Dorong Inovasi Probiotik, Yakult dan BPOM Gelar Seminar Internasional

Muhammad Amin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 23:54 WIB
Suasana seminar Internasional PT Yakult Indonesia dan BPOM di Auditorium BPOM Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Istimewa)
Suasana seminar Internasional PT Yakult Indonesia dan BPOM di Auditorium BPOM Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Istimewa)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PT Yakult Indonesia Persada berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggelar seminar internasional bertajuk “Probiotics: Opportunities and Challenges for Development” pada Selasa (4/8/2026).

Acara berlangsung secara hibrida dari Auditorium Gedung BPOM, Jakarta, serta dihadiri lebih dari 300 peserta dari lingkungan regulator, akademisi, peneliti, hingga praktisi kesehatan dan industri.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi serta diskusi strategis untuk merespons perkembangan riset mikroorganisme, khususnya penggunaan probiotik pada produk pangan olahan, suplemen, dan farmasi. Kolaborasi ini menekankan pentingnya pembuktian ilmiah, kepastian regulasi, serta jaminan keamanan demi manfaat kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Wawako Markarius: Mayoritas Delegasi GCMC IMT-GT Sudah Tiba di Pekanbaru, Rangkaian Agenda Siap Digelar

Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Toshiyuki Iwamoto, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan probiotik Lactobacillus casei strain Shirota (LcS). Yakult terus memperkuat sinergi dengan BPOM agar produk probiotik makin mudah dijangkau masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof dr Taruna Ikrar MPharm MD PhD, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor demi menciptakan inovasi probiotik yang aman dan berkualitas. Ia mengusung konsep ABG, yakni sinergi antara akademisi, bisnis, dan pemerintah.

Seminar ini juga menghadirkan tiga pakar dari Jepang dan Indonesia. Advisor Yakult Central Institute Japan, Masanobu Nanno PhD, memaparkan evolusi penelitian mikrobiota usus dan regulasi probiotik di Jepang. Science Researcher Yakult Central Institute Japan, Takuya Akiyama PhD, menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan mikrobiota usus serta tren global probiotik. Selain itu, pakar dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Lilis Nuraida MSc, mengulas potensi bakteri asam laktat dari pangan tradisional Indonesia serta pentingnya pengujian ilmiah untuk klaim produk.

 Baca Juga: Sekdako Zulhelmi Arifin: Lebih dari 20 Delegasi GCMC IMT-GT Sudah Tiba, Seluruh Agenda Disiapkan Matang

Melalui seminar ini, PT Yakult Indonesia Persada dan BPOM RI optimistis dapat mempercepat hadirnya produk probiotik yang aman, berkualitas, dan berdaya saing bagi masyarakat.(rls/muh)

Editor : Edwar Yaman
Inovasi Probioti bpom ri yakult seminar internasional