JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Batalyon Intai Tempur (Taipur) dibentuk pada 2001 oleh Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Saat itu Ryamizard bertugas sebagai panglima Kostrad.
Tujuan pembentukan Taipur, adalah agar Kostrad memiliki satuan kecil namun berkualifikasi khusus. Pasukan Taipur Kostrad diambil dari satuan-satuan Kostrad lain, kemudian dilatih hingga memiliki kemampuan operasi di berbagai medan pertempuran.
Kini pencetus pembentuk satuan elite Taipur Kostrad itu tutup usia. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu tutup usia dalam perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat (Jakpus), Ahad siang (31/5). Rekam jejaknya pun dikenang oleh para prajurit.
Baca Juga: Danlanud RSN Hadiri Penyerahan Rafale dan Alpalhankam Strategis untuk Perkuat TNI AU
Dalam keterangan resminya, TNI AD menyatakan bahwa kepergian Ryamizard merupakan kehilangan besar bagi TNI AD dan bangsa Indonesia. Mengingat sepanjang hidupnya, Ryamizard mendedikasikan diri untuk mengabdi kepada negara melalui berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI dan pemerintahan dengan loyalitas, dedikasi, serta semangat pengabdian yang tinggi.
Atas kepergiannya, TNI AD mendoakan Ryamizard mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. TNI AD memastikan jejak pengabdian Ryamizard akan selalu dikenang dalam sejarah Matra Darat dan perjalanan bangsa Indonesia.
Untuk diketahui, Ryamizard merupakan jenderal TNI yang lahir di Palembang pada 21 April 1950. Dia adalah putra dari seorang jenderal Angkatan Darat, Brigjen TNI Musannif Ryacudu. Ryamizard mewarisi semangat pengabdian ayahnya. Setelah lulus dari Akabri, Ryamizard menjalani berbagai penugasan sampai mendapat kepercayaan menduduki posisi nomor satu di TNI AD.
Baca Juga: Surat Bupati Rohul Tak Digubris, Puluhan PKS Abaikan Kewajiban Lapor Harga TBS Sawit Harian
"Puncak pengabdiannya di lingkungan Angkatan Darat ditandai saat dirinya menerima amanah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005. Di bawah kepemimpinannya, TNI AD terus memperkuat profesionalisme, disiplin, dan kesiapan satuan dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," bunyi keterangan resmi TNI AD dikutip pada Senin (1/6).
Setelah menyelesaikan pengabdian di lingkungan militer, Ryamizard kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai menteri pertahanan (menhan) di era kepemimpinan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Saat bertugas sebagai menhan, Ryamizard berperan aktif memperkuat sistem pertahanan negara dan mendorong peningkatan kapasitas pertahanan nasional.
"Bagi prajurit TNI AD, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, berani, sederhana, dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa dan negara. Keteladanan, integritas, serta semangat pengabdiannya akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus prajurit Angkatan Darat," tulis TNI AD.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi