Halmahera Barat Diguncang Gempa M5,6, BMKG Imbau Warga Tidak Panik, Tidak Berpotensi Tsunami

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:56 WIB
Ilustrasi gempa bumi. (Jawapos.com)
Ilustrasi gempa bumi. (Jawapos.com)

 

RIAUPOS.CO - Gempa bumi tektonik cukup kuat guncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (5/8/2026) pukul 03.16 WIB. 

Gempa yang melanda Halmahera Barat ini memiliki parameter pemutakhiran magnitudo M5,6 dengan kedalaman dangkal 15 kilometer.

Dari analisis terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa (episenter) tercatat berada di koordinat 1.66° LU dan 126.61° BT.

Baca Juga: 2026, Kuansing Dapat Lagi 56 Titik JIAT Dan Satu Rehabilitasi Irigasi. Anggaran Capai Rp101 Miliar Untuk 14 Kecamatan

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 114 kilometer arah barat laut Halmahera Barat. Meski terjadi di laut, masyarakat diimbau untuk tidak panik.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," tegas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).

Masih dari BMKG, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa disebabkan oleh aktivitas subduksi di wilayah perairan tersebut.

Baca Juga: Dorong Inovasi Probiotik, Yakult dan BPOM Gelar Seminar Internasional

Analisis mekanisme sumber lebih lanjut menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dampak guncangan gempa bumi ini dilaporkan meluas ke sejumlah daerah di Maluku Utara hingga Sulawesi Utara dengan tingkat intensitas yang beragam:

- Skala IV MMI (Manado, Minahasa Utara, Bitung): Dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah. Menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, hingga dinding berbunyi.

Baca Juga: Inflasi Kota Tembilahan Juli 2026 Capai 3,81 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu

- Skala III MMI (Ternate): Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk besar berlalu.

Hingga pukul 03.35 WIB, hasil pemantauan sistem BMKG menunjukkan belum ada tanda-tanda munculnya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Pihak BMKG akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala.

Menyikapi guncangan yang dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah, BMKG meminta warga sekitar agar tetap tenang dan tidak terprovokasi isu liar yang tidak terverifikasi.

Baca Juga: Putus Penyebaran TB, Wamenkes Minta Pemerintah Daerah Intensifkan Pemeriksaan

Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa. Pastikan struktur hunian aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

Informasi resmi terkini hanya disalurkan melalui kanal komunikasi terverifikasi BMKG, seperti akun media sosial @infoBMKG atau situs web resmi bmkg.go.id.

Editor : M. Erizal
Sumber : jawapos.com
gempa bumi gempa bumi tektonik Halmahera Barat