Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Danantara Jadi Investor GoTo Fokus Dongkrak Kesejahteraan Driver Ojol

jpg • Kamis, 7 Mei 2026 | 11:47 WIB
 Proses penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra Gojek, beberapa waktu lalu. Danantara sebagai investor GoTo akan mendorong peningkatan BHR bagi mitra ojol agar nilanya lebih optimal. (dok. GoTo )
Proses penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra Gojek, beberapa waktu lalu. Danantara sebagai investor GoTo akan mendorong peningkatan BHR bagi mitra ojol agar nilanya lebih optimal. (dok. GoTo )

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani mengakui bahwa lembaganya telah masuk sebagai investor di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Ia menyebut akuisisi saham menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan mitra ojek online (ojol).

Rosan menyampaikan, proses investasi dilakukan secara bertahap dan telah mulai berjalan sejak awal 2026. Ia menegaskan, fokus utama Danantara bukan sekadar kepemilikan saham, melainkan mendo­rong kebijakan yang berdampak langsung bagi para pengemudi.

”Danantara sudah mulai masuk dan kita sudah bica­ra. Buat kita yang penting adalah kesejahteraan ojol, bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan ojol, adanya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip Rabu (6/5).

Lebih lanjut, Rosan juga memastikan dengan masuk­nya Danantara sebagai investor aplikator ojol bisa mendo­rong peningkatan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra ojol agar nilainya lebih optimal. Upaya ini menjadi bagian dari pendekatan baru pemerintah dalam menata ekosistem transportasi digital.

Menurut Rosan, perubahan kebijakan mulai terlihat sejak Januari 2026, seiring arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki model bisnis platform digital. Sebe­lumnya, perusahaan banyak mengandalkan strategi ”bur­ning cash” atau pembakaran dana besar untuk promosi.

Baca Juga: Bus ALS Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas

”Tadinya perusahaan ojol ini saling marketing, burning cash sampai ratusan juta dolar hanya untuk marketing. Jadi kita ajak bicara, tidak usah burning cash, lebih baik dana ini dipakai untuk kepentingan ojol,” jelasnya.

Rosan menyebut investasi Danantara di  GoTo masih berlangsung bertahap dan belum dapat merinci total kepemilikan saham. Namun, ia memastikan orientasi utama tetap pada keberlanjutan bisnis sekaligus peningkatan kesejahteraan mitra.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan telah memangkas potongan komisi aplikator ojek online (ojol) menjadi 8 persen, dari sebelumnya ditetapkan sebesar 20 persen.

Hal itu menjadi komitmen Prabowo untuk bisa mene­rapkan potongan komisi aplikator ojol di bawah 10 persen. Menurutnya, para pengemudi merupakan pe­kerja yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan di jalan sehingga harus mendapatkan perlindungan dan pembagian pendapatan yang lebih adil.(jpg)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
#ojol #goto #bpi