JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Petugas gabungan membongkar skandal penyeludupan narkotika oleh MSBO alias MS, seorang pilot komersial asal Malaysia. Berdasarkan hasil tes urine, pilot Malaysia Airlines tersebut juga diketahui menerbangkan pesawat dalam keadaan terpengaruh narkotika.
MS ditangkap secara senyap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Selasa (28/7) lalu. Pria 39 tahun itu diketahui sudah tiga kali menyeludupkan narkotika, sekali ke Malaysia dan dua kali ke Indonesia.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menuturkan, pengungkapan kasus itu bermula dari pemantauan ketat terhadap awak kabin penerbangan pesawat rute Kuala Lumpur–Indonesia. “Berdasarkan analisis intelijen, tim mencurigai barang bawaan yang dibawa pilot yang bersangkutan,” ungkapnya, Jumat (31/7).
Baca Juga: Sembunyikan Sabu 100 Gram di Jaket dan Celana, Kurir Narkoba Ditangkap di Petapahan
Tersangka memanfaatkan jalur khusus kru pesawat. Saat koper bawaan milik sang pilot digeledah, aparat menemukan puluhan ribu butir ekstasi yang dikemas dan disembunyikan dengan sangat rapi oleh pelaku. Total ada sebanyak 14 bungkus ekstasi yang berisi 70.144 butir. Semuanya disembunyikan di bawah tumpukan pakaian. “70.144 butir itu memiliki berat netto 25.194,83 gram atau 25 kilogram,” tutur Eko.
Paket Sabu-Sabu
Tidak puas hanya menemukan ekstasi, petugas melanjutkan penggeledahan secara menyeluruh terhadap barang pribadi MS. “Ternyata selain 14 bungkus ekstasi, dia juga membawa empat gram metamfetamin. Metamfetamin atau sabu ditemukan di tas pribadinya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, penemuan paket kecil sabu-sabu di tas pribadi tersebut memunculkan kecurigaan kuat untuk pemakaian pribadi.
Dugaan petugas Bea Cukai tersebut terbukti benar seusai MS diserahkan ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan medis. “Setelah dilakukan tes urine oleh Dokkes Polri, ternyata positif,” tegas Hengky.
Baca Juga: Polres Inhu Tangkap Oknum ASN Terduga Pengedar Narkoba bersama Satpam dan Dua Warga
Hasil uji laboratorium menunjukkan tubuh pilot tersebut mengandung berbagai macam zat adiktif tingkat tinggi. “Jadi pilot ini positif MDMA, ekstasi, metamfetamin, dan kokain di dalam tes urine-nya,” terangnya.
Kondisi tersebut jelas sangat membahayakan keselamatan sedikitnya 170 penumpang pesawat penerbangan MH 727 yang dikemudikannya. Fakta tersebut, lanjut Hengky, mengonfirmasi bahwa pelaku mengonsumsi barang haram tersebut tepat saat menerbangkan pesawat yang membawa penumpang dari Kuala Lumpur menuju Indonesia.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, dia mengaku diupah 50.000 ringgit Malasya (sekitar Rp220 juta),” ungkap Hengky.
Respons Malaysia
Aksi penyeludupan di Bandara Soekarno-Hatta ini rupanya bukan kejahatan pertama yang dilakukan MS. Dia sudah tiga kali melakukannya. Pertama, membawa sabu-sabu ke Sabah, Malaysia. Kedua, ke Jakarta. Ketiga, dia tertangkap pada upaya menyeludupkan narkotika ke Jakarta.
Menanggapi warganya yang terancam hukuman berat, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyatakan, menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. “Pihak kedutaan menghormati proses undang-undang Indonesia dan sedang berurusan dengan pihak berwenang di Indonesia,” bunyi pernyataan resmi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.(idr/ttg/jpg)
Editor : Bayu Saputra