Pencarian 5 Jurnalis Hilang Dihentikan, jika Ada Informasi Baru Operasi Bisa Dilanjutkan Kembali 

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 08:06 WIB
Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat hilang kontak di Selat Sunda dihentikan. Keputusan itu diambil setelah misi berjalan selama 10 hari sejak laporan hilang kontak diterima pada Senin (7/9) lalu.

Operasi SAR sempat diperluas sampai ke Samudera Hindia, Pesisir Lampung, Pesisir Bengkulu, dan beberapa pulau tidak berpenghuni di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun demikian, operasi laut, darat, dan udara tersebut tidak kunjung membuahkan hasil.

"Secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," kata Gubernur Banten Andra Soni. 

Baca Juga: Diserahkan Menteri PPPA, Ketua TP PKK Pekanbaru Raih Penghargaan Nasional Pendidikan dan Literasi

Dikatakannya, selama 7 hari plus 3 hari operasi SAR berlangsung, Tim SAR Gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang yang terdiri atas 5 jurnali foto dan 3 kru. Mereka hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Temuan 13 objek yang didapatkan oleh Tim SAR Gabungan sudah dikonfirmasi kepada semua pihak. Hasilnya, dinyatakan tidak terkait sama sekali dengan speedboat yang hilang kontak 10 hari lalu. Dengan berbagai pertimbangan, Tim SAR Gabungan terpaksa menghentikan operasi SAR.

"Maka dengan berat hati, pelaksanaan operasi gabungan ini, oleh pihak yang berkepentingan, pihak yang memiliki kewenangan, dinyatakan dihentikan," kata Andra Soni.

Baca Juga: Temuan Audit BPK-BPKP dan Inspektorat, Bupati Anton Beri Warning Keras kepada OPD Rohul

Sementara Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menegaskan, pihaknya tetap memantau setiap informasi. Utamanya dari kapal-kapal nelayan, kapal patroli, maupun kapal-kapal lain yang melintasi Selat Sunda. "Yang akan menjadi ujung tombak kami bila menemukan tanda-tanda lebih lanjut," imbuhnya.

Dalam operasi SAR tersebut, fokus Tim SAR Gabungan pada pencarian Warta selaku kapten kapal, Surakman selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto selaku guide, M Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, dan Donal Husni jurnalis freelance.

Andra Soni menambahkan, semua pihak terkait tetap membuka mata dan telinga untuk melihat dan mendengarkan informasi sekecil apa pun terkait dengan kapal, 5 jurnalis, maupun 3 kru. Jika ditemukan tanda-tanda, mereka akan kembali bergerak melaksanakan operasi SAR.

Baca Juga: Dari Motor Dinas Jadi Perpustakaan Keliling Antar Bripka Khairi Juara 1 Kompolnas Award

"Bilamana ada informasi dari masyarakat, baik nelayan atau kapal yang melintas, atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali bilamana ada penemuan baru," ujarnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
Anak Gunung Krakatau Jurnalis Hilang operasi pencarian dihentikan