Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Layanan Konsumsi Siap Santap Disiapkan, Cuaca 46 °C, JCH Tetap Aktif Jalani Manasik dan Ibadah

Tim Redaksi • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:26 WIB
Petugas membantu mendorong jemaah calon haji lanjut usia yang memakai kursi roda di tengah cuaca panas Makkah, Sabtu (16/5/2026). https://haji.go.id
Petugas membantu mendorong jemaah calon haji lanjut usia yang memakai kursi roda di tengah cuaca panas Makkah, Sabtu (16/5/2026). https://haji.go.id

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan konsumsi bagi jemaah calon haji (JCH) Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) disiapkan secara optimal. Ini dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan JCH.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan hingga kemarin, operasional penyelenggaraan ibadah haji berjalan baik dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan. “Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik,’’ ujarnya dikuti dari https://haji.go.id, Senin (18/5).

‘’Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” tambahnya.

Maria menjelaskan, fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan bagi jemaah. “Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks,’’ uajrnya.

Baca Juga: 262 JCH Siak Ikuti Senam Lansia, Bersiap Melaksanakan Rangkaian Ibadah di Armuzna

‘’Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” tambahnya.

Pemerintah menyiapkan skema katering ready to eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji. 

Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jemaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

Baca Juga: JCH Kuansing Persiapan Armuzna, Kemenhaj Imbau Jemaah Patuhi Jadwal Lontar Jumrah

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Zulhijah, serta pasca-Armuzna pada 13 Zulhijah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj juga telah melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh makanan siap santap dapat terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Zulhijah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan jemaah menuju Armuzna dimulai.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Maria mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” tutur Maria.

Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem yang mencapai 46 derajat Celcius (°C) menjadi tantangan bagi JCH Riau. Meski demikian, aktivitas ibadah dan manasik tetap berjalan sebagaimana mestinya menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. “Cuaca mencapai 46 derajat,” sebut Ketua Kloter BTH 3 Faulina Riska dari Makkah.

Menurutnya, di tengah suhu panas yang menyengat, para jemaah masih aktif melaksanakan berbagai kegiatan ibadah dan pembinaan. “Selain kegiatan manasik di masjid hotel, jemaah masih pulang pergi salat berjemaah di Masjidilharam,” ujarnya.

Sementara itu, skema pelayanan khusus juga diterapkan bagi JCH lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) melalui penerapan murur. Dalam skema tersebut, jemaah lansia dan risti akan langsung diberangkatkan menuju tenda Mina Jadid (Zona 5) yang menjadi lokasi maktab sejumlah Kloter BTH lainnya seperti BTH 6, 7, dan 8.

Di Mina Jadid, para jemaah lansia dan risti akan diinapkan, sementara kewajiban lontar jamarat mereka dibadalkan atau diwakilkan. Setelah malam 10 Zulhijah, mereka akan kembali diantar menggunakan bus menuju hotel yang berjarak sekitar empat km dari lokasi jamarat. 

Sedangkan jemaah yang dalam kondisi sehat dan kuat tetap diarahkan melaksanakan lontar jamarat secara mandiri serta mabit di area sekitar jamarat.

Petugas Haji Pembimbing Ibadah Suryandi juga mengingatkan jemaah agar bijak mengatur tenaga, terutama dalam pelaksanaan tawaf ifadah, sai, dan tahalul tsani. “Waktu untuk melaksanakan tawaf ifadah itu sangat luas. Jemaah tidak perlu memaksakan diri untuk turun ke Masjidilharam pada tanggal 10 Zulhijah mengingat kondisi lalu lintas dan kepadatan massa yang sangat tinggi pada hari tersebut,” ujarnya.

Imbau JCH Patuhi Jadwal Lontar Jumrah

Sementara itu, Kemenhaj Kuantan Singingi (Kuansing)  mengingatkan agar JCH beristirahat yang cukup untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah atau 26 Mei 2026, saat waktu Zuhur. “Rangkaian wukuf di Padang Arafah adalah rukun wajib haji. Kita banyak-banyaklah memanjatkan doa pada Allah SWT,” ungkap Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis, Senin (18/5).

JCH Kuansing diminta selalu mengikuti jadwal per kloter atau maktab yang telah dikoordinasikan oleh ketua rombongan.Tidak membawa barang bawaan. Dilarang membawa koper, tikar, atau barang berlebih saat menuju jamarat. Jemaah diimbau tidak berjalan sendirian, terutama bagi lansia yang sangat disarankan untuk mengambil tanazul (badal lempar jumrah).

“Sekali lagi, ikuti imbauan dari kementetian soal pengaturan jadwal melempar jumrah di Mina dan jangan melanggar. Mudah-mudahan jemaah Kuansing dapat melakukan rangkaian ibadah haji dengan baik, sehat dan pulang dengan selamat,” imbau Armadis.(ilo/dac/das) 

Editor : Bayu Saputra
#JCH 2026 #Haji 2026 #jch #haji