BOGOR (RIAUPOS.CO) – Empat tahun memimpin Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB (HA SB-IPB), Dr. Irvandi Gustari, S.E., M.B.A. tidak hanya menjalankan organisasi sebagai wadah silaturahmi alumni.
Di bawah kepemimpinannya, organisasi tersebut berkembang dengan berbagai program yang menyentuh alumni, mahasiswa, almamater hingga masyarakat luas.
Capaian tersebut pula yang mengantarkan Irvandi kembali dipercaya memimpin HA SB-IPB untuk periode 2026-2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) III HA SB-IPB yang digelar di Kampus Sekolah Bisnis IPB, Bogor, Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Lions Club Pekanbaru Advance Mulia dan Leo Pekanbaru Advance, Beri Dukungan Anak Penderita Kanker
Munas III menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022-2026 sekaligus pemilihan ketua umum untuk periode berikutnya. Mandat tersebut membuat Irvandi melanjutkan kepemimpinannya setelah sebelumnya dipercaya memimpin HA SB-IPB periode 2022-2026.
Kepercayaan itu datang setelah berbagai program berhasil dijalankan selama empat tahun terakhir. Sepanjang periode pertama, HA SB-IPB mencatat lebih dari 125 kegiatan, melibatkan lebih dari 6.500 peserta dan penerima manfaat, serta membangun kolaborasi dengan lebih dari 200 mitra.
Berbagai kegiatan tersebut dijalankan melalui empat pilar utama, yakni Career and Competence Advancement, Community Empowerment, Corporate Partnership, dan Connectivity Enablement.
Baca Juga: Wako Agung Gandeng Forkopimda Pastikan Keamanan dan Ketentraman Pekanbaru
Melalui pilar Career and Competence Advancement, HA SB-IPB memberikan ruang bagi alumni, mahasiswa maupun lulusan baru untuk meningkatkan kompetensi, baik dalam menghadapi dunia kerja, dunia usaha maupun melanjutkan pendidikan.
Sementara Community Empowerment diarahkan pada kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu perhatian yang terus dijaga adalah mahasiswa berprestasi yang menghadapi persoalan biaya pendidikan.
"Bagi kami, jangan sampai ada mahasiswa yang berprestasi kemudian harus berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya. Karena itu, alumni harus peduli, bukan hanya kepada sesama alumni, tetapi juga kepada mahasiswa dan tenaga pendidik," kata Irvandi, Senin (28/9/2026) kepada Riau Pos.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Petakan Ancaman Banjir, DBD dan Pohon Tumbang Hadapi La Nina
Sedangkan melalui Corporate Partnership, HA SB-IPB membangun kerja sama dengan berbagai perusahaan dan institusi, termasuk membuka peluang magang serta pengembangan usaha.
Pilar Connectivity Enablement kemudian menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama alumni melalui seminar, bedah buku, forum profesional hingga kegiatan olahraga seperti golf, padel dan lari.
Bagi Irvandi, seluruh kegiatan tersebut tidak sekadar mengejar banyaknya agenda. Yang ingin dibangun adalah engagement yang kemudian melahirkan bonding antara alumni dengan almamater.
Baca Juga: Daftar 26 Hari Libur dan Cuti Bersama Sepanjang Tahun 2027, Ada Libur Panjang hingga 10 Hari
"Intinya engagement sehingga menghasilkan bonding. Kita ini sudah lulus dan bisa sukses karena sekolah. Maka kita harus melakukan pengabdian dengan peduli terhadap mahasiswa, tenaga pendidik dan tempat kita menimba ilmu," ujarnya.
Salah satu terobosan yang dilakukan pada periode pertama adalah mendorong organisasi alumni agar tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial dan iuran anggota. HA SB-IPB mulai membangun badan usaha yang dikelola secara mandiri.
Salah satunya melalui PT Danadyaksa Cipta Karsa (DCK), badan usaha yang dibentuk untuk menyediakan ekosistem bisnis nyata bagi mahasiswa Sekolah Bisnis IPB University.
Baca Juga: Digitalisasi Pajak Kuansing Didorong Makin Maksimal, Pembayaran PBB Kini Bisa Lewat QRIS
DCK bergerak di sejumlah bidang, mulai dari penyelenggaraan kegiatan atau event organizer, penyediaan merchandise resmi Sekolah Bisnis IPB, pengadaan barang dan jasa, katering hingga pelatihan.
Tidak berhenti pada kegiatan bisnis, keberadaan perusahaan tersebut juga diarahkan sebagai tempat belajar bagi mahasiswa dan alumni. Mahasiswa maupun alumni yang baru menyelesaikan pendidikan diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan dan bisnis.
"Jadi ikatan alumni ini tidak hanya sekadar kumpul-kumpul, tetapi juga bisa menghasilkan sesuatu. Kita ingin perusahaan yang dibangun bisa memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dan alumni," jelas Irvandi.
Baca Juga: Tim Pengabdian Unri Dorong Kemandirian UMKM Jamur
Menurut dia, model tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian alumni terhadap generasi berikutnya. Alumni yang baru lulus dan belum mendapatkan pekerjaan dapat diberikan kesempatan untuk belajar dan bekerja di perusahaan yang dibangun organisasi alumni.
"Anak-anak yang baru tamat bisa belajar. Daripada mereka kosong tanpa kegiatan. Ketika nanti mereka sudah mendapatkan pekerjaan, bisa diganti dengan alumni yang lain. Jadi benar-benar ada kepedulian, tidak hanya berbicara," katanya.
Selain DCK, HA SB-IPB juga memiliki PT Haesbeipebe Agro Sentosa (HAS) yang bergerak di sektor agribisnis dan pengelolaan komoditas. Perusahaan tersebut dikembangkan sebagai wadah bagi alumni untuk mengembangkan potensi bisnis di sektor pangan dan agraris.
Baca Juga: Fraksi-fraksi DPRD Kuansing Desak Pemkab Selesaikan Tunda Bayar
Kehadiran badan usaha tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian organisasi sekaligus memperluas manfaat keberadaan HA SB-IPB.
Di luar aktivitas organisasi alumni, Irvandi juga memiliki kesibukan sebagai dosen, asesor dan Direktur Utama AJB Bumiputera 1912. Dengan berbagai tanggung jawab tersebut, ia mengaku harus benar-benar mampu membagi waktu.
Namun, ia memandang aktivitas di HA SB-IPB sebagai bagian dari pengabdian.
"Kesibukan sehari-hari sebagai dosen, asesor dan Direktur Utama AJB Bumiputera 1912, saya harus benar-benar bisa membagi waktu. Karena bagi saya, ini juga sebagai ibadah," ujarnya.
Baca Juga: Lagi, Tim Raga Polres Kuansing Patroli Malam, Antisipasi C3 dan Balap Liar
Di tengah kesibukan tersebut, Irvandi mengakui ada dua sosok perempuan yang menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan pengabdiannya, yakni ibu dan istrinya.
Ia menyebut dukungan keluarga menjadi kekuatan yang membuat dirinya mampu menjalankan berbagai tanggung jawab, termasuk tetap membagi waktu antara pekerjaan, organisasi dan keluarga.
Irvandi merupakan putra mantan Wali Kota Pekanbaru periode 1981-1986, Ibrahim Arsyad. Sementara ibunya, Prof. Hj. Aswarni Adam, S.H., merupakan perempuan pertama di Riau yang menyandang gelar profesor di bidang hukum.
Baca Juga: Pelebaran Jalan di Pekanbaru Bukan untuk Akomodir PKL
Bagi Irvandi, doa dan dukungan sang ibu serta istrinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.
"Semua ini tidak lepas dari peran ibu dan istri. Bagaimana saya tetap bisa membagi waktu untuk istri dan tetap bisa bersilaturahmi dengan ibu di Pekanbaru. Bagi saya, kesuksesan ini tidak lepas dari jalur langit, yaitu doa ibu dan istri," tuturnya.
Memasuki periode kedua, Irvandi tidak ingin berhenti pada capaian yang telah dibangun. Sejumlah program yang belum terealisasi pada periode pertama akan kembali didorong, salah satunya pembangunan Creative Hub HA SB-IPB.
Baca Juga: Pemkab Inhu Gesa Pengadaan Baju Seragam Gratis, Pelaksanaan Program Lewat Pendampingan Kejari
Rencana tersebut sebelumnya telah disiapkan, namun masih terkendala sejumlah proses administrasi sehingga belum dapat diwujudkan hingga akhir periode pertama.
Creative Hub diharapkan menjadi ruang bagi alumni dan mahasiswa untuk bertemu, bertukar gagasan, mengembangkan kreativitas serta membangun berbagai peluang bisnis dan kolaborasi.
Selain itu, Irvandi berencana mengembangkan sejumlah badan usaha baru yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa dan alumni.
Baca Juga: Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau Dimulai, MAN 2 Pekanbaru Jadi Sekolah Perdana
"Ke depan kami ingin membangun beberapa perusahaan lain yang nantinya bisa dimanfaatkan mahasiswa dan alumni. Harapannya, Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB benar-benar menjadi wadah yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.
Ia juga ingin memperkuat hubungan antara alumni dan almamater. Menurutnya, keberadaan alumni memiliki peran penting dalam menjaga reputasi dan perkembangan institusi pendidikan.
"Bagaimana saya memberikan kontribusi kepada almamater sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas. Harapannya, Sekolah Bisnis IPB tetap menjadi bagian dari sekolah bisnis terbaik di Indonesia, karena peran alumni sangat berpengaruh dalam membawa nama kampus ke mana-mana," katanya.
Baca Juga: PT BSP Tuntaskan Rehabilitasi DAS Seluas 772 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo
Perannya dalam periode pertama mendapat apresiasi dari alumni seperti Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc., alumnus Program Doktor Manajemen dan Bisnis SB-IPB Angkatan 12, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inisiatif yang telah dijalankan HA SB-IPB.
"Saya sebagai bagian dari keluarga besar SB-IPB bangga melihat berbagai inisiatif yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni SB-IPB selama ini. Saya berharap kepengurusan HA SB-IPB periode berikutnya dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik dan mengembangkannya semakin jauh," ujarnya.
Pengelolaan HA SB-IPB selama periode pertama bahkan menarik perhatian sejumlah perguruan tinggi lain. Beberapa perguruan tinggi, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Riau, Universitas Al Azhar dan Universitas Pasir Pengaraian, disebut telah datang untuk mempelajari pengelolaan organisasi alumni tersebut.
Baca Juga: ALAMAK!!! Krisis Ekonomi
Ke depan, Irvandi ingin pola pengelolaan itu terus dikembangkan dengan memperkuat jejaring profesional, memperluas kolaborasi bisnis, meningkatkan kontribusi sosial dan membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata.
"Potensi alumni Sekolah Bisnis IPB sangat besar dan beragam. Tantangan kami ke depan adalah bagaimana menghubungkan potensi tersebut agar menghasilkan kolaborasi dan kontribusi yang semakin nyata," ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh alumni untuk terlibat lebih aktif dalam organisasi. Sebab, menurutnya, HA SB-IPB bukan hanya milik pengurus, melainkan rumah bersama seluruh alumni.
Baca Juga: BPKP Evaluasi Penilaian Mandiri SPIP Terintegrasi Pemkab Rohil, Target Level 3
"Semakin banyak alumni yang terlibat, semakin besar pula kontribusi yang bisa kita berikan bagi sesama alumni, almamater dan masyarakat," tutupnya. (van)
Editor : M. Erizal