Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Pakaian, Buku, hingga Penanaman 29 Ribu Pohon, PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Siti Azura • Rabu, 3 Juni 2026 | 15:18 WIB
PNM melakukan penanaman bibit pohon di di lingkungan Universitas Lancang Kuning. (Istimewa)
PNM melakukan penanaman bibit pohon di di lingkungan Universitas Lancang Kuning. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Di tengah tantangan perubahan iklim, gerakan penghijauan menjadi bagian dari upaya bersama untuk merawat ruang hidup masyarakat, sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 15 tentang ekosistem daratan. 

Semangat inilah yang dibawa oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan plat merah yang selama ini dikenal melalui pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera. 

Melalui program PNM Peduli, kepedulian tersebut diperluas ke aspek lingkungan lewat gerakan penanaman pohon di 58 cabang di seluruh Indonesia. Setiap cabang menanam minimal 500 bibit pohon sehingga dikalkulasi menjadi 29 ribu pohon sebagai ikhtiar sederhana untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, tempat mereka bekerja, berusaha, dan membangun harapan bagi keluarga.

Baca Juga: Pastikan Akurasi Data Sensus, Wabup Bengkalis Buka Pelatihan Petugas SE2026

Gerakan ini juga menjadi kelanjutan dari semangat RE3 FOR-E, sebuah kampanye keberlanjutan yang sebelumnya berhasil mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai dari Insan PNM. Pakaian tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bersamaan dengan buku bacaan sebagai bentuk dukungan terhadap akses literasi. Dari pakaian yang diberi kehidupan kedua, buku yang membuka ruang belajar, hingga pohon yang ditanam untuk masa depan, rangkaian ini memperlihatkan bahwa kepedulian dapat hadir dalam banyak bentuk.

Nilai yang sama kemudian diteruskan melalui PNM Mengajar, yang menjangkau 58 SMK dari Sabang hingga Merauke. Melalui rangkaian tersebut, pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai akses modal, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Sebab pada akhirnya, masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun dari usaha yang berkembang, tetapi juga dari bumi yang tetap dirawat bersama. 

Dari rangkaian tersebut, manfaat yang ingin dihadirkan tidak hanya berhenti pada kegiatan, tetapi tumbuh bersama masyarakat yang merasakannya secara langsung. Bagi para penerima manfaat, pohon yang ditanam, pakaian dan buku yang disalurkan, hingga ruang belajar yang dibuka menjadi bagian dari harapan sederhana: lingkungan yang lebih nyaman, akses pengetahuan yang lebih luas, dan kehidupan yang perlahan bergerak ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Bangunan Sekolah Rakyat Capai 62 Persen, Kementerian PU Kejar Tahun Ajaran Baru Beroperasi

Sementara itu, yang menerima manfaat dari PNM berupa bibit pohon untuk ditanam di lingkungan Universitas Lancang Kuning, Dr Amalia SP MM Dekan Fakultas Pertanian, Dr Zainuri STMT Dekan Fakultas Teknik, dan Dr Ir Eno Suwarno MSi Dekan Fakultas Kehutanan, ikut hadir juga Dr Dodi Sukma RA SHut MSi Wakil Dekan 3 Fakultas Kehutanan, BEM Fakultas Pertanian M Yunus Dalimunthe dan BEM Fakultas Kehutanan Desman yang mengucapkan selamat kepasa PNM.

"Selamat Ulang Tahun PNM ke-27, kami berterimakasih atas kerja samanya atas penanaman pohon di lingkungan Universitas Lancang Kuning. Semoga kedepannya dapat berkolaborasi dalam kegiatan terutama di lingkungan dan apa yang diberi kepada kami seiring dari program nasional untuk menjaga lingkungan," tutup Dr Amalia.

 

Editor : Rinaldi
#gerakan penghijauan #pnm #pemberdayaan masyarakat