JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Beberapa hari belakangan, suhu udara rata-rata di Madinah sudah di atas 36 derajat Celsius (°C) pada rentang pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) menuju tengah hari. Bahkan, Ahad (3/5), suhu tertinggi tercatat pada pukul 14.00, yakni 42 derajat Celsius.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pun mengimbau jemaah calon haji (JCH) menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta menjaga kecukupan cairan guna mencegah dehidrasi.
“Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas. Gunakan pelindung diri dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar ibadah tetap berjalan dengan baik,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, Senin (4/5).
Kementerian Haji dan Umrah mengajak seluruh jemaah untuk memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kekhusyukan ibadah, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.
Secara kumulatif tercatat 8.575 JCH menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 172 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 58 jemaah masih dalam perawatan.
Kloter BTH 11 Berangkat
JCH Riau yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 11 resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, Senin (4/5). Kloter ini terdiri dari jemaah asal Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj) Riau Defizon menyebutkan, jumlah jemaah dalam Kloter BTH 11 ada 439 orang.
Mereka didampingi 2 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 4 petugas kloter, sehingga total keseluruhan mencapai 445 orang. “Dalam kloter ini juga terdapat mutasi masuk satu orang jemaah asal Kloter BTH 5 dari Kabupaten Kampar,” ujar Defizon.
Hingga Senin (4/5), total JCH Riau yang telah diberangkatkan mencapai 3.923 orang. Jumlah tersebut didukung oleh 18 PHD, 4 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 36 petugas haji, sehingga total keseluruhan menjadi 3.981 orang.
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan. Saat ini, 10 jemaah masih dirawat di Batam dengan 6 orang pendamping. Selain itu, 2 orang dipulangkan ke daerah asal (1 jemaah sakit dan 1 pendamping dari Kabupaten Bengkalis), 2 orang dalam kondisi sakit di daerah, 1 orang ditunda karena hamil, serta 1 orang jemaah dilaporkan wafat di daerah.
Baca Juga: Riau Pos-HSBL KembaliDigelar, Rengat Jadi Pembuka
Defizon mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan serta mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah haji agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
JCH Kuansing yang Sakit Kembali ke Asrama
JCH Kuantan Singingi (Kuansing) Tuyem binti Partaleksana (74) dengan nomor porsi 0400102083 asal Desa Beringin Jaya Kecamatan Singingi Hilir, yang sempat dirawat di Rumah Sakit Awalbros Botania II Batam Kepri sejak 30 April 2026, sudah diizinkan pulang ke asrama Haji, Sabtu (2/5) sore.
Namun Tuyem masih perlu pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. “Walau sudah diperbolehkan pulang ke asrama haji, Tuyem sebelum berangkat akan dipastikan ulang. Mudah-mudahan JCH kita ini sudah bisa segera melanjutkan ke Tanah Suci,” kata Kakan Kemenhaj Kuansing Armadis, Senin (4/5).
Tuyem masih didampingi anaknya Kursia Wahyu Ningsih binti Cahyadi (43). Kursia. Bila, Tuyem sudah dinyatakan memenuhi standar kesehatan keberangkatan, maka Kemenhaj Kuansing akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenhaj Riau untuk penitipan Tuyem dan Kursia ke Kloter JCH Riau lainnya.
Sementara dari Madinah diinformasikan, JCH Kuansing dalam kondisi baik dan sehat. Selama delapan, JCH Kuansing melaksanakan ibadah Arbain, mengikuti pengajian manasik haji yang disampaikan oleh Imam yang di tunjuk di Masjid Nabawi. Kemudian melakukan kunjungan ke tempat-tempat sejarah Islam di Madinah.
110 JCH Meranti Bersiap Menuju Makkah
Sebanyak 110 JCH asal Kabupaten Kepulauan Meranti kini telah berada di Tanah Suci. Kakan kemenhaj Kepulauan Meranti H Surasman memastikan kondisi seluruh jemaah dalam keadaan baik. “Alhamdulillah kabar yang kami terima semua jemaah dalam kondisi sehat. Mohon doanya agar selalu sehat,” ujarnya.
Surasman juga menyampaikan, saat ini para jemaah telah menyelesaikan sejumlah rangkaian kegiatan di Madinah. Selanjutnya, para jemaah tengah bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Makkah guna melaksanakan umrah wajib.
“Saat ini sudah bersiap-siap untuk perpindahan ke Makkah. Menunggu jadwal, kemungkinan hari Rabu atau Kamis. Biasanya sekitar satu minggu di Madinah sebelum bergerak ke Makkah,” tambahnya.
Terkait kondisi cuaca di Tanah Suci, ia menyebutkan suhu cukup tinggi. “Cuaca di sana rata-rata sekitar 39 derajat Celsius, bahkan sesekali bisa mencapai 40 derajat. Ini masih masa transisi dari musim dingin ke musim panas,” ungkapnya.
Baca Juga: Rencana Potongan Aplikator Ojol 8 Persen Perlu Kajian
Dua JCH Asal Bengkalis Tertunda
Dari 396 JCH asal Kabupaten Bengkalis, dua orang yang tergabung Kloter BTH 9 yang terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci akibat mengalami gangguan kesehatan. Kedua JCH tersebut merupakan pasangan suami istri asal Kecamatan Rupat bernama Maimun dan Misriati.
“Ya, penundaan keberangkatan ini disebabkan kondisi kesehatan suaminya (Maimun) mengalami sakit saat berada di Embarkasi Batam. Akibatnya, Maimun harus mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan setempat sebelum dinyatakan layak untuk terbang,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bengkalis, Rusli Senin (4/5).
Ia mengatakan, yang bersangkutan saat ini masih dalam perawatan tim medis di embarkasi Batam, karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Sedangkan sang istri Misriati kata Rusli walaupun dalam keadaan sehat, namun memilih untuk tetap mendampingi suaminya selama menjalani proses perawatan.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk pendampingan sekaligus memastikan kondisi Maimun dapat terus dipantau secara intensif. “Istrinya dalam keadaan sehat, namun tetap mendampingi suaminya selama masa perawatan di embarkasi,” jelas Rusli.
“Apabila kondisi kesehatan Maimun telah membaik dan dinyatakan memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan, maka pasangan tersebut akan dijadwalkan ulang keberangkatannya dan diberangkatkan bersama kloter berikutnya yang tersedia,” tambahnya.(ilo/dac/wir/ksm/jpg)
Editor : Arif Oktafian