TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Kepedulian seorang pelajar terhadap ancaman abrasi di kampung halamannya mendapat perhatian hingga tingkat nasional. Naila, pelajar MTs An Nur Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kini dipercaya menjadi Duta Mangrove setelah sebelumnya menyampaikan keresahannya melalui surat kepada Kapolda Riau.
Penobatan Naila dilakukan Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat dalam rangkaian Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Desa Kuala Selat, kemarin. Penobatan tersebut berlangsung di tengah aksi penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir yang terdampak abrasi.
Surat yang ditulis Naila menjadi perhatian karena berisi keresahan seorang anak pesisir terhadap kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Ia menyampaikan pentingnya perlindungan kawasan mangrove sekaligus meminta perhatian terhadap ancaman abrasi yang terus membayangi masyarakat Kuala Selat.
Baca Juga: RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
Bagi Naila, mangrove bukan hanya tanaman yang tumbuh di sepanjang pesisir. Keberadaannya berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan tersebut. Karena itu, ia ingin generasi muda ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.
"Terima kasih Bapak Menteri, Bapak Kapolda dan semuanya. Duta Mangrove ini akan saya jaga dengan baik. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus menjaga lingkungan dan mengajak semua agar peduli terhadap lingkungan kita," ujar Naila.
Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat saat kunjungan mengatakan, penobatan Naila merupakan bentuk apresiasi terhadap keberanian dan kepedulian generasi muda dalam menyuarakan persoalan lingkungan.
Baca Juga: KPK Periksa Rektor dan Guru Besar terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Kuansing
Menurutnya, surat Naila menunjukkan bahwa persoalan abrasi di Kuala Selat tidak hanya menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, tetapi juga telah mendorong kepedulian dari kalangan pelajar.
"Dalam suratnya, ia menyuarakan pentingnya perlindungan ekosistem pesisir serta pencegahan abrasi yang mengancam wilayah tempat tinggalnya," kata Jumhur.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen melakukan rehabilitasi kawasan pesisir Kuala Selat. Penanganan dilakukan dengan memperkuat kembali ekosistem mangrove yang diharapkan mampu membantu melindungi kawasan pesisir sekaligus mendukung kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Dosen Unilak Latih Warga Manfaatkan Biogas untuk Masak dan Listrik
Jumhur menyebut, tahap awal rehabilitasi akan mencakup sekitar 500 hektare kawasan mangrove yang terdampak abrasi. Luasan tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 1.000 hektare.
"Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan ekologis, tetapi juga membidik pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir. Selamat kepada ananda Naila, teruslah menjadi generasi hebat dan peduli," ucapnya.
Penanaman ribuan bibit mangrove dalam Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi langkah awal pemulihan kawasan pesisir Kuala Selat. Di sisi lain, penobatan Naila diharapkan menjadi penyemangat bagi pelajar lainnya untuk berani menyuarakan dan menjaga lingkungan di daerah masing-masing.(*2)
Editor : Rinaldi