Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Program MBG Perlu Susu Banyak, BGN Akui Kewalahan Penuhi Pasokan

Tim Redaksi • Rabu, 3 Juni 2026 | 12:09 WIB
GUNALAN. (JPG)
GUNALAN. (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui kewalahan dalam memenuhi keperluan susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Gunalan, saat ini terdapat 29.670 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Sementara penerima manfaat MBG mencapai 63 juta.

Dengan aturan setiap SPPG wajib memberikan susu sebanyak dua kali dalam sepekan, membuat keperluan pasokan susu nasional meningkat tajam. Sementara, jumlah pasokan susu dalam negeri dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut.

Baca Juga: Nadiem Tegaskan Pakai Chrome OS Negara Hemat Rp3,9 M

”Sehingga untuk keperluan susu yang sangat besar ini kami juga agak kewalahan, rekan-rekan kami di lapangan khususnya yang di dapur apabila tidak mendapatkan susu di pasar, itu biasanya mereka mengganti dengan sumber protein lainnya,” kata Gunalan saat konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Selasa (2/6).

Gunalan menjelaskan, akses transportasi yang sulit untuk mendistribusikan pasokan susu ke daerah terpencil dinilai menjadi penyebab utama sulitnya menjangkau jumlah penerima manfaat MBG. Kalaupun sampai, tidak tepat waktu.

”Sehingga inilah kadang yang menyebabkan kenapa susu pada SPPG tertentu itu sulit mereka dapatkan karena memang tidak ada di pasaran. Kemudian yang kedua tadi karena besarnya jumlah penerima manfaat. Nah, inilah sebenarnya yang sering kami diskusikan bersama tim dari Kemenko Pangan, ada Perpres 115 Tahun 2025 yang mana apa yang menjadi kendala dari kegiatan kita di  MBG, khususnya susu ini, itu didiskusikan,” paparnya.

Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Penggantinya Nanik S Deyang Jadi Sorotan Netizen karena Hal Ini

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Makmun mengakui produksi susu nasional saat ini masih belum mencukupi keperluan domestik. Menurut dia, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi keperluan susu nasional.

”Produksi kita itu lebih kurang sekitar 25 persen susu dalam negeri, sisanya 75 persen masih impor. Ini juga yang menjadi program kita bersama bagaimana meningkatkan jumlah populasi sapi perah di dalam negeri dan kemudian peningkatan produktivitasnya,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #BGN