Agung Nugroho Raih 4 Penghargaan Internasional IMT-GT, Pekanbaru Juga Diganjar Apresiasi Pendidikan

M Ali Nurman • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 09:51 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mewakili Wali Kota  Pekanbaru Agung Nugroho saat menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Hotel JW Marriott, Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).(ISTIMEWA)
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Hotel JW Marriott, Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).(ISTIMEWA)

 

MEDAN (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM kembali membawa nama Kota Pekan­baru ke panggung internasional. Kepemimpinannya dalam mendorong Pekanbaru menuju Metropolitan Green City mendapat pengakuan melalui empat penghargaan sekaligus dalam ajang perdana Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green City Award 2026.

Empat penghargaan tersebut menempatkan Pekanbaru sebagai salah satu daerah dengan capaian paling menonjol. Dari lima kategori yang diperlombakan, Pekan­baru berhasil mencatatkan 

namanya pada empat kategori sekaligus. Penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi IMT-GT 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara. 

Forum internasional tersebut melibatkan 35 provinsi dan negara bagian dari tiga negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand. Rangkaian pertemuan tersebut berpuncak pada pertemuan menteri IMT-GT ke-32 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan dihadiri Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir, dan Vice Minister for the Office of the Prime Minister of Thailand Thanadit Raktabutr.

Baca Juga: DPR Minta Pencarian Lima Jurnalis Dioptimalkan

Malam penganugerahan berlangsung dalam gala dinner di Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (9/9). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST MArch yang hadir mewakili Wako Pekanbaru Agung Nugroho.

Selain Mendagri, acara tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, perwakilan Sekretariat ASEAN, Asian Development Bank, serta para gubernur dan kepala pemerintahan negara bagian dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Di bawah kepemimpinan Agung Nugroho, Pekanbaru meraih penghargaan emas atau juara I kategori Education for Sustainable Development. Selanjutnya penghargaan perak atau juara II kategori Urban Biodiversity and Ecosystem Management, serta penghargaan perunggu atau juara III kategori Solid Waste Management.

Selain tiga penghargaan tersebut,  Wako Agung  juga memperoleh Certificate of Recognition kategori Sustainable Transportation and Low-Carbon Mobility atau Transportasi Berkelanjutan dan Mobilitas Rendah Karbon. IMT-GT Green City Award menetapkan 12 pemenang dalam lima kategori.

Baca Juga: RUU tentang Pemerintahan Aceh Masuk Paripurna

Agung Nugroho menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi yang diterima Pekanbaru bukan sekadar penghargaan biasa karena penilaiannya dilakukan dalam forum internasional yang melibatkan tiga negara.

“Alhamdulillah, ini bukan penghargaan biasa. Pekanbaru dinilai dalam forum internasional yang melibatkan tiga negara dan dihadiri para menteri, kepala daerah, ASEAN, serta Asian Development Bank. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa arah pembangunan Pekanbaru menuju Metropolitan Green City sudah berada di jalur yang benar,” ujar Agung.

Menurut Agung, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan Pemko Pekanbaru melalui gerakan Pekanbaru Lestari. Program tersebut mengintegrasikan sejumlah aspek, mulai dari pendidikan lingkungan, perlindungan ekosistem perkotaan, penghijauan, pembenahan pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi rendah emisi.

Namun, Agung menegaskan, penghargaan internasional tersebut bukan berarti seluruh persoalan lingkungan di Kota Pekanbaru telah selesai. Masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan agar perubahan yang dilakukan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat, petugas kebersihan, sekolah, komunitas, dunia usaha, Pak Wakil Wali Kota, dan seluruh jajaran Pemko Pekanbaru yang terus bekerja mendukung perubahan kota,” katanya.

Agung menegaskan, penghargaan tersebut justru menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab bagi dirinya bersama seluruh jajaran Pemko Pekanbaru untuk bekerja lebih keras.

“Penghargaan ini justru menjadi tanggung jawab bagi saya untuk bekerja lebih keras. Tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan piala, tetapi menjadikan Pekanbaru semakin bersih, hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan dirinya hadir di Medan untuk mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan tersebut. “Penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap kepemimpinan dan komitmen beliau dalam membawa Pekanbaru menuju kota hijau dan berkelanjutan,” jelasnya.

Agung pun mempersembahkan capaian tersebut kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah juga mampu mencatatkan prestasi di tingkat internasional sekaligus membawa nama baik Indonesia. 

Baca Juga: Utang Whoosh Dilimpahkan ke Negara, Purbaya Yakin Bisa Mencicil 80 Tahun

“Dari Pekanbaru, kita membuktikan bahwa pemerintah daerah juga mampu mencatatkan prestasi dan membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional,” tutur Agung.

Dapat Penghargaan Peduli Pendidikan

Di tengah capaian internasional tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga mendapat penghargaan di bidang pendidikan. Pemko Pekanbaru meraih penghargaan KompasTV kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dalam memperluas akses pendidikan serta meningkatkan sarana dan prasarana sekolah.

Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak peringatan HUT ke-15 KompasTV di Jakarta, Rabu (9/9) malam. Mewakili Wali Kota Pekanbaru, penghargaan diterima Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut dan diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Ingot hadir didampingi Kepala Diskominfotiksan Pekanbaru Ardiansyah Eka Putra dan Sekretaris Diskominfotiksan Pekanbaru Tengku Aznom Zaifani. Ingot menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. 

Menurutnya, apresiasi ini menjadi penyemangat bagi Pemko Pekanbaru untuk terus memastikan setiap anak mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

Baca Juga: Minta Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Dikaji

“Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen membangun sumber daya manusia dengan mempermudah akses pendidikan dan memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah,” ujar Ingot usai menerima penghargaan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Pemko Pekanbaru adalah mendata anak-anak yang tidak atau sempat putus sekolah. Anak-anak tersebut kemudian didampingi agar dapat kembali bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak. 

“Anak-anak tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Kita sekolahkan kembali mereka. Pemko juga memberikan seragam sekolah gratis kepada siswa SD dan SMP untuk membantu meringankan beban orang tua,” jelasnya.

Pemko Pekanbaru juga memberikan perhatian kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ijazahnya masih tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan. 

Pemerintah kota siap memfasilitasi penyelesaiannya, termasuk membantu menebus ijazah di sekolah swasta maupun pondok pesantren, agar ijazah tersebut dapat segera diterima dan digunakan untuk melanjutkan pendidikan ataupun mencari pekerjaan.

Baca Juga: Kemenkeu Ajukan Pagu Anggaran Rp49,80 Triliun ke DPR

Penjaringan anak tidak sekolah dilakukan hingga ke tingkat kelurahan dengan melibatkan kader PKK dan perangkat wilayah. Masyarakat yang mengalami persoalan ijazah juga dapat melapor melalui pihak kecamatan untuk segera ditindaklanjuti.(ali) 

Editor : Arif Oktafian
markarius anwar agung nugroho pekanbaru