JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Data terbaru Basarnas menyebutkan ada 20 korban meninggal dunia dan 6 orang luka-luka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pagi tadi (15/8).
"Jumlah total korban terdampak bencana ada 28 orang. Di antaranya 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan dilaporkan 2 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan," terang Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin kepada awak media di Posko Pusat Basarnas Command Center.
Basarnas dan seluruh potensi SAR di NTT melaksanakan operasi SAR. Penguatan terus dilakukan bersama instansi terkait lain seperti TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga lainnya. "KN Puntadewa sudah bergerak dari Maumere menuju ke Labuan Mbay untuk melaksanakan asesmen dan juga melaksanakan perbantuan operasi SAR," jelasnya.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, 14 Orang Meninggal Dunia dan Puluhan Bangunan Rusak
Basarnas mengerahkan 1 unit helikopter dari Lanud TNI AU Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kemudian menyiapkan Basarnas Special Group (BSG). "Dipersiapkan untuk memberangkatkan Tim Aju menggunakan fasilitas dari TNI AU untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan, pengendalian di lapangan dan menyelamatkan jiwa manusia yang terdampak akibat bencana," beber dia.
Noer mengungkapkan, data dari Kabupaten Manggarai Timur ada 2 korban meninggal dunia dan 2 korban luka-luka. Sementara di wilayah Sikka sebanyak 3 korban meninggal dunia dan 2 luka-luka.
"Kemudian di Manggarai Barat, 1 orang meninggal dunia, 2 luka-luka. Dan yang terakhir di wilayah Kabupaten Manggarai, ada 8 orang yang dinyatakan meninggal dunia dan masih ada 2 orang yang tertimbun," beber dia.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi