JEDDAH (RIAUPOS.CO) - Puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah, mabit di musdalifah dan melontar jumrah di Mina atau dikenal dengan Armuzna semakin dekat. Jemaah calon haji (JCH) Riau mulai mempersiapkan diri lewat latihan pra-Armuzna. Selain itu, gelang sebagai identitas dan informasi mulai didistribusikan.
Hal ini menjadi perhatian karena saat puncak haji, JCH akan bergabung dan membaur dengan jutaaan jemaah dari seluruh penjuru dunia. Sehingga stamina yang prima dan hal-hal yang perlu diantisipasi seperti potensi jemaah yang tersesat, fasilitas yang terbatas hingga kondisi kesehatan yang terganggu dapat diminimalisir.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026, Petugas Haji BTH 4 melakukan beberapa inisiatif seperti dengan menggelar latihan pra-Armuzna. Ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada JCH Riau dalam menyambut puncak haji di Arafah, Musdalifah dan Mina.
Baca Juga: Gelang Armuzna Dibagikan, JCH Riau Jaga Kondisi Fisik, Petugas BTH 4 Beri Latihan Pra Armuzna
Ketua Kloter BTH 4 Agus Salim Tanjung mengatakan, pra-armuzna dilakukan untuk memberikan informasi penting kepada jemaah. “Ya kami baru saja menggelar kegiatan pra-armuzna bersama jemaah Kloter BTH 4. Kami petugas kesehatan, pembimbing ibadah dan Petugas Haji Daerah (PHD) memberikan edukasi akan pentingnya menjaga kesehatan menjelang puncak Armuzna yang semakin dekat ini,” paparnya.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan pentingnya gelang identitas armuzna, kartu nusuk dan identitas pendukung lainnnya untuk tetap dijaga hingga puncak ibadah haji. Sehingga jemaah dapat tetap terjaga, mendapatkan hak-haknya serta terawasi oleh petugas yang sudah diberikan amanah memastikan kondisi jemaah haji prima di lokasi ibadah.
“Dalam edukasi tersebut, kami mengimbau jemaah calon haji untuk menjaga kondisi fisik, mengurangi aktivitas luar karena cuaca tergolong ekstrem. Untuk saat ini kami informasikan jemaah kita sudah selesai melaksanakan ibadah umrah wajib dan beberapa rangkaian ibadah lainnya. Tinggal menunggu puncak Armuzna 8 Zulhijah mendatang,” tuturnya.
Kegiatan posifif tersebut juga dikemas dengan kegiatan senam peregangan, sosialsiasi kesehatan, aksi minum oralit bersama dan diskusi bimbingan ibadah haji. Para jemaah calon haji terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yag bernuansa edukasi positif tersebut.
Baca Juga: Seluruh JCH Riau Gelombang Pertama Tinggalkan Madinah, Bersiap Jalani Rangkaian Ibadah di Makkah
Sementara itu Tim Kesehatan Kloter BTH 4 dokter Asro Hayani juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga fisik jelang puncak haji Armuzna. Seperti dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan karena suhu yang ekstrem, memaksimalkan mengonsumsi minum air putih dan oralit serta tetap menjaga pola makan, berolahraga.
Dalam implementasinya, pihak petugas haji hingga petugas kesehatan terus berkoordinasi dengan pihak sektor petugas haji di Kota Makkah. Ini dinilai penting untuk memastikan tahapan dan persiapan puncak haji berjalan lancar. Pasalnya ada skema murur untuk jemaah lansia dan risiko tinggi (risti) hingga skema tanazul untuk meminimalisir padatnya jemaah saat mabit di Mina.
“Nantinya saat armuznam jemaah akan bergabung bersama jutaan jemaah lainnya. Jadi harus menjaga staminanya dari sekarang. Apalagi cuaca menjelang puncak haji cukup ekstrem, harus banyak minum dan melapor kepada petugas medis jika ada keluhan kesehatan. Alhamdulillah, kondisi jemaah kloter BTH 4 secara umum dalam kondisi fit dan siap meyambut puncak ibadah haji,” ujar Asro.
Sementara salah seorang JCH Riau Roni mengaku mendapatkan informasi yang sangat membantu dari kegiatan pra-Armuzna tersebut. Menurutnya, jemaah terbantu dengan edukasi dan pembekalan yang diberikani. “Apalagi dikemas dengan edukasi kesehatan, senam olahraga peregangan, dan ada bimbangan ibadah juga. Hal seperti inilah yang diperlukan jemaah untuk bekal menjelang puncak haji,” sambung JCH asal Pekanbaru itu.
Seluruh JCH Gelombang 1 Tinggalkan Madinah
Seluruh jemaah haji Riau yang tergabung dalam gelombang 1 telah meninggalkan Madinah menuju Makkah, Rabu (13/5). Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau Defizon mengatakan, pemberangkatan terakhir dilakukan oleh jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 12.
“Sebanyak 434 jemaah Kloter BTH 12 mulai diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah sejak pukul 07.00 Waktu Arab Saudi,” ujar Defizon.
Sebelum memasuki Makkah, para jemaah terlebih dahulu singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat dan berniat umrah wajib.
Di sisi lain, jemaah Kloter BTH 10 asal Kota Pekanbaru, Indragiri Hulu, Kampar, dan Bengkalis telah lebih dulu melaksanakan umrah wajib di Masjidilharam. “Pelaksanaan umrah wajib dimulai pukul 07.00 WAS dan dipandu langsung oleh ketua rombongan serta ketua regu masing-masing,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, sebanyak 10 jemaah menggunakan kursi roda dan mendapat pendampingan layanan disabilitas. Sementara itu, terdapat tiga jemaah yang belum dapat melaksanakan umrah wajib karena masih dalam kondisi sakit dan belum suci. “Jemaah yang berhalangan akan melaksanakan umrah wajib setelah kondisi kesehatan membaik dan sudah suci,” kata Defizon.
Ia juga menyebut sebagian besar jemaah yang telah menyelesaikan umrah wajib di Kota Makkah turut menunaikan pembayaran dam sebagai bagian dari pelaksanaan haji tamattu. Pembayaran dam dilakukan melalui Adhohi, lembaga resmi pengelola dam yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi.
Rangkaian Ibadah JCH Meranti Lancar
Sebanyak 110 JCH asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang saat ini berada di Tanah Suci dilaporkan telah menyelesaikan pelunasan dam sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah haji tamattu’.
Koordinator Ibadah JCH Meranti, Mustafa mengatakan, seluruh jemaah dalam kondisi sehat sejak tiba di Arab Saudi hingga menjalankan rangkaian ibadah umrah wajib. “Alhamdulillah seluruh jemaah sehat dan seluruh JCH Meranti juga sudah melakukan pembayaran Dam,” ujarnya melalui pesan suara, Selasa (12/5).
Kepala Kantor Kemenhaj Kepulauan Meranti Surasman, menjelaskan pembayaran dam dilakukan secara kolektif melalui mukarrom atau ketua rombongan pendamping jemaah. Menurutnya, biaya dam diambil dari sisa ongkos naik haji (ONH) milik jemaah sehingga tidak ada lagi pungutan tambahan. “Dari sisa ONH jemaah ada sekitar 700 dirham yang digunakan untuk pembayaran dam,” jelasnya.
Dana tersebut nantinya digunakan untuk pembelian hewan qurban yang akan disembelih di Tanah Suci sesuai ketentuan syariat. “Bisa kambing ataupun unta, tergantung mekanisme pelaksanaannya di sana,” katanya.(rio/ilo/wir)
Editor : Bayu Saputra