Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Suhu 43 °C, JCH Riau Mulai Batuk dan Alergi 

Joko Susilo • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:23 WIB
Jemaah calon haji Riau bersama sejumlah jemaah dari seluruh penjuru dunia mulai memadati Kota Makkah untuk melaksanakan tawaf sebagai rangkaian ibadah umrah, Selasa (5/5/2026) Waktu Arab Saudi. (MARRIO KIZAS/RIAU POS)
Jemaah calon haji Riau bersama sejumlah jemaah dari seluruh penjuru dunia mulai memadati Kota Makkah untuk melaksanakan tawaf sebagai rangkaian ibadah umrah, Selasa (5/5/2026) Waktu Arab Saudi. (MARRIO KIZAS/RIAU POS)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Cuaca di Madinah mulai ekstrem. Bahkan, Selasa (5/5), suhu mencapai 43 derajat Celsius (°C). Hal ini mulai berdampak kepada jemaah calon haji (JCH), khususnya yang tergabung dalam Kloter BTH 3. Beberapa JCH mulai mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk, pilek, dan alergi akibat kulit kering.

Ya, perbedaan suhu yang cukup signifikan membuat sebagian jemaah perlu beradaptasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Ketua Kloter BTH 3 Faulina Riska yang mendampingi JCH di Tanah Suci mengatakan, kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu jalannya ibadah jemaah secara keseluruhan. 

“Memang ada beberapa jemaah yang mengalami batuk, pilek, dan alergi karena kulit kering. Ini lebih karena faktor cuaca yang cukup panas. Namun secara umum kondisi jemaah sehat,” ujarnya, Selasa (5/5).

Ia menambahkan, tim kesehatan kloter terus melakukan pemantauan dan memberikan penanganan cepat bagi jemaah yang mengalami keluhan. Jemaah juga diimbau untuk menjaga asupan cairan dan mengurangi aktivitas berlebihan di bawah terik matahari.

Dalam pelaksanaan ibadah, petugas kloter memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (resti). Pendampingan dilakukan secara intensif, termasuk bagi jemaah yang menggunakan kursi roda agar tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan baik.

Baca Juga: Nilai Tukar Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Menkeu Sebut Inflasi Terkendali

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh jemaah, khususnya lansia dan resti, dapat menjalankan umroh wajib dengan aman dan nyaman. Kami siapkan pendampingan, termasuk penggunaan kursi roda bagi yang membutuhkan,” sebutnya.

Kloter BTH 12 Berangkat, Gelombang I Tuntas

Pemberangkatan JCH Riau Gelombang I berakhir dengan diberangkatkannya Kloter BTH 12 dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Selasa (5/5). Rombongan bertolak menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5325 pada pukul 07.50 WIB dan dijadwalkan tiba di Madinah pukul 13.15 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dalam proses keberangkatan, satu jemaah asal Kabupaten Rokan Hulu dilaporkan batal berangkat. Selain itu, tiga jemaah dari Kabupaten Siak dan Rokan Hulu masih menjalani perawatan di Batam, masing-masing didampingi tiga pendamping. Pada kloter ini juga terjadi mutasi masuk, yakni satu jemaah dari Kloter BTH 3 asal Pekanbaru dan dua jemaah dari Kloter BTH 8 asal Rokan Hulu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan, seluruh kloter Gelombang I asal Riau kini elah diberangkatkan ke Arab Saudi. “Hari ini (kemarin, red) genap 10 kloter jemaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Arab Saudi,” ujarnya.

Baca Juga: Kuota Pertalite Dinaikkan 50 Persen, Minta Pengawasan Diperketat, Antrean di SPBU Masih Terjadi

Ia merinci, hingga 5 Mei 2026, total 4.422 jemaah dan petugas telah diberangkatkan melalui Bandara AMMA Madinah. Jumlah tersebut terdiri dari 4.357 jemaah haji, 20 PHD (petugas haji daerah), 5 pembimbing KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah), dan 40 petugas haji.

Sementara itu, sejumlah jemaah mengalami penundaan atau batal berangkat. Rinciannya, 10 orang dirawat di Batam, 8 orang pendamping di Batam, 5 orang kembali ke daerah (3 sakit dan 2 pendamping), 2 orang sakit di daerah, 1 orang hamil saat masuk embarkasi, serta 1 orang wafat di daerah.

Di akhir keterangannya, Defizon mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga identitas, khususnya Kartu Nusuk yang menjadi dokumen penting selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. “Kartu Nusuk merupakan identitas wajib bagi seluruh jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Kartu ini menjadi akses utama untuk memasuki Makkah, Madinah, Masjidilharam, hingga lokasi-lokasi suci lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kartu Nusuk adalah kartu pintar resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jemaah, informasi medis, serta jadwal kegiatan ibadah. “Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina),” ujarnya.

Baca Juga: Dimulai Hari Ini, Dijadwalkan Dibuka Bupati Inhu Ade Agus

JCH Kuansing Sehat

JCH Kuansing hingga Selasa (5/5) masih berada di Madinah. Kondisi JCH Kuansing dalam kondisi sehat.  Selain melaksanakan ibadah arbain, pengajian manasik haji di Masjid Nabawi, city tour ke tempat-tempat bersejarah, JCH Kuansing juga melaksanakan raudah.

“Alhamdulillah rombongan Kabupaten Kuansing sehat walafiat semuanya. Seluruh JCH Kuansing sudah melaksanakan serangkaianibadah baik secara mandiri maupun dengan aplikasi nusuk ataupun berkelompok yang dipandu oleh Ketua Kloter,” ungkap Kepala BPKAD Kuansing Jafrinaldi, Selasa (5/5) di Madinah.

Sakit di Batam, JCH Inhil Tertunda

Satu JCH asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dari Kloter BTH 7 tertunda keberangkatannya setelah mengalami gangguan kesehatan saat berada di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Selasa (5/5). Jemaah tersebut diketahui bernama Abdul Hamid bin Abu Hasan, warga Kecamatan Batang Tuaka. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan dan pemantauan kesehatan di Asrama Haji Batam. (ilo/dac/*2)

 

 

Editor : Arif Oktafian
#JCH 2026 #Faulina Riska #jafrinaldi #madinah #cuaca eksrem