau ini bukan pengurangan stok tapi karena adanya keterlambatan pasokan BBM, khususnya kendala penyeberangan. “Ya, sebenarnya BBM tak langka dan stok cukup. Tapi karena keterlambatan penyaluran dari Pertamina ke pulau, karena persoalan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis,” ucapnya.

Stok BBM di Meranti Masih Aman

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, BBM masih terpantau aman dan stabil. Di sejumlah SPBU dan APMS memang ada  antrean kendaraan, namun masih dalam batas normal dan tidak mengindikasikan lonjakan pembelian yang signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, memastikan bahwa distribusi BBM masih berjalan lancar. “Stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Distribusi berjalan normal sesuai kuota dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Alfa Faroqi juga menegaskan bahwa pengawasan ketat terus dilakukan. “Penyaluran masih dalam kondisi normal dan tidak ditemukan indikasi panic buying di masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap sektor industri maupun usaha akibat penyesuaian harga BBM non-subsidi. “Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti dexlite dan pertamax belum berdampak langsung terhadap stabilitas daerah karena mayoritas masyarakat masih menggunakan BBM subsidi,” tambahnya.

Wabup dan Kapolres Sebut Stok BBM Kuansing Aman

Antrean kendaraan juga masih terjadi di SPBU Sungai Jering nomor 14 293 640, Senin (4/5). Dari pantauan sekitar pukul 10.00 WIB, personel Polres Kuansing melakukan patrol dan ikut membantu pengaturan lalu lintas kendaraan yang lewat maupun kendaraan yang antre. 

Dari arah Teluk Kuantan, kendaraan antre mulai dari tanjakan ke SPBU Sungai Kering. Sedangkan dari arah Pekanbaru, truk antre hingga bengkolan Simpang MR DIY Sungai Kering.  Lalu sekitar pukul 12.40 WIB, antrean sudah jauh berkurang tidak seperti pagi hari.

Terkait soal antrean kendaraan di SPBU-SPBU dalam wilayah Kabupaten Kuansing, Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H Muklisin menyebutkan masyarakat tidak perlu panik. “Stok aman. Hanya saja distribusinya kemungkinan sedikit terlambat sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan dan antrean yang cukup panjang,” ujarnya.

Baca Juga: Aklamasi, Mentan Amran Kembali Pimpin IKA Unhas 2026–2030

Wabup Muklisin, juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Kami minta masyarakat tidak mudah percaya pada berita yang tidak benar dan tidak akurat. Kami pastikan stok BBM untuk Kuansing maupun Riau masih aman,” tegasnya.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak risau. “Masyarakat jangan panik. Informasi dari Pertamina, stok untuk wilayah Riau dan Kuansing cukup,” kata Kapolres.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Polres Kuansing menempatkan dua personel di setiap SPBU. Selain itu, patroli lalu lintas dan Sabhara juga diintensifkan di sekitar area SPBU guna mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi akibat antrean.

Naik Lagi

Harga BBM nonsubsidi kembali naik. PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga sejumlah produk per Senin (4/5). Kenaikan paling tinggi terjadi pada pertamina dex (CN 53), melonjak dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter. 

Dexlite (CN 51) juga naik dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter. Untuk pertamax turbo (RON 98) ikut naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter.

Sementara itu, beberapa produk lain masih bertahan. Pertamax (RON 92) tetap di level Rp12.300 per liter. Pertamax green 95 (RON 95) juga tidak berubah di Rp12.900 per liter. Adapun BBM subsidi seperti pertalite masih dijual Rp10 ribu per liter. (end/azr/ilo/end/van/wir/dac/ksm/bry/oni/das)

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga mengikuti dinamika pasar global dan harga keekonomian. ’’Produk nonsubsidi pada prinsipnya mengacu pada harga pasar dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, Pertamina mengklaim tetap mempertimbangkan aspek nonbisnis. Di antaranya daya beli masyarakat dan stabilitas nasional. Menurut Roberth, tidak semua produk mengalami kenaikan agar tetap kompetitif dan sesuai kebutuhan masyarakat. “Sebagian harga dipertahankan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kepentingan nasional,” katanya.(end/azr/ilo/end/van/wir/dac/ksm/bry/oni/das)

Laporan TIM RIAU POS dan JPG

 

 

 

Editor : Arif Oktafian
#Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw #dprd riau #bbm naik #bbm langka #kaderismanto