Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hampir Sebulan Dirawat di Batam, JCH Riau Wafat, Bus Selawat Berhenti Sementara

Tim Redaksi • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:30 WIB
Jenazah Mery Aganmar saat dilepas untuk dimakamkan dari rumah duka di Jalan Payung Sekaki, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (21/5/2026).KEMENHAJ RIAU UNTUK RIAU POS
Jenazah Mery Aganmar saat dilepas untuk dimakamkan dari rumah duka di Jalan Payung Sekaki, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (21/5/2026).KEMENHAJ RIAU UNTUK RIAU POS

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Langit pagi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (21/5) belum sepenuhnya terang ketika kabar duka itu sampai ke Pekanbaru. Di ruang perawatan Rumah Sakit Awal Bros Botania, Batam, seorang jemaah calon haji (JCH) Riau asal Pekanbaru menghembuskan napas terakhirnya.

Namanya Mery Aganmar (54), JCH yang berdomisili di Jalan Payung Sekaki, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya. JCH Kloter BTH 3 itu wafat pukul 06.41 WIB setelah hampir sebulan menjalani perawatan medis akibat anemia berat dan penyakit penyerta lainnya.

Di rumah keluarga di Pekanbaru, suasana duka begitu terasa. Tak banyak percakapan yang bisa dikenang dalam hari-hari terakhir sebelum kepergian almarhumah. Kondisi kesehatan yang terus menurun membuat komunikasi dengan keluarga berkurang sejak beberapa hari terakhir. 

“Tak ada komunikasi apa-apa sebelum meninggal karena tidak bias. Sudah dirawat beberapa hari ini di Batam,” ungkap Beny, salah seorang keluarga almarhumah dengan suara lirih, kemarin. 

Keluarga sebenarnya telah mengetahui bahwa Mery memiliki riwayat penyakit. Bahkan sesaat setelah tiba di Batam untuk proses keberangkatan haji, kondisinya kembali menurun dan harus mendapatkan penanganan intensif. “Sudah ada sakit. Kemarin beberapa hari memang sedang dirawat di rumah sakit di Batam,” tambahnya.

Bagi keluarga, kepergian Mery bukan sekadar kehilangan anggota keluarga, tetapi juga pupusnya harapan besar untuk melihatnya menuntaskan rukun Islam kelima. Perjalanan yang telah lama dipersiapkan itu harus berhenti di ruang perawatan, jauh sebelum pesawat menuju Madinah lepas landas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menjelaskan almarhumah sebenarnya dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 23 April 2026 dan berangkat ke Madinah sehari setelahnya. Namun kondisi kesehatan tidak memungkinkan. “Jemaah tersebut belum mendapatkan izin layak terbang sehingga harus menjalani perawatan di RS Botania Batam,” jelasnya.

Selama hampir satu bulan, Mery menjalani perawatan medis dengan harapan kesehatannya membaik dan masih bisa diberangkatkan. Namun takdir berkata lain. “Atas nama pribadi dan instansi, kami menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang diridhai Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Defizon.

Mery Aganmar menambah daftar JCH Riau yang meninggal dunia di Batam sebelum berangkat ke Tanah Suci. 9 Mei 2026 lalu, JCH asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter BTH Azhari Hasan Ahmad juga meninggal dunia saat masa tunggu di Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam pada 9 Mei 2026.

Secara keseluruhan, hingga saat ini tercatat sudah 4 JCH Riau yang meninggal dunia sebelum puncak haji. Ya, dua JCH Riau lainnya meninggal dunia di Tanah Suci. Pertama, Dawanus Mahmud Muhammad (52), JCH asal Kabupaten Kampar Kloter BTH 5 wafat di Masjid Nabawi, Madinah, pada 29 April 2026 akibat serangan jantung saat melaksanakan salat sunah.

Kedua, Mar’ati binti H Kasmuri Usman (66 tahun), JCH Riau asal Bengkalis Kloter BTH 9 asal Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis meninggal dunia, Rabu (13/5) sore waktu setempat. 

Bus Selawat Berhenti Sementara

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia (RI) terus mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Penguatan dilakukan pada seluruh lini layanan, mulai dari penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas di lapangan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha mengatakan, fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap, terukur, dan mengutamakan keselamatan jemaah.

“Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan,” ujar Ichsan dilansir dari https://haji.go.id, Kamis (21/5).

Ichsan menjelaskan, dalam rangka mendukung persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna, layanan Bus Selawat akan dihentikan sementara mulai Jumat (22/5) hari ini pukul 18.00 waktu Arab Saudi. “Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelasnya.

Layanan Bus Selawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Ahad (31/5) pukul 01.00 WAS. Meski demikian, Kemenhaj memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidilharam dan kepulangannya ke hotel oleh PPIH.

“Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidilharam dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” tutur Ichsan.

Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri bepergian jauh menjelang puncak haji. Menurutnya, saat ini jemaah perlu mulai menghemat tenaga dan fokus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna

“Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” katanya.

Terkait kesiapan Armuzna, Kemenhaj juga telah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Ichsan mengimbau seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak memasang identitas dalam bentuk apa pun di tenda-tenda Arafah dan Mina.

“Kami sudah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” tegasnya.

Layanan Dapur Makkah Berhenti 

Menjelang Armuzna, Kemenhaj menyiapkan distribusi makanan siap santap bagi jemaah haji Indonesia. Paket makanan tersebut disiapkan untuk dikonsumsi pada 7, 8, dan 13 Zulhijah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yang juga Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU Kemenhaj Tri Hidayatno mengatakan, distribusi makanan dilakukan karena layanan dapur jemaah di Makkah tidak beroperasi saat rekayasa lalu lintas menjelang Armuzna.

“Jadi semuanya akan ada 6 jenis menu yang akan diterima jemaah haji sejak 3 Zulhijah (20 Mei, red) sampai nanti di 6 Zulhijah (23 Mei),” ujar Tri Hidayatno(ilo/das)

 

Editor : Bayu Saputra
#JCH 2026 #jch riau #haji #Kemenhaj