PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat cukup. Bahkan mulai 1 Mei, pasokan BBM bersubsidi, khusus untuk pertalite ditambah dari 20 persen naik menjadi 50 persen dari kebutuhan normal.
“Secara stok, sering kami sampaikan bahwa kondisi BBM di Riau masih sangat cukup. Bahkan kami sudah menambah hingga 50 persen pasokan khusus untuk pertalite,” jelas Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi, Selasa (5/5).
Ia berharap informasi ini dapat tersampaikan kepada masyarakat, khususnya yang ada di Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan yang beberapa hari terakhir mengalami antrean cukup panjang di SPBU. “Kami akan terus menjaga stok di SPBU agar masyarakat setiap datang ke SPBU stok BBM ada. Masyarakat juga kami imbau tenang karena kami akan tetap menjaga stok BBM aman,” ujarnya.
Terkait adanya kemungkinan masyarakat yang biasanya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi akibat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi, pihaknya menegaskan untuk pembelian BBM bersubsidi saat ini tetap harus menggunakan barcode subsiditepat. “Pembelian BBM bersubsidi tetap harus menggunakan barcode agar subsidi yang diberikan memang tepat sasaran,” sebutnya.
Kemarin, Sunardi bersama dengan anggota DPR RI Muhammad Rohid melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Imam Munandar Pekanbaru. Peninjauan ini dilakukan untuk mengecek ketersediaan BBM di SPBU tersebut dan juga melihat langsung fakta yang terjadi di lapangan.
Anggota DPR RI Muhammad Rohid mengatakan, bahwa pihaknya saat ini juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam pengawasan distribusi BBM tersebut. Jika ditemukan ada SPBU yang melakukan pelanggaran, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.
“Kami dalam pengawasan distribusi BBM ini juga sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian. Jika ada SPBU yang nakal, kami tidak segan-segan untuk merekomendasikan mencabut izinnya,” tegasnya.
Kontradiksi terjadi antara narasi stok BBM aman dan penambahan pasokan, dengan kondisi antrean hampir di seluruh SPBU di Pekanbaru. Bahkan, antrean panjang masih terjadi hingga Selasa (5/4). Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Andry Saputra pun meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru turut melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi
Pemerintah harus pastikan penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu. ‘’Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai ada penimbunan atau penyalahgunaan yang justru memperparah kondisi di lapangan,’’ tegasanya.
Baca Juga: Dimulai Hari Ini, Dijadwalkan Dibuka Bupati Inhu Ade Agus
Politisi Gerindra ini menekankan, pengetatan pengawasan harus dilakukan. Pasalnya Pertamina sendiri menyebutkan stok aman. Maka ia meminta perusahaan plat merah itu dapat memberikan penjelasan yang transparan. ‘’Jangan sampai ini hanya karena distribusi yang tidak merata atau panic buying,’’ tambahnya.
Lebih lanjut, Andry meminta adanya koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak Pertamina guna memastikan stok BBM di Pekanbaru tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. ‘’Kita berharap kondisi ini segera normal kembali. BBM adalah kebutuhan dasar masyarakat, sehingga ketersediaannya harus benar-benar dijamin,’’ tuturnya.
Warga Siak Sulit Dapatkan Pertalite Eceran
Di Siak, Bupati Siak Afni Z akan berkoordinasi dengan Kapolres AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SIK perihal pelarangan pembelian pertalite menggunakan keranjang. Hal itu berdampak pada masyarakat yang jauh dari SPBU, seperti Sungai Apit, Pusako, dan Bungaraya, Sungai Mandau, dan lainnya.
Kondisi tersebut mulai dikeluhkan sejumlah warga. Untuk di Kecamatan Sungai Apit misalnya, pertalite eceran mulai langka. Yang ada pertamax dijual pengecer dengan harga Rp23 ribu sampai Rp24 ribu per liter.
Riko, warga Teluk Masjid mengatakan, susah mendapatkan pertalite eceran, yang ada hanya pertamax. “Pertalite dijual dengan harga Rp15 ribu sedangkan Pertamax Rp23 ribu,” terang Riko.
Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar mengatakan hanya ada satu APMS dan itu di Teluk Masjid. “Antrean Pertalite memang terjadi di sana,” ujarnya. Tengku Mukhtasar mengharapkan situasi ini cepat berlalu, karena dia merasa kasihan melihat masyarakat yang harus mengantre.
Hal yang sama terjadi di Kecamatan Bungaraya. Pertalite mulai langka di eceran. Untuk mendapatkannya warga terpaksa antre di SPBU, dan itu mengular. Joko, mengaku memilih membeli pertamax, meski lebih mahal, tetapi tidak terlalu antre. “Kami rakyat kecil tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah,” ucap Joko.
Terkait situasi ini, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa stok minyak di Siak sampai saat ini masih normal, tidak terjadi kelangkaan maupun antrean di mana-mana. “Saya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan ada yang memanfaatkan situasi untuk melakukan tindak pidana,” ujarnya.
Di Bengkalis Masih Antre
Sampai kemarin, antrean masyarakat untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar terus berlanjut di Kabupaten Bengkalis. Dari pantauan di lapangan, ketika SPBU membuka pelayanan penjualan pertalite, masyarakat langsung menyerbu. Padahal untuk tingkat pengecer di pinggir jalan sudah merata dijual oleh pedagangnya. “Kalau di SPBU lebih murah harganya dan seluruhnya sampai Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per liternya. Makanya kami rela antrean asal dapat yang murah dan volumenya bisa banyak,” ucap Yanti.
Baca Juga: Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi 2026, Anda yang Punya Kepedulian Lingkungan Wajib Coba
Ia mengaku sudah 1 jam lebih ikut antrean panjang di SPBU Jalan Bantan Senggoro. Karena penjualan BBM di SPBU ini rutin setiap hari, namun anehnya selalu habis cepat. Sedangkan sampai Selasa (5/5) sekitar pukul 17.00 WIB ratusan kendaraan roda dua dan empat berjejer antre di SPBU Jalan Lembaga dan Jalan Bantan.
“Wah ramai dan padat yang antre. Bahkan, mobil tangki BBM sore baru masuk ke SPBU. Makanya kami juga mempertanyakan kenapa lambat sampai. Padahal mobilnya sudah antre di Ro-Ro penyeberangan sebelum pukul 12.00 siang, tapi baru sampai di SPBU hampir pukul 17.00 WIB,” ujar Hendri, salah seorang warga Senggoro yang ikut antrean BBM.
Sementara itu, pengelola SPBU di Jalan Bantan, Bengkalis, Ujang mengatakan, distribusi BBM di lapangan berjalan normal tanpa kendala berarti. Pasokan BBM terus masuk secara rutin. “Ya, BBM di sini aman, tidak langka. Di SPBU masih tersedia. Kemarin saja kami menerima pasokan sekitar 15.000 liter. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Ujang.
Ia menilai, isu kelangkaan BBM yang beredar saat ini lebih banyak dipengaruhi kondisi di daerah lain, sehingga turut memicu kekhawatiran di Bengkalis. “Isu yang beredar itu kebanyakan dari daerah seperti Pekanbaru, Bangkinang, Kuansing, dan Pelalawan. Masyarakat di Bengkalis jadi ikut termakan isu. Padahal di sini pasokan tetap masuk dan kami terus menyalurkan hingga ke pelosok,” jelasnya.
Meski demikian, Ujang mengakui pihaknya menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan distribusi dengan kebijakan barcode yang berlaku saat ini. “Ya, memang ada sedikit kendala dengan kebijakan barcode, jadi harus bisa menyesuaikan dengan jumlah pasokan yang masuk. Tapi secara umum tidak ada masalah,” ujarnya.
Kepala Disdagprin Bengkalis Zulpan juga memastikan ketersediaan BBM. Hal ini berlaku baik di Pulau Bengkalis, wilayah daratan, maupun Pulau Rupat. “Untuk Kabupaten Bengkalis, stok BBM dalam keadaan aman dan tersedia. Tidak ada imbas dari kondisi di daerah lain. Penyaluran tetap berjalan lancar dan kuota masih seperti biasa,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan kelompok yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan transportasi dan lainnya untuk segera mengurus akun aplikasi XStar sesuai ketentuan dari BPH Migas.
Di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) antrean juga masih terjadi di SPBU. Hanya saja, antrean kendaraan tersebut tidak lagi menyebabkan macet. Sebab, sejumlah personel dari kepolisian di daerah itu rutin melakukan patroli.
Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra SH MH MSi ketika dikonfirmasi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan kegiatan patroli ke sejumlah SPBU rawan macet menjadi prioritas. “Selain rutin patroli, kami langsung menanggapi ketika ada keluhan akibat macet yang terjadi di SPBU ketika disampaikan melalui telpon 110,” tegas Aiptu Misran, Selasa (5/5).
Dijelaskannya, patroli rutin untuk menghindari macet lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) yakni di SPBU Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik. Kemudian, SPBU di Desa Sungai Dawu Kecamatan Rengat Barat dan SPBU di Dusun Berapit Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida.
Di Kuantan Singingi (Kuansing) antrean di SPBU Sitorajo Kari 14 293 644 Jalan Lintas Teluk Kuantan-Kuantan Mudik dan SPBU Sungai Jering 14 293 640 di Jalan Proklamasi Kecamatan Kuantan Tengah masih terjadi, Selasa (5/5). Namun, antrean sudah berkurang dari dua hari sebelumnya.
Menurut Administrasi SPBU Sitorajo Kari dan SPBU Sungai Jering, Mega Wahyuna, sejak Senin (4/6) sampai Selasa (5/5), antrean kendaraan sudah jauh berkurang. Ini dikarenakan pasokan solar di SPBU Sitorajo Kari sudah masuk setelah kuota April 2026 habis.
Baca Juga: Dalami Dugaan Korupsi Flyover Simpang SKA Pekanbaru, KPK Periksa Manajemen PT Semen Padang di Riau
Begitu pula pertalite, dan BBM nonsubsidi lainnya juga sudah masuk. Sehingga, pengendara tidak perlu lagi harus ke SPBU Sungai Jering. “Kalau pasokan lancar, sesuai kuota, Mudah-mudahan antrean tidak akan panjang. Tetapi kalau ada BBM yang tidak masuk, maka pengendara pasti mencari ke SPBU terdekat. Akibatnya, antrean akan panjang,” kata Mega.
Antrean kendaraan di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kecamatan Pangkalankerinci juga mulai berkurang. Seperti di SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633 Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pangkalankerinci Kota Kecamatan, Pangkalankerinci. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) pengisian BBM di SBPU mulai normal. Meski masih terjadi antrean, namun masih dalam batas sewajarnya atau tidak panjang,’’ ujar pengendara Rahmadi saat ditemui, Selasa (5/5).
Di tempat terpisah, Pengawas SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633, Hasbi mengungkapkan, saat ini stok BBM, khususnya pertalite dan biosolar sudah mulai kembali normal. “Stok pertalite dan biosolar masih aman. Hari ini (kemarin, red), BBM subsidi ini masuk masing-masing 16 ton. Kondisi ini tentunya membuat antrean mulai normal,” ujarnya.
Dua SPBU Tembilahan Beroperasi Normal
Aktivitas BBM di dua SPBU wilayah Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpantau normal, Selasa (5/5) malam. Tidak terlihat antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Petugas SPBU memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman dan penyaluran dari pihak terkait berlangsung sesuai jadwal. “Seperti biasanya, pengisian berjalan normal, tidak ada antrean panjang. Stok BBM, baik pertalite maupun pertamax, aman,” ujar Selvi, petugas SPBU Tembilahan.(sol/end/mng/ksm/kas/dac/amn/*2/das)
Laporan TIM RIAU POS
Editor : Arif Oktafian